Jadwal Tes CPNS Pemprov – Pemkab Beda

CPNS CATBENGKULU – Lima Pemda Kabupaten di Bengkulu memastikan tidak akan menggunakan sistem Computer Asisted Test (CAT) pada seleksi CPNS mendatang. Mereka lebih memilih menggunakan sistem komputer dengan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Hal itu terungkap dalam rapat pemantapan antara Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten dengan BKD Provinsi Bengkulu di Kantor Gubernur, Senin (26/9) siang.

Kelima Pemda yang menolak menggunakan sistem CAT itu yakni Pemda Seluma, Pemda Rejang Lebong, Pemda Bengkulu Tengah, Pemda Kepahiang dan Pemda Lebong. Sedangkan Pemda Pemda Provinsi memastikan tetap menggunakan tes CPNS.

Dengan demikian penyelenggaraan jadwal tes CPNS di Pemda Provinsi dengan 5 Pemda Kabupaten itu juga dipastikan berbeda. Seperti yang dilansir dari situs Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), secara garis besar tes CPNS 2013 ini terbagi menjadi tiga kelompok. Ujian tulis CPNS baru kelompok tenaga honorer K2 dan pelamar umum LJK, dilaksanakan pada 3 November. Sedangkan ujian online kelompok pelamar umum dengan sistem CAT dilaksanakan mulai 29 September hingga November.

“Dalam rapat tadi (kemarin,red), mereka menjelaskan karena mereka tidak mempunyai alat maupun tempat yang memadai untuk menggunakan sistem CAT. Berbeda dengan Pemda Provinsi, (Melaksanakan dengan sistem CAT,red), akan bekerjasama dengan Unib,” terang Kepala BKD Provinsi Bengkulu, Tarmizi, B.Sc, S.Sos usai memimpin rapat.

Meski demikian, kelima Pemda Kabupaten itu tetap tidak menyalahi aturan. Sebab tahun ini, KemenPAN-RB masih memberikan toleransi untuk menggunakan sistem LJK. Hasil rapat, diketahui juga pemerintah daerah siap melaksanakan tes CPNS. “Tahun depan baru wajib semuanya menggunakan sistem CAT,” tambah Tarmizi.

Dibagian lain, peluang para pencari kerja (pencaker) untuk mendaftar dan lolos dalam tes CPNS di Bengkulu sepertinya terbilang cukup kecil. Selain kuota CPNS yang terbatas atau hanya 319 orang se Provinsi Bengkulu, formasi yang diberikan oleh KemenPAN-RB, juga terbilang tidak beragam atau hanya didominasi tenaga guru dan tenaga teknis tertentu.

Meski demikian para pencaker jangan berputus asa terlebih dahulu. Karena bila tidak menemukan formasi yang cocok di Bengkulu, pencaker dapat hijrah ke provinsi lain. Salah satunya Pemda Provinsi DKI Jakarta.Berdasarkan salah satu situs jejaring sosial http://www.beritajakarta.com, Pemda Provinsi DKI Jakarta kembali membuka pendaftaran CPNS sebanyak 1.515 orang. Waktu pendaftaran akan berlangsung mulai 1-20 September secara online.

Kepala BKD DKI Jakarta, I Made Karmayoga mengatakan, berdasarkan proporsi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB), yakni 20 persen, 30 persen dan 40 persen. Namun pihaknya membuat simulasi yang berbeda yakni 20 persen untuk tenaga pendidik, 35 persen untuk tenaga kesehatan, dan 45 persen untuk tenaga teknis dan umum.”Kita dapat alokasi formasi sejumlah 1.515. Jumlah tersebut untuk umum,” ujar Made, Minggu (25/8).

Seperti diketahui, dari data yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu, jumlah pencaker yang terdaftar mencapai 20.938 per Juli 2013. Jumlah pencaker yang ada, sangat jauh lebih banyak dibandingkan dengan kuota CPNS yang diberikan KemenPAN-RB kepada pemerintah daerah se Provinsi Bengkulu yang mencapai 319 orang. Rinciannya  Pemprov 144 orang, Pemda Seluma 30 orang, Pemda Rejang Lebong 35 orang, Pemda Bengkulu Tengah 50 orang, Pemda Kepahiang 30 orang dan Pemda Lebong 30 orang.

Sementara Kepala BKD Provinsi Bengkulu, Tarmizi, mengatakan tidak masalah bila ada pencaker asal Bengkulu mengikuti tes CPNS di DKI Jakarta. “Tes CPNS akan dilaksanakan secara secara online. Namun berkasnya juga harus disampaikan secara langsung pada waktunya,” terang Tarmizi.

Dia menjelaskan, tahun ini pendaftaran dilakukan secara serentak. Pencaker asal Bengkulu dapat mendaftar ke Provinsi lain. Termasuk pencaker dari provinsi lain, dapat mendaftar di Bengkulu. “Namun jangan daftar di dua tempat yang berbeda. Tidak bisa, karena teregister secara online nomor KTP dari masing-masing pelamar. Bahkan bisa-bisa dicoret,” kata Tarmizi.

Dibagian lain, dia mengatakan pihaknya akan terus berupaya agar tes CPNS berjalan secara bersih dan jauh dari kecurangan. Salah satunya tidak mengizinkan agar peserta tes CPNS menggunakan fasilitas handphone saat tes. “Seperti biasa tidak boleh membawa handphone. Kalau ada, paling dimasukan dalam tas lalu dikumpulkan ke dalam ruangan,” kata Tarmizi. (ble)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: