Audit Keluar, Tsk Proyek Breakwater Ditetapkan

hukumBENGKULU – Subdit Tipikor Polda Bengkulu terus fokus menuntaskan pengusutan dugaan korupsi proyek pembangunan penahan gelombang (breakwater) milik Administrator Pelabuhan (Adpel) Pulau Baai. Informasi yang diperoleh RB, penyidik akan menetapkan tersangka kasus ini setelah hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu, keluar.

Sejauh ini dari pemeriksaan yang dilakukan, penyidik sementara mencurigai jika pengerjaan proyek yang menghabiskan dana sebesar Rp 14, 2 miliar APBN 2012 tersebut, diduga tidak sesuai mekanisme. Selain itu penyidik juga menduga jika dalam pengerjaan proyek oleh PT. Sass Kencana Engeneering tersebut, tidak sesuai perencanaan. “Sejauh ini masih didalami,” kata Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol. Drs. SM. Mahendra Jaya.

Dugaan yang makin menguatkan kasus ini, setelah penyidik melakukan pengecekan fisik langsung ke lokasi proyek bersama BPKP dan tim ahli kontruksi Universitas Prof. Hazairin, SH (Unihaz).

Dari hasil pantauan di lapangan, bangunan yang dikerjakan 25 April 2012 dan diserahterimakan 17 Desember 2012 tersebut, kondisinya semakin parah. Bahkan dari bangunan penahan gelombang yang dibangun sepanjang 240 meter tersebut, setidaknya sekitar 17 meter bangunan roboh lantaran tak mampu menahan kuatnya hantaman gelombang.

Sebelumnya, penyidik sudah meminta BPKP Provinsi Bengkulu untuk melakukan audit kerugian negara pengerjaan proyek tersebut. Dalam waktu dekat, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi baik dari kontraktor maupun Adpel, serta saksi ahli.(zie)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*
*