Berdua di Rumah Kos Mahasiswi, Anggota Dewan Digerebek

BENGKULU – Peristiwa kali ini benar-benar menampar citra anggota dewan selaku wakil rakyat. Bagaimana tidak, seorang anggota DPRD Bengkulu Tengah (Benteng), MLY (55), digerebek warga karena berduaan di dalam rumah kost seorang mahasiswi, Sh yang beralamat di RT II Kelurahan Pasar Melintang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (31/5) kemarin.

Bagaimana kronologis kejadian? Ketua RT II Pasar Melintang, Nurhayati (58) menceritakan, pagi kemarin MLY mengunjungi rumah kontrakan Sh yang merupakan mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Bengkulu. Menurut pengakuan MLY, seperti dituturkan Nurhayati, maksud MLY mendatangi rumah kost Sh dengan alasan untuk mengantar Sh karena mobil Sh sedang berada di bengkel.

Namun kedatangan MLY tersebut mengundang kecurigaan warga setempat. Pasalnya, ketika MLY masuk ke dalam rumah kontrakan tersebut, pintu rumah agak tertutup, namun tidak terkunci. Padahal keduanya, bukan muhrim. Bahkan, MLY sudah mempunyai istri.  “Kemudian warga menggedor pintu tersebut. Memang pada saat digerebek tersebut mereka masih menggunakan pakaian yang rapi,” tutur Nurhayati saat ditemui di rumahnya kemarin (31/5).

Pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB sebelum kedatangan MLY, Nurhayati sempat menegur Sh dan menanyakan kenapa tidak pulang-pulang  kost selama 4 hari. Setelah perbincangan tersebut, Sh masuk ke kamar kostnya. Tak lama setelah itulah, MLY tiba di rumah kontrakan Sh dengan menggunakan kendaraan dinasnya dengan nomor polisi BD 1077 YY.

Setelah memarkirkan mobilnya, MLY masuk kedalam ke dalam kost, tak lama kemudian pintu langsung ditutup. Peristiwa penggerebekan tersebut sudah sampai ke telinga istri MLY. Bahkan, istri MLY kemarin sempat mendatangi TKP penggerebekan. Tapi sayang, saat tiba, sang istri tidak menemukan lagi suaminya karena sudah meninggalkan lokasi. Begitu juga Sh sudah tidak berada di tempat lagi sehingga tidak sempat bertemu.

“Istrinya hanya bisa pasrah dengan ulah suaminya tersebut. Padalah sebelum pergi dari rumah, MLY berpamitan dengan istrinya untuk pergi ke kantor. Malahan sempat sarapan dulu sebelum berangkat,” cerita Nuryahati.

Ketua adat Kelurahan Pasar Melintang, Abu Samah (70) mengatakan sebagai wujud sanksi atas peristiwa penggerebekan sepasang anak manusia bukan muhrim tersebut, pihak adat telah menjatuhkan sanksi sosial kepada Sh dengan mengusirnya dari lingkungan setempat. “Kami tidak bisa memberikan sanksi tegas seperti cuci kampong karena mereka tidak tertangkap basah. Kami berikan peringatan saja,” ujarnya.

MLY Kenal Sh Saat Pilkada

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Benteng, MLY dari Fraksi Serumpun ketika dikonfirmasi mengakui pagi kemarin dirinya bertamu ke rumah kost mahasiswi, Sh (21) di Pasar Melintang, Kota Bengkulu. Tapi dia membantah melakukan perbuatan terlarang. Dia mengaku hanya bertamu untuk memperbaiki mobil Sh yang rusak.

Menurut MLY, tidak ada yang bisa dijadikan dasar untuk mencurigai dirinya telah melakukan perbuatan menyimpang. Sebab, versi dia, saat bertamu tersebut rumah Sh keadaan terbuka dan dirinya sendiri berada di ruang tamu.

‘’Demi allah saya tidak melakukan apa-apa, dan saat warga datang saya berada di dalam ruang tamu sedang nelpon. Pintu terbuka lebar, baju lengkap dan tidak hal mencurigakan melakukan perbuatan yang salah,” tegasnya.

MLY malah menyayangkan tindakan warga yang asal sebut dan dianggapnya terlalu membesar-besarkan masalah.     ‘’Tanyakan sajalah kepada dia Sh, apa yang sebenarnya terjadi. Saya juga sudah memberikan kejelasan kepada warga dan RT, bahwa saat saya di dalam pintu terbuka dan saya dalam berpakaian rapi,’’ imbuh MLY.

MLY juga mengaku tidak memiliki hubungan spesial dengan mahasiswi Sh. Perkenalannya dengan Sh terjadi saat Pilkada Benteng. Kebetulan ketika itu Sh terlibat dalam tim sukses Ferry Ramli dan dia datang untuk menolong.

‘’Jangan sampai ada fitnah dalam masalah ini. Sebab saya tidak ada apa-apanya dengan Sh. Saya datang ke sana untuk memperbaiki mobil, kebetulan saya kenal Sh saat menjadi tim sukses Ferry dulu,” jelas MLY.

Masih menurut MLY, penggerebekan terhadap dirinya kemarin dikendalikan oleh seseorang yang mau meminta keuntungan. Karena sebelum mengunjungi Sh untuk memperbaiki mobil, sempat berkomunikasi dengan yang bersangkutan.

‘’Saya sudah tahu ini ada hubungannya dengan seseorang yang memang ingin mencelakakan saya, silakan saja. Kalau saya tidak tetap tidak. Kecuali rumah tertutup atau saya pakai celana pendek perlu dicurigai,” tutupnya.

 

//

Waka DPRD Minta Maaf

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Benteng, Hadi Sucipto mengkau sudah tahu informasi secara langsung dari MLY. Dari penjelasan MLY, Hadi Sucipto mengatakan tidak ada indikasi pelanggaran yang dilakukan MLY.

“MLY itu baru saja pulang dari study banding dan membantu Sh perbaiki mobil. Saya rasa tidak ada yang janggal antara MLY dan Sh, apalagi sudah jelas rumah Sh terbuka saat Ly di sana,’’ tegas Hadi.

Meskipun demikian Hadi Sucipto tetap meminta maaf dengan kejadian itu kepada masyarakat Benteng khususnya dan Pasar Melintang Bengkulu. Jika benar terjadi hal yang memalukan oleh MLY, dewan akan memberikan sanksi sesuai tata tertib yang berlaku.

‘’Selaku pimpinan dari DPRD Benteng minta maaf, jika benar hal itu terjadi dan ada penyimpangan saya akan memutuskan sanksi untuk MLY. Tetapi tentunya harus dikaji dulu permasalahannya,’’ ujar Hadi Sucipto.(cw2/rif)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. Sulit memang , mencari maling yang mengaku-tikus saja berusaha berkelit untuk membenarkan diri dan lari dari sergapan kucing. Lagi-lagi anggota Dewan-atau ini merupakan indikator performen anggota dewan kita ya….?

  2. masarakat pasti bingung di mana2 pejabat kita moral sangat tidak bagus<sudah punya jabatan,harta melimpah,sudah mulai lupa dengan segalanya ingat diatas bapak dewan yang terhormat masih ada orang yang lebih hebat dari bapak,jabatanya bapak amanah dari rakyat,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*
*