Hanya Empat CJH Mukomuko Berangkat Haji

hajjRAKYAT BENGKULU, OL - Jika seluruh kepala daerah di Bengkulu menyetujui rencana mengembalikan kuota haji ke provinsi, tahun ini hanya empat calon jemaah haji (CJH) asal Mukomuko yang menunaikan ibadah. Saat ini rencana Gubernur Bengkulu itu masih ditolak Kabupaten Mukomuko.

“Bukan hanya Kabupaten Mukomuko saja, Bengkulu Utara, Seluma, Kaur pun menolak. Karena hanya mendapatkan jatah yang sangat sedikit,” terang Kepala Seksi Haji dan Urais Kemenag MM, H. Busral, Kamis (28/2).

Saat ini belum ada keputusan apakah kuota haji di setiap kabupaten dikembalikan ke provinsi atau tidak. Namun sebagai acuan seluruh provinsi di Indonesia tidak lagi membagikan kuota haji ke setiap kabupaten.

Seluruhnya Kuota haji ditangani provinsi. Sehingga wajar jika Gubernur Bengkulu berencana mengembalikan kuota haji kabupaten ke provinsi. “Kalau dulu ada satu provinsi lain selain Bengkulu yang membagikan kuota ke kabupaten,” imbuhnya.

Kepastian mengenai kuota ini bakal dibahas di pemda provinsi Maret ini. Sehingga bisa diambil keputusan atas kesepakatan seluruh pemda. “Kita masih menunggu keputusan tersebut. Jika dikembalikan ke provinsi tahun 2013 CJH kita yang diberangkat hanya empat orang. Namun tahun 2014 CJH kita diberangkat 264 orang. Sebenarnya tidak jadi persoalan bagi kami. Waiting list haji saat ini sampai 1.074 orang,” tambah Busral.

Di lain sisi Busral mengatakan perjalanan CJH Mukomuko tahun ini akan lebih jauh. Jika sebelumnya diberangkat  langsung ke Embarkasi Sumatera Barat, tahun ini diberangkatkan dari Bandara Fatmawati. CJH Mukomuko akan diinapkan di asrama haji. Kemudian dari Bengkulu akan diterbangkan dengan pesawat menuju Embarkasi Sumatera Barat. Tanpa menginap langsung pindah pesawat untuk diterbangkan ke Jeddah. “Ada perubahan rute perjalanan,” tutur Busral.

Dengan perubahan rute perjalanan itu tidak akan mengubah biaya perjalanan haji. Sebab sesuai dengan undang-undang (UU) nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dinyatakan transportasi jemaah haji dari satu kabupaten ke kabupaten kota lainnya dalam provinsi biaya perjalanan ditanggung pemerintah daerah kabupaten asal jemaah haji.

Sedangkan perjalanan antar provinsi dibayar pemerintah provinsi asal calon jemaah haji. “Tidak ada penambahan biaya karena biaya perjalanan antar kabupaten dan antar provinsi ditanggung pemerintah daerah,” demikian Busral.(del)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*
*