540 Caleg Berebut Simpati

Salah satu bakal calon DPD RI memasukkan berkas ke KPU Provinsi.MASRIYADI/RB

Salah satu bakal calon DPD RI memasukkan berkas ke KPU Provinsi.MASRIYADI/RB

BENGKULU – Hari terakhir masa pendaftaran calon legislatif dan calon senator Senin (22/4) diwarnai sejumlah kejutan. Total sebanyak 540 caleg akan bertarung memperebutkan 45 kursi DPRD Provinsi dan 23 calon senator memperebutkan 4 kursi DPD (Dewan Perwakilan Daerah).

Apa saja kejutan? Dari daftar caleg Partai Golkar, misalnya, nama Yennita Fitriani Imron yang juga istri Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi terlempar di nomor urut 5 Dapil Bengkulu Utara-Benteng. Namun karena sistem Pemilu masih menerapkan suara terbanyak, peluang Yennita terpilih kembali masih cukup terbuka. Nomor urut 1 Dapil BU-Benteng dari Partai Golkar ditempati Raharjo Sudiro.

Dari daftar caleg Partai Golkar, semua incumbent menempati nomor “jadi.” Misalnya, Kurnia Utama nomor 1 Dapil RL-Lebong, Budi Darmawansyah nomor 1 Dapil Kepahiang, Anuar Razali nomor 1 Dapil Mukomuko, Anperilizah nomor 1 Dapil BS-Kaur dan Salehan nomor 1 Dapil Seluma. Hanya Chaizurrani Anwar yang tidak lagi maju. Dapil Kota Bengkulu, nomor 1 ditempati Sekjend DPD Golkar Afrizal Arifin, disusul Habibir Syanioku di nomor urut 2.

Kejutan lainnya, masuknya nama Basri Muhammad melalui perahu PKB. Basri mengambil Dapil Kota Bengkulu nomor urut 2. Kemunculan Basri semakin meraikan persaingan di Dapil Kota yang menyediakan 8 kursi. Sejumlah politisi senior bertarung di Dapil ini antara lain Edison Simbolon dari Partai Demokrat, Dedy “black” Ermansyah dari Partai Nasdem, Agung Gatam dari PDIP, Suharto dari Partai Gerindra, Hari Suharsyah dari PAN, dan dari PPP ada nama Yuniarti, Maras Usman serta pendatang baru, Ali Berti, serta incumbent dari PKS, Sefty Yuslina di nomor urut 2 Dapil Kota. Sedangkan Ketua DPW PKS, Dedy Haryono juga berada di Dapil Kota nomor uru 1.Pada Pemilu 2009, 8 kursi Dapil Kota terbagi rata untuk 8 Parpol.

Pertarungan sengit juga terjadi di Dapil Seluma yang menyediakan 5 kursi. Sejumlah nama baru seperti mantan Sekda Provinsi Hamsyir (PPP) akan bertarung dengan politisi senior semacam Rosnaini Abidin yang kali ini maju melalui Partai Nasem nomor urut 1, Jonaidi SP dari Partai Gerindra, Salehan dari Partai Golkar dan Abiduris dari PAN.

Dapil Kepahiang yang menyediakan 4 kursi juga bakal menyajikan pertarungan keras. Hegemoni caleg Partai Golkar, Budi Darmawansyah yang menguasai Dapil ini dua Pemilu terakhir, coba diganggu oleh nama baru seperti Darussalam dari PPP. Darussalam adalah mantan pejabat Pemprov dan pernah maju Pilkada Bupati Tahun 2005, tapi kalah. Selain itu, juga ada calon kuat lainnya dari PAN yakni Bambang Purnomo yang merupakan menantu Bupati Kepahiang Bando Amin C Kader. Sementara PKB mengusung Putrado Herliansyah yang tak bisa dianggap remeh.

Pertarungan di Dapil “gemuk” yakni Rejang Lebong-Lebong yang menyediakan 9 kursi. Nama-nama yang bertarung di Dapil ini seperti bos Golkar, Kurnia Utama bersama Herry Alfian, Armansyah dan Suharuddin Derus dari PAN, Herliardo dari PKB, mantan Bupati Lebong Dalhadi Umar dari Partai Gerindra, serta dua politisi senior dari PDIP yakni Patrolazi dan HM. Sidonaris.

Di sisi lain, Dapil Bengkulu Selatan+Kaur yang menyediakan 7 kursi akan bertarung nama-nama lama seperti Parial dari PAN, mantan Wabup BS Jani Hairin dari PPP, Anperilizah dari Golkar, Aank Junaidi dari Partai Gerindra dan Junaidi Albab dari Partai Nasdem.

Dapil Bengkulu Utara-Benteng (8 kursi) juga tak kalah sengit. Menarik ditunggu apakah Partai Golkar akan kembali berkibar di Dapil ini seperti pada Pemilu 2009 yang merebut 3 kursi. Pada Pemilu tahun depan, dua caleg Golkar yang bersaing adalah Raharjo Sudiro, dua incumbent Yennita Fitriani dan Puspa Juwita. Mereka akan bertarung melawan caleg dari partai lain seperti Ihsan Nahromi dari PPP, Slamet Riyadi dari PAN, Ihsan Fajri dan Syafrianto Daud dari PDIP, mantan Calon Wakil Walikota Suroto dari PKB, Tantawi Dali dan Asmawi Saidini dari Partai Nasdem, Sis Rahman dari Partai Gerindra.

Semua pimpinan parpol yang mendaftarkan bacalegnya bertekad untuk memenangkan parpolnya. Dan bahkan berkeinginan untuk mendapatkan kursi yang sebesar-besarnya.“Golkar hanya melihat kenyataan nanti, tidak muluk-muluk. Kami berkompetisi secara sehat. Diwajibkan untuk memenangkan partai. Sesuai dengan aturan. Ketua Umum sudah mengingatkan, jangan sampai menang, tapi menyatiki hati rakyat,” kata Kurnia Utama.

  Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi, Susi Marleny Bachsin. Partainya menargetkan mendapatkan minimal 7 kursi di DPRD Provinsi. Atau masing-masing dapil mendapatkan 1 kursi. “Kalau bisa dua kursi untuk dapil-dapil tertentu, kan bagus,” kata Susi.

Partai Demokrat juga berkeinginan menggantikan posisi Partai Golkar. Saat ini Partai Demokrat memiliki 8 kursi atau kalah satu kursi di DPRD Provinsi atas Partai Golkar yang mempunyai 1 kursi. “Kita berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh dukungan terbanyak dari masyarakat,” kata Edison Simbolon.

Ahmad Ismail Digeser

Sementara itu, informasi yang diperoleh RB, sejumlah calon incumbent Partai Demokrat terpental dari nomor urut “jadi”.  Seperti Ketua Fraksi  Demokrat DPRD Provinsi, Firdaus Djailani diposisikan pada nomor urut 3. Tiga calon incumbent lainnya seperti Edhi Ismawan nomor urut 4, Oktoberto juga nomor urut 3.  Sedangkan Ahmad Ismail yang juga diberi nomor urut 3, informasi terbaru memilih maju sebagai bacaleg DPRD Kota Bengkulu.

Dikonfirmasi hal itu, Edison Simbolon tidak berkomentar banyak.  Menurutnya penggodokan nomor urut urut bacaleg sudah sesuai dengan mekanisme partai. “Itu sudah dibahas dalam rapat PHT (Pengurus Harian Terbatas,red). Dan berapapun nomor urutnya, menurut saya tidak masalah. Karena suara terbanyak yang terpilih,” kata Edison Simbolon.(cw1/ble)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: