Haji Mengacu Kuota Kabupaten/Kota

Kurnadi Sahab

Kurnadi Sahab

BENGKULU – Calon Jemaah Haji (CJH) se Provinsi Bengkulu boleh bernafas lega. Tahun ini Pemprov Bengkulu belum menerapkan kuota provinsi untuk pemberangkatan haji, kuota CJH masih mengacu ke kabupaten/kota seperti tahun ini. Penegasan ini disampaikan Karo Kesra Setdaprov Bengkulu, Drs. H. Kurnadi Sahab.

Dia mengakui meski sudah ada kebijakan kuota haji dikembalikan pada kuota provinsi, namun masih banyak hal yang harus dipersiapkan. Sehingga kebijakan gubernur tetap mengacu kuota kabupaten/kota. Rencananya baru tahun depan akan diefektifkan.  “Teknis belum siap. Jadi masih seperti yang berjalan selama ini pelaksanaannya. Insya Allah (tahun depan,red),” tegas Kurnadi Sahab ditemui di Kantor Gubernur, kemarin

Ini terjadi lantaran pemprov masih fokus mempersiapkan Bandara Fatmawati-Soekarno menjadi embarkasi antara haji. Dalam waktu dekat akan disetujui Kementerian Agama RI. Bila tahun depan pelaksanaan haji menggunakan kuota provinsi, maka daftar urut haji tergantung dengan siskohat. “Sistemnya siapa daftar duluan, ditarik tingkat provinsi. Tidak ada jemaah kabupaten atau kota, yang ada jemaah haji provinsi,” terang Kurnadi Sahab.

Di bagian lain dia mengatakan persiapan embarkasi antara tinggal menunggu keputusan dari Kementerian Agama. Namun mereka yakin, sebab sebelumnya Kementerian Agama sempat mengeluarkan surat per 16 April lalu yang isinya mempertimbangkan usulan Pemda Provinsi tersebut. “Rencananya 7 Mei akan ada ekspos di Kementerian Agama. Tim yang terdiri dari perwakilan Kemenag, Imigrasi Bea Cukai dan Pemda Provinsi akan datang. 85 persen sudah siap. Saya kira, tidak jauh dari ekspos sudah ada keputusannya. Paling lama 3 hari untuk administrasi surat menyurat. Kalau sudah, nanti saya infokan,” tambah Kurnadi Sahab.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Provinsi Bengkulu H Suardi Abbas, SH,MH menjamin dengan diterapkannya pendaftaran CJH melalui kuota provinsi akan bebas dari kecurangan atau CJH eksodus. Selain itu akan lebih mempercepat proses pendaftaran serta pelunasan biaya storan keberangkatan awal. Pihaknya juga merencanakan penerapan jalur kuota provinsi itu terhitung pendaftar di Januari 2013 ini. Tujuannya selain mematuhi aturan Kementerian Agama Pusat, juga untuk mengurangi banyaknya CJH yang tidak bisa berangkat nantinya.

Suardi mengimbau CJH yang sudah mendaftar sebelum tahun 2013 itu tidak perlu khawatir. Bagi CJH yang sudah mendaftar di tahun 2010 atau 2011 lalu itu masih bisa berangkat. Akan tetapi sesuai dengan jumlah daftar tunggu tingkat provinsi yang sudah ada sekarang ini sebanyak 1.614 orang, maka diperkirakan delapan daerah atau kabupaten yang tidak bisa berangkat mulai tahun 2017-2019 mendatang.  Artinya kuota untuk tiga tahun berturut-turut itu akan diisi masyarakat Kota Bengkulu dan Rejang lebong yang sekarang sudah memasuki daftar tunggu 2020.

‘’Sampai detik ini belum ada kata final secara resmi dari Gubernur mengenai rencana pengelolaa kuota haji melalui provinsi. Jika sudah final seharusnya Gubernur bisa menembuskan keputusan itu ke kami. Kemudian keputusan itu disampaikan ke Bupati dan Walikota di Bengkulu. Supaya bisa disampaikan ke masyarakat. Jika cepat diputuskan diharapkan masyarakat dalam kurun waktu 2 tahun ke depan itu sudah berpikir bisa mendafarkan diri dengan cepat, jika ingin cepat berangkat melalui kuota provinsi,’’ tegas Suardi Abbas.

Pihaknya juga sudah dapat informasi Selasa (7/5) Dirjen Haji pusat bersama Dinas Perhubungan dan rombongan lain akan datang ke Bengkulu. Tujuannya mendengarkan pemaparan Gubernur Bengkulu mengenai kesiapan jalur penerbangan embarkasi antara. Dari hasil penilaian Dirjen itulah apakah Provinsi Bengkulu layak berangkat melalui jalur embarkasi antara atau tetap seperti tahun sebelumnya.

‘’Selama ini CJH Bengkulu selalu menginap di Padang Sumatera Barat. Namun tahun ini diupayakan melalui jalur embarkasi antara. Artinya CJH menginap di Asrama Haji Bengkulu dan diberangkatkan Padang. Di Padang tidak lagi menginap, melainkan langsung ke Madinah. Untuk mencapai syarat itu, kesiapan seperti penginapan harus benar-benar matang. Begitu juga jalur perhubungnya,’’ pungkas Suardi Abbas.(ble/che)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: