Cegah Spekulan, SPBU Diminta Pasang CCTv

SPBUBENGKULU – Mencegah spekulan beraksi, setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) diharuskan memasang kamera pengintai Closed-circuit television (CCTv). Keharusan ini disampaikan Walikota H. Helmi Hasan, SE dalam rapat koordinasi bersama forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) yang dilakukan baru-baru ini.

“Pak Walikot meminta untuk mencegah spekulan atau ada oknum yang ingin mencari keuntungan, setiap SPBU diwajibkan memasang kamera CCTV. Melalui kamera CCTV bisa diawasi dengan akurat apabila ada oknum yang berbuat nakal,” kata Plt. Kepala Kesbangpolinmas Kota Bengkulu Ahmad Kauri, SH, Rabu (19/6).

Sejauh ini, sambung Kauri, hasil pengawasan Kesbangpolinmas di setiap SPBU menunjukkan pengisian BBM masih berjalan kondusif. Belum ditemukan ada indikasi kecurangan. Pengawasan yang dilakukan Kesbangpolinmas ditujukan agar tidak terjadi  gejolak di masyarakat terkait kenaikan harga BBM.

“Kami juga selalu berkoordinasi dengan Polres Bengkulu terkait dalam persiapan kenaikan BBM ini. Termasuk kajian secara keseluruhan bersama masing SKPD yang mempunyai tanggungjawab mejelang kenaikan BBM. Misalnya apabila BBM naik, terkait masalah ongkos angkutan Dishubkominfo yang menanganinya,” terang Kauri.

Soal regulasi penjual BBM eceran, tambah Kauri, tim kajian masih mengkaji dan menyusun konsep regulasinya. “Kalau hasil rapat yang kita lakukan, memang untuk penjualan bensin eceran belum ada larangan. Akan tetapi, pengawasan terhadap penjualan bensin eceran ini akan terus diawasi. Dan pihak yang menangani hal ini adalah Disperindag terkait operasi pasar di lapangan. Namun untuk konsep regulasi keseluruhannya, masih dikaji,” tutur Kauri.

Kauri juga menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat tidak gampang mudah terprovokasi oleh orang yang sengaja membuat suasana menjadi tidak nyaman, menjelang kenaikan harga BBM. “Ini bukan soal kelangkaan BBM, ini soal rencana kenaikan BBM. Jadi masyarakat bisa membedakannya dan jangan mudah terpengaruh oleh hal yang tidak diinginkan. Apalagi Pertamina sudah menjamin stok BBM masih aman,” ujar Kauri.

Terpisah, Sales Representatif (SR) Depot Pertamina Pulau Baai Bengkulu Misbah Bukhori mengatakan pihaknya telah membuat program agar di Bengkulu untuk memasang Closed-circuit television (CCTv). Itu diharapkan dapat mengawasi dan mengantisipasi ulah spekulan yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

“Setahu saya sekarang sudah ada sejumlah SPBU yang pasang CCTv. Seperti di SPBU Rawa Makmur, SPBU Km 6,5, SPBU Air Sebakul dan SPBU Padang Jati. Menurut saya, masih ada SPBU lain. Karena itu sudah jadi progres kami,” kata Misbah.

Misbah menargetkan paling lama akhir tahun ini semua SPBU sudah memasang CCTv. Untuk diketahui, ada 34 SPBU yang beroperasi di Provinsi Bengkulu. “Sebenarnya sejak tahun lalu sejumlah SPBU sudah berinisiatif menggunakannya. Sekarang sudah menjadi program kami. Suratnya sudah kami sampaikan, meminta agar untuk memasang CCTv karena memang penting,” ujar Misbah. (new/ble)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: