Diduga Sesat, Tempat Pengajian Tasawuf Diserang

lokasi pengajian yang diobrak abrik (10)

Batu beserakan di dalam ruangan yang biasa digunakan untuk pengajian yang dipimpin Mulyadi. FAZLUR/RB

BENGKULU – Aksi anarkis terhadap aktivitas keagamaan kembali terjadi. Kali ini sebuah bangunan berukuran 7 x 5 meter yang terletak di SMPN 17 yang berlokasi di RT 17 Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangkahulu, diserang 15 orang tak dikenal, Senin (20/5) sekitar pukul 00.00 WIB.

Akibatnya isi ruangan yang hanya berdinding papan ini pun hancur berantakan. Diketahui, kalau bangunan tersebut, sering digunakan sebagai tempat melakukan pengajian tasawuf yang dipimpin oleh Mulyadi yang merupakan dosen Bahasa Inggris FKIP Unib. Kasus penyerangan tempat pengajian ini sudah ditangani Polsek Muara Bangkahulu.

Sementara itu salah seorang jamaah pengajian yang tidak mau ditulis namanya, mengatakan penyerangan itu terjadi secara tiba-tiba. Sebelum melakukan penyerangan dengan menggunakan batu, belasan pemuda itu terlebih dahulu berkumpul tak jauh dari jalan raya. Tak berapa lama kemudian mereka pun masuk dan menghampiri bangunan pengajian yan berada di samping Musala SMPN 17. Selanjutnya aksi penghancuran dengan batu pun terjadi.

“Saya tidak kenal mereka, pokoknya semuanya terjadi secara tiba-tiba. Mereka melempari semua yang ada di dalam bangunan ini. Hingga hancur berantakan, silakan lihat sendiri. Kami juga tidak tahu apa motifnya, kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diusut,” ujar salah satu jamaah pengajian ini. Tidak sampai disitu, sebelumnya juga pernah ada beberapa pria yang dating dengan membawa parang. “Mereka tiba-tiba mau menantang berkelahi, tapi tidak ditanggapi,” tambahnya.

 Sementara itu, berdasarkan data yang RB himpun di sekitar lokasi yang lebih dekat dengan RT 16, warga di RT tersebut Kelurahan Pematang Gubernur ini, memang pernah merasa terganggu dengan aktifitas pengajian yang dipimpin Mulyadi tersebut. Alasannya, setiap pengajian dimulai saat malam mulai larut, biasanya akan terdengar suara jeritan dan tangisan dari dalam bangunan itu.

 Warga pun merasa tidurnya terganggu dengan suara tangisan itu. “Sebelum berhenti, pernah kalau malam sekitar pukul 23.00 WIB, mereka itu ada yang nangis-nangis, bahkan sampai menjerit-jerit. Tapi uniknya ada juga warga kami yang ikut udah 2 tahun, tapi sampai saat ini baca Alquran aja nggak bisa,” ujar warga sekitar yang minta namanya tidak ditulis..

Begitupun dengan Ketua RT 17 selaku “tuan rumah”, Budi Irsan, mengaku belum pernah mendapatkan laporan adanya kegiatan pengajian di tempatnya. Budi mengatakan hanya pernah mendengar kabar tentang pengajian itu saja. Namun tidak pernah mengeceknya. “Memang pernah ada keluhan dari warga RT 16 yang rumahnya berdekatan dengan lokasi, katanya kalau malam itu sering ada yang nangis-nangis, tapi kita tidak terlalu memantau karena jauh dari RT 17, berbatasan dengan RT 16,” ujarnya.

Kajari: Sudah Dilarang

 Kajari Bengkulu, H. Suryanto, SH selaku Ketua Pakem Kota Bengkulu, membenarkan adanya aktifitas pengajian itu. Dikatakan Suryanto pihaknya sudah lama memperingatkan dan meminta agar pengajian itu dihentikan dan tidak dilanjutkan lagi. Sampai pihaknya menyelesaikan pengkajian terhadap ajaran agama tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh Pakem, memang ada beberapa aktifitas pengajian yang tidak biasanya dilakukan oleh umat Islam pada umumnya.

Diantaranya, jamaah pengajian sering memukul-mukul bagian tubuhnya yang dinilai telah melakukan dosa. Selanjutnya ada aktifitas penyucian diri, dimana jamaah pengajiaannya tidak perlu sampai menunggu hisab diakhirat untuk mengetahui dosanya, namun bisa juga diketahui di dunia. Biasanya pengajian akan dilakukan pada minggu hingga malam hari. Pengajian ini juga akan disertai tangisan dari jamaahnya.

“Data yang saya dapat memang seperti itu, misalnya tangan jamaah pengajian itu pernah mencuri, maka tangan itu akan dipukul-pukul. Bila mulutnya sering berbohong makan mulutnya akan dipukul-pukul. Kami lama mengkajinya karena pak Mulyadi sudah dipanggil, sampai saat ini belum juga dating, karena katanya masih di Malaysia. Kami sudah sebulan membahasnya, tapi ternyata sudah ada yang menyerang duluan, kami sayangkan itu,” terang Suryanto.

Hanya Soal Internal

Mulyadi ditemui rumahnya kemarin mengatakan kalau penyerangan itu hanyalah merupakan persoalan internal saja. Dimana ada salah seorang anak jamaah pengajian yang tidak senang melihat orangtuanya ikut dalam pengajian ini. Sehingga sang anak pun mengajak teman-temannya untuk menyerang tempat pengajian itu. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Mulyadi memutuskan untuk memindahkan lokasi pengajian di rumahnya yang terletak di Perumnas Unib.

“Yang nyerang bukan warga, tapi yang nyerang itu adalah anak dari salah seorang jamaah kami, jadi ini persoalan internal saja,” terang Mulyadi. Pria ini menegaskan, kalau pengajian yang dipimpinnya ini bukanlah merupakan organisasi ataupun aliran. Namun hanya forum pengajian seperti biasa saja. “Jangan sampai salah, ini bukan aliran, bukan golongan ataupun bukan organisasi, jadi hanya pengajian saja, biasalah,” terangnya lagi.

Mulyadi pun tak membantah temuan Pakem adanya jamaah pengajian yang menangis hingga menjerit dan memukul-mukul tubuhnya. Dikatakan Mulyadi, semua itu merupakan ekspresi dari emosi jiwa yang dirasakan oleh jamaahnya. Dimana saat mereka mengingat dosa yang telah dilakukan, akhirnya muncul emosi jiwa hingga sampai menangis, dan dengan sendirinya memukul-mukul bagian tubuh yang pernah melakukan dosa.

“Bila memukulnya sudah pelan, maka mereka akan meminta ampun dan pukulan pun perlahan berhenti. Tidak ada yang merasa sakit, semuanya karena ekspresi emosi jiwa. Misalnya kalau mulut yang berkata kotor atau berbohong, maka tangan mereka akan memukul mulut, kalau berzina maka mereka akan push up,” jelas Mulyadi. Dosen ini juga memastikan kalaui aktifitas pengajian itu tidak dilarang warga. Buktinya dirinya sudah menyebarkan angket, dan seluruh warga merasa tidak terganggu.

“Saya sudah 13 tahun mengikuti KH Tubagus Solihin sebagai guru saya. Dan semua yang mengikuti pengajian ini, mereka kebanyakan sudah merubah menjadi lebih baik. Semua pengajian ini sesuai dengan ajaran Alquran. Silakan lihat surat Yasiin ayat 65, surat At-taubah ayat 105 dan surat Annur ayat 24. Semua ada landasannya, termasuk dengan Ladunna Hilma, yakni belajar langsung,” demikian Mulyadi. (fiz)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

4 Responses

  1. Bahwa Kajari Bengkulu, H. Suryanto, SH selaku Ketua Pakem Kota Bengkulu memperingatkan dan meminta agar pengajian itu dihentikan dan tidak dilanjutkan lagi saya belum pernah mendengar langsung peringatan itu apalagi mendapat surat resmi. Kalau bisa berita di atas dikonfirmasi kepada bapak H. Suryanto, SH selaku Ketua Pakem Kota Bengkulu.

    Yang ada adalah saya diminta oleh Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Bengkulu melalui surat nomor 451.1/114/B agar menyampaikan laporan tertulis tentang kegiatan pengajian. Hal ini sudah saya penuhi.

    Dalam pertemuan di kantor Kapolsek Muara Bangkahulu tanggal 23 Mai 2013 yang menyatakan pengajian yang saya kelola sesat hanya ketua MUI Bengkulu, bapak Rusdi Syam. Saya mengira beliau kurang periksa saja. Beliau juga tidak mengetahui bahwa Ketua MUI Bengkulu terdahulu yang berpendidikan S3 agama dan saat ini memimpin salah satu Universitas di Provinsi Bengkulu juga mengikuti pengajian ini. Silakan dicek kebenarannya.

    Sebaiknya beliau tidak membabi buta menuduh kajian yang saya kelola sesat tetapi memperhatikan ayat-ayat berikut.

    Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS 49:6)

    Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (QS 24:11)

    • luapan emosi koq mukul2 diri sendiri pak???? Mukul diri sendiri berarti menganiaya diri sendiri , apa ada ya di dalam Al Quran dan Sunnah cara meluapkan emosi dengan memukul diri sendiri??? apa ini jg gak termasuk salah satu ayat yg bapak mulyadi kemukakan;
      “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS 49:6)

      Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (QS 24:11)
      maaf saya cuma bertanya dan heran saja karena belum pernah saya mengetahuinya,,?

  2. Deni Azhardi: Betul, jangankan bagi orang yang memohon kepada Allah supaya ditunjukkan atau diingatkan kembali kesalahannya pada masa lalu, orang yang menyesali perbuatannya saja ada kalanya memukul-mukul kepalanya sendiri.

    Pahami ayat-ayat berikut:

    Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS 36:65)

    pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS 24:24).

    Pada masa Nabi S.a.w ada orang yang datang menghadap beliau untuk mendapatkan pelajaran dan untuk ‘mensucikan diri’.

    Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa) atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya (QS 80:3 dan 4)

    Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 9:105 da 106).

    • pak mulyadi saya ingin bersilaturahmi ke tempat bapak, bolehkah saya minta alamat atau contac person bapak? tks

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*
*