Honorer Baru Wajib Dicoret

Honorer-1-okBENGKULU - Anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu Dr. Ahmad Badawi Saluy, M.Si meminta agar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mentransparankan nama-nama honorer yang masih aktif dan tidak aktif bekerja. Selain itu, BKD dinilai wajib mencoret nama-nama honorer baru yang diduga direkrut sejak Januari lalu.

       “Wajib diumumkan, supaya bisa jelas. Sekarang ini masih simpang siur informasi yang ada. Seperti pencoretan nama honorer tidak diberitahukan alasannya, dengan dibiarkan tetap masuk bekerja. Sementara terdapat ada honorer baru. Kalau terbukti ada honorer baru, wajib dicoret. Karena aturan tidak membolehkan lagi ada perekrutan honorer baru,” ujar Badawi usai menerima kehadiran 12 honorer di lingkungan Pemda Kota di kantor DPRD Kota Bengkulu, Sabtu (5/4).

       Badawi juga berjanji akan memanggil BKD Kota Bengkulu pada Selasa (9/4). “Dari apa yang sudah disampaikan dan didengar sendiri dari para honorer, terungkap bahwa ada indikasi adanya banyak honorer baru. Dan itulah yang nantinya akan kami pertanyakan dengan BKD. Sebab perekrtutan honorer baru itu harus diberitahukan oleh Dewan,” kata Badawi.

       Dalam dialog, 12 honorer tersebut, yakni Suislan, Herman Cucu, Yuendy Chrysma, Wisnu M, Usman Effendi, Aprian Budiman, Dikian Sastra Wijaya, Hilda Kusmita, Asmita, Sri Hidayawati, Yeni Kusnita dan Zulfikar meminta bantuan DPRD terkait nasib mereka. Lantaran nama mereka sudah dicoret tanpa sepengetahuan.

       “Kedatangan kami ke sini minta pendampingan dengan dewan untuk menanyakan kejelasan nasib kami. Karena SPT (surat perintah tugas) kami juga belum dikeluarkan. Ketika kami tanya dengan BKD, mereka menyatakan tidak tahu,”kata Sri Hadayati, honorer staf kantor kelurahan Lingkar Barat.

       Menurut Sri, pada Rabu (2/4), sejumlah honorer menerima gaji. “Ketika kami cek nama kami di daftar gaji, ternyata nama kami sudah tidak ada. Padahal kami setiap hari absen. Pas kami tanyakan kenapa nama tidak ada di daftar gaji, alasannya SPT. Nah kalau soal SPT, keseluruhan itukan memang belum dibagikan. Kami curiganya, dari situlah nama kami dicoret. Kalau emang nama kami dicoret sebelumnya, kami minta hak kami yang 3 bulan itu dibayar. Apalagi saya ini sudah bekeluarga,” ujar Sri.

       Senada disampaikan Aprian Budiman, honorer di Kabag Umum Setda Pemkot. Menurutnya, upaya mempertanyakan SPT kepada pimpinan, tidak kunjung mendapatkan kejelasan.  “Awalnya saya menanyakan soal SPT kepada atasan saya. Beliau lalu menjawab, soal SPT kalian tunggu di rumah saja. Nanti akan diumumkan. Saya tanya secara jelas, pimpinan saya tidak bisa jawab. Makanya kami sangat berharap dewan bisa membantu dan mendampingi kami agar persoalan ini segera tuntas,” kata Aprian.

       Bila namanya memang sudah dicoret sebagai honorer, Aprian meminta pimpinanannya atau BKD Kota memberikan alasan secara jelas. Pasalnya selama ini SPT keseluruhan honorer belum dibagikan. “Dari hasil verifikasi dulu, juga tidak diumumkan hasilnya apa. Kami minta alasannya jelas. Kalau bisa diumumkan ke publik nama-nama honorer. Kalau ada nama honorer yang baru, kan bisa dipertanyakan,” kata Aprian. (new)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. ass, terima kasih kepada anggota dewan kota bengkulu, yang peduli dengan nasib honorer, namun satu hal yang perlu diingat dan dipertimbangkan bahwa daftar nama honorer yang masuk dalam database K2, pertama di publikasikan setelah selesai perifikasi bulan Desember tahun 2010 di Koran Rakyat Bengkulu, yang menjadi pertanyaan kita sebagai honorer K2, kok nama yang protes gak tertera disana bagaimana mau dicoret memang namanya gak ada…, terima kasih…

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: