Batu Mulia Bengkulu Potensial Digarap

Koleksi Batu Alam 2BATU mulia Bengkulu sepertinya masih kalah pamor dengan batu Kalimantan. Padahal mutu batu Bengkulu berkelas internasional. Kekayaan Bengkulu, terutama berupa batu akik sangat potensial untuk digarap. Potensi batu Bengkulu ada 147 jenis warna.

Owner Bencoolen Batu Akik Ir. Humphrey menilai, selain berkualitas internasional, batu Bengkulu juga punya nilai jual wisata jika digarap dengan baik. “Namun sayangnya kurang perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.

Humphrey menuturkan, ada beberapa jenis batu yang punya daya jual tinggi yang dimiliki Bengkulu. Seperti batu teratai jenis ineksium metamorfosis. Batu yang berasal dari fosil tumbuhan yang telah lolos dari seleksi alam tersebut merupakan batu andalan Bengkulu. “Batu jenis ini banyak dicari orang luar seperti Jepang. Itu batu asli Bengkulu,” ujar lelaki 45 tahun ini.

Batu tersebut ada beberapa jenis, teratai panca warna (lima warna), teratai gunung (bebatuan gunung). Terdapat mulai dari pangkal sungai dan laut Mukomuko hingga Sungai Suci Bengkulu Tengah. “Masih ada jenis fosil (batuan metamorfosis) yang terdapat di seputaran pegunungan Bengkulu,” katanya.

Selebihnya batu umum, seperti cempaka, kecubung, bungur (anggur) serta giok. Batu cempaka bisa ditemukan di Taba Penanjung Bengkulu Tengah, Seluma dan Bintuhan. “Di Korea giok sangat mahal, padahal ada di Bengkulu Utara. Baru-baru ini saya juga menemukan batu fosil kayu sungkai di Bentiring yang menurut para pakar sudah berusia 450 tahun. Batu itu dililit kapur yang menandakan sudah berumur sangat tua,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengangkat potensi tersebut diperlukan peran pemerintah. Dia mencontohkan batu Kalimantan yang kini diolah secara profesional, lantaran pemerintah setempat juga ikut mendukung. “Mereka sering dibikin even wisata. Bayangkan bila potensi ini dikembangkan, dampaknya adalah angka pengangguran menurun, bertambahnya PAD. Padahal hanya dari sebongkah batu,” katanya.

Dia menilai, daya beli masyarakat terhadap batu akik cukup baik. Hanya saja dia cukup kerepotan dengan kebiasaan masyarakat yang menghubungkan batu dengan unsur magis. “Omzet paling kecil 1,8 juta, kadang bisa Rp 6 juta per bulan. Kebanyakan pembeli dari luar, seperti Jambi, Palembang, Bali, Jakarta,” ujarnya.

Humphrey berkeinginan menjadikan Bengkulu bisa menjadi duta batu nasional dari Sumatera. “Potensi alam Bengkulu sangat bagus. Daratannya 70 persen mengandung batu yang bagus. Malah kadang dipakai sebagai bahan bangunan, itu karena ketidaktahuan,” ungkapnya. (rei)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*
*