15.996 Peserta Dipastikan Gagal Masuk Unib

Tes Tertulis SBMPTN Unib-Masri (1)xxxx

Tes Tertulis SBMPTN Unib-Masri

BENGKULU – Peluang peserta lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang memilih Universitas Bengkulu (Unib) semakin sempit. Menurut Rektor Unib Prof. Ir. H. Zainal Muktamar, M.Sc, Ph.D, peminat Unib tahun ini dari seluruh Indonesia mencapai 17.000 orang. Sementara total daya tampung Unib tahun ini hanya mencapai 3.156 kursi.

Bisa dipastikan pula 15.996 pendaftar yang memilih Unib melalui jalur SBMPTN gugur. Mengingat kuota SBMPTN yang disediakan Unib hanya 1.004 kursi. “Kuota untuk SNMPTN adalah 50 persen, SBMPTN kuotanya 30 persen, sedangkan pola mandiri atau SPMU kuotanya minimal 20 persen dari kuota masing-masing program studi,” ungkap Zainal ditemui Rakyat Bengkulu (RB) usai memantau pelaksanaan SBMPTN kemarin (18/6).

Dijelaskan, total daya tampung Unib 3.156 kursi tersebut terdiri dari SNMPTN 1.583 kursi, SBMPTN 1.004 kursi, dan SPMU 569 kursi. Jumlah tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2012 lalu yang hanya 2.929 kursi. “Memang yang mendaftar di panitia lokal 5.788 peserta, namun peminat Unib mencapai 17.000 se Indonesia,” katanya.

Diakui Zainal, pelaksanaan ujian tulis SBMPTN yang mulai digelar kemarin (18/6) tak mengalami kendala berarti. Termasuk indikasi kecurangan juga dinilai tidak ada. “Sampai kini (kemarin red) lancar. Belum ada laporan joki yang menyusup diantara peserta. Sejak awal kami memang sudah mengantisipasi dengan memperketat penjagaan. Identitas peserta betul-betul dicek, termasuk penggunaan alat komunikasi,” bebernya.

283 Peserta Tidak Hadir

Pelaksanaan hari pertama ujian tulis SBMPTN ternyata tak diikuti seluruh peserta. Dari 5.778 peserta yang mendaftar melalui panitia lokal, sebanyak 283 peserta tidak hadir pada jam pertama untuk Tes Potensi Akademik (TPA). Peserta yang tak hadir pada hari pertama berkemungkinan kecil untuk lulus.

“Kalau peserta tidak mengikuti ujian, sangat kecil kemungkinan untuk bisa lulus,” ungkap Sekretaris Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN Yulian Fauzi, M.Si.

Dirincikan, peserta yang tidak hadir hari pertama untuk mata uji TPA berjumlah 283 orang. Terdiri dari Sains dan Teknologi (Saintek) 76 peserta, Sosial dan Humaniora (Soshum) 119 peserta dan campuran 88 peserta. Kemudian pada ujian jam kedua Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU) berjumlah 278 orang. Terdiri dati Saintek 79 peserta, Soshum 117 peserta dan campuran 82 peserta.

Pada pelaksanaan ujian juga ditemukan adanya peserta yang tidak membawa kelengkapan. Seperti 8 peserta yang tidak bawa ijazah. Tak hanya itu, meski panitia telah mengingatkan peserta untuk membawa alat tulis sendiri-sendiri, namun masih ditemukan peserta yang saling meminjam alat tulis. Bahkan, lantaran tak membawa alas untuk menulis banyak pula peserta yang terpaksa harus duduk di lantai dan menggunakan kursi sebagai alas.

“Kami ingatkan kembali, perlengkapan yang wajib dibawa peserta seperti kartu peserta SBMPTN, fotokopi ijazah yang dilegalisir atau Surat Tanda Lulus (STL) maupun Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) asli. Jangan lupa juga membawa pensil 2B, penghapus, peraut pensil, termasuk alas,” ingatnya.

Besok Ujian Keterampilan

Sementara itu, bagi peserta yang mengambil program studi yang mengadakan ujian praktik, besok (20/6) akan dilaksanakan ujian keterampilan. Ujian keterampilan dijadwalkan selama 2 hari, hingga 21 Juni 2013. Materi ujian keterampilan, untuk bidang ilmu olahraga terdiri dari tes kesehatan dan kebugaran jasmani. “Hasil ujian akan diumumkan tanggal 12 Juli 2013 secara online,” ungkap Yulian.

Bagi peserta yang tidak lulus, lanjutnya, masih bisa mengikuti seleksi mandiri yakni Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unib (SPMU). Berdasarkan kalender akademik, masa tes dijadwalkan 30 Juli hingga 3 Agustus 2013. “Adanya 3 pola penerimaan mahasiswa baru ini, diharapkan bisa memberi kesempatan siswa untuk masuk perguruan tinggi negeri,” demikian Yulian. (rei)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: