Kemendagri Kewalahan, E-KTP Belum Merata

BENGKULU – Meski Dinas Dukcapil Kota melalui kantor kecamatan sudah mulai membagikan E-KTP yang sudah selesai dicetak, namun E-KTP warga masih belum merata dibagikan. Dalam satu keluarga meski serempak dilakukan perekaman data, namun bisa saja tidak berbarengan menerima E-KTP.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota, M. Dani, SH, E-KTP se Indonesia dicetak di Kemendagri. Hal itulah yang menyebabkan E-KTP yang selesai dicetak tidak merata, sehingga bisa saja terjadi dalam satu keluarga menerima E-KTP tidak berbarengan.

Diketahui, sejauh ini E-KTP yang sudah selesai dicetak dan didistibusikan ke warga baru sebanyak 12 ribu lembar. Sementara warga yang sudah melakukan perekaman data E-KTP sudah mencapai 211.900 jiwa lebih dari jumlah wajib E-KTP 268.241 jiwa.

“Kita baru saja kembali mendapatkan kiriman E-KTP. Tapi hanya 499 lembar. Kadang ada kiriman 800 lembar. Jumlahnya bervariasi. E-KTP yang sudah jadi langsung dikirim oleh Kemendagri. E-KTP yang kami terima langsung didistribusikan ke kecamatan. Selanjutnya petugas di kantor camat yang membagikannya ke warga,” terang Dani kepada RB, kemarin (26/9).

Tambah Dani, 499 lembar E-KTP yang baru saja dikirim Kemendagri via Pos Indonesia semuanya milik warga di enam kelurahan di Kecamatan Muara Bangkahulu. “Pengambilan E-KTP diserahkan pada kecamatan masing-masing. Untuk memudahkan warga pihak kecamatan memberikan data kepada kelurahan nama-nama warga yang bisa mengambil E-KTP. Pihak kecamatan juga menjadwalkan pengambilan untuk tiap kelurahan agar warga yang mengambil E-KTP berlaku tertib. Yang harus mengambil E-KTP adalah warga pemilik E-KTP itu sendiri, karena saat pengambilan akan kembali dicocokkan sidik jari, iris mata dan tanda tangan,” paparnya.

Dani menjelaskan sampai saat ini perekaman data E-KTP terus berlangsung di kantor kecamatan. Pembuatan E-KTP gratis akan tetap dilayani hingga 31 Desember 2012. Setelah habis masa itu, Dinas Dukcapil akan menunggu instruksi dari Kemendagri, apakah pembuatan E-KTP akan dikenakan biaya atau tidak.

Dani juga mengungkapkan E-KTP mempunyai banyak manfaat. Salah satunya untuk digunakan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2014, Pilpres dan Pilkada berikutnya. Hal ini dikenal dengan istilah E-Voting. Satu nomor E-KTP yang terdaftar hanya satu pemilik hak suara, sehingga tidak akan ada lagi mata pemilih ganda atau aksi kecurangan pada pemilu.

“Menurut informasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), E-KTP akan digunakan pada Pemilu 2014 nanti. Tapi untuk pengaplikasiannya kami belum tahu, karena masih dikembangkan di sana,” kata Dani.

Dani menambahkan selain E-KTP menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas dan registrasi data penduduk, E-KTP juga berguna untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dalam skala nasional dan meningkatkan keamanan negara dari terorisme.(uwa)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: