Kerjasama Luar Negeri IAIN Bengkulu Dimulai Oktober

Penyerahan cenderamata dari Rektor IAIN Dr.H.Sirajuddin, M.Ag,MH pada Vice Concellor Aligarh Muslim University disela-sela kunjungan penandatanganan Agreement of Cooperation (AoC).

Penyerahan cenderamata dari Rektor IAIN Dr.H.Sirajuddin, M.Ag,MH pada Vice Concellor Aligarh Muslim University disela-sela kunjungan penandatanganan Agreement of Cooperation (AoC).

KERJASAMA luar negeri Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu segera direalisasikan. Rencananya kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di India tersebut akan dimulai Oktober mendatang. Hal ini diungkapkan Rektor IAIN Bengkulu Dr. H. Sirajuddin, M.Ag, MH kemarin (2/7) di ruang kerjanya.

“Ada 6 universitas yang dikunjungi. Jawaharlal Nehru University, Jamia Hamdard University, Aligarh Muslim University, Sharda University, Jami’ah Millia Univeristy, Institute Management Technology. Namun yang sudah pasti menjalin kerjasama 4 universitas. Jawaharlal Nehru University, Jamia Hamdard University, Sharda University, Jami’ah Millia Univeristy,” jelas Sirajuddin.

Dikatakan, bentuk kerjasama yang akan dilakukan berupa penempatan dosen untuk melakukan short course, post doctoral, pertukaran dosen, studi lanjutan S2 atau S3. Termasuk pengiriman hasil-hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal. “Sedikit agak berat, rangking universitas di sana sudah bagus. Kita coba, kalau tidak bermitra dengan universitas terkenal kita akan terbelakang terus. Kerjasama ini untuk membuka link, supaya percepatan proses transformasi bisa tidak terlalu lama,” bebernya.

Kerjasama, lanjutnya, dimulai Oktober mendatang dalam bentuk seminar. Kedutaan Besar India di Indonesia akan diundang. “Setelah puasa akan dimulai. Kita juga sudah bekerjasama dengan Duta Besar Indonesia di sana (India red). Islamic conference international ini akan mengangkat tema seperti Islamic studies atau hukum Islam,” ujarnya.

Ditambahkan Sirajuddin, India dipilih dengan beberapa pertimbangan. Meski India dikenal dengan penduduk mayoritas Hindu. “Pertama karena undangan Kedutaan Besar di sana. Ternyata pendidikan di India murah dan berkualitas. Termasuk biaya hidup, sangat murah. Kita tidak terlalu kesulitan penyesuaian biaya. Kalau kita ke Eropa mahal,” katanya.

Sekadar perbandingan 1 Rupee sama dengan Rp 180. Bandingkan dengan dollar yang 1 dollar bisa mencapai Rp 10 ribu. “Bidang kedokteran, teknologi, Islamic studies sangat maju. Meski mayoritas penduduknya Hindu, tapi 13 persen dari 1,2 miliar atau sekitar 200 juta penduduknya muslim. Termasuk terbesar kedua di dunia. Kita 230 juta, India tidak kelihatan karena 1 miliarnya itu Hindu,” rincinya.

Seperti diketahui, selama 9 hari mulai tanggal 17-25 Juni 2013 lalu, Rektor IAIN Dr. H. Sirajuddin, M.Ag, MH, bersama Direktur Pasca Sarjana, Prof. Dr. H. Rohimin, M.Ag, MH dan Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Tadris sekaligus Koordinator Kerjasama Luar Negeri, Riswanto, M.Pd berangkat ke New Delhi, India guna melakukan Bench Marking Pendidikan Tinggi. Rektor beserta rombongan berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi dan sekaligus menandatangani Agreement of Cooperation (AoC) dengan beberapa perguruan tinggi di India. (rei)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: