Datangkan Pakar Ungkap Kolor Ijo

BENGKULU – Advokat dan Pengacara Jakarta asal Bengkulu, Afdhal Muhammad SH mengaku kaget dengan kehebohan si ‘’kolor ijo’’ di negeri asalnya. Dan, alumni FH Unib itu, lebih terperangah karena pelaku diduga petinggi Bengkulu yang selama ini dikenal sebagai orang terhormat. “Maso iyo kelakuan gaek tu model  itu, sanak…,’’ ungkap Afdhal lewat pesan blackberry messenger (BBM) ke RB, kemarin.

Afdhal selaku penegak hukum lebih mengedepankan asas praduga tak bersalah. “Belum tentu itu benar.. pakai asas praduga tak bersalah,’’ katanya.

Seperti diberitakan kemarin, Bengkulu heboh dengan foto-foto seseorang yang diduga petinggi Bengkulu dengan wanita berstatus istri orang. Salah satu foto itu, foto seseorang  tanpa baju hanya dengan celana dalam (kolor) warna hijau (ijo). Warga provinsi dimana-mana membicarakan si kolor ijo.

Solusi terbaik menurut Afdhal, segera diungkap kebenarannya agar tidak terjadi gunjingan yang berkepanjangan. Kalau tidak berbuat, kenapa takut. Kalau tidak terbukti video call dan bbm itu asli, segera umumkan, sehingga publik tahu. Selanjutnya tugas polisi, mencari penyebar foto-foto tersebut.

“Saran saya, undang pakar digital forensik, Ruby Alamsyah. Dia ahlinya  yang sering dipakai Mabes. Beliau juga memiliki sertifikasi dari Amerika sebagai konsultan digital forensik. Nanti ketauan asli atau tidak. Benar atau tidak. Kalau tidak benar segera umumkan. Biar publik tidak terus bertanya-tanya. Lagian, beliau kan tokoh agama juga.. Yang jadi masalah kalau itu terungkap benar dan asli…,’’  katanya.

Ke  Mabes Polri

Sementara itu, Polda Bengkulu berencana akan melacak penyebar foto-foto video call yang diduga petinggi Bengkulu dengan istri orang. Bahkan jika diperlukan akan meminta bantuan ke Mabes Polri.  “Insya Allah. Nanti kita minta bantuan ke Mabes Polri,” ujar Kapolda Bengkulu, Brigjen. Pol. Drs. H. Tatang Somantri, MH kepada RB, Minggu (1/2) pagi  usai menghadiri acara jalan santai HPN di Sport Center Pantai Panjang, kemarin.

Dijelaskan Tatang, bahwa penyebar foto–foto tersebut adalah tindak pidana sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). ‘’Polda sekarang masih fokus melakukan pengamanan terhadap even nasional Hari Pers Nasional,” tukas Kapolda. (ble)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: