Komisioner KPU Prov Siap Digugat

Irwan Saputra

Irwan Saputra

BENGKULU – Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra, S.Ag, MM mengaku siap digugat jika KPU Provinsi dianggap bersalah secara hukum karena tidak melakukan seleksi ulang 10 besar calon KPU 3 kabupaten/kota yang diduga bermasalah.

Hal itu, menanggapi pernyataan Guru Besar Tata Usaha Negara Unib, Prof. Juanda yang mengklaim KPU Provinsi bersalah. Namun, Irwan menilai itu suatu penilaian yang wajar.

Dipastikannya, seleksi 10 besar calon KPU Kota Bengkulu, Kepahiang dan Bengkulu Utara tidak diulang sudah sesuai mekanisme hukum sebagaimana petunjuk KPU RI dalam Surat Nomor 405 tanggal 13 Juni. ‘’Tidak ada alasan mengulang seleksi calon KPU di 3 kabupaten/kota itu karena alasan pelapor tidak masuk dalam syarat ambil alih seleksi sesuai petunjuk KPU RI, kecuali KPU Kaur,” kata Irwan.

Sebagaimana dalam petunjuk KPU RI, seleksi 10 besar calon KPU kabupaten/kota oleh Timsel KPU kabupaten/kota bisa diulang dan diambil alih KPU Provinsi jika dalam penetapan 10 besar terjadi perpecahan pendapat di antara anggota Timsel. Dalam artian Timsel tidak kompak,  dalam pelaksanaan tes kesehatan terhadap calon KPU tidak menggunakan rumah sakit pemerintah atau terjadi kebocoran soal yang disebabkan oleh KPU.

“Sementara untuk seleksi 10 besar calon KPU di 3 kabupaten/kota itu Timsel kompak. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan di rumah sakit pemerintah serta tidak ada pembocoran soal. Saya rasa langkah yang kami lakukan sudah tepat. Apalagi kami juga sudah mengakomodir laporan yang masuk kepada kami. Bahkan untuk solusinya kami koordinasikan dengan KPU RI,’’ tandas Irwan.

Dilansir sebelumnya, penetapan 10 besar calon KPU Kota oleh Timsel KPU Kota dianggap menyalahi aturan karena Timsel tetap meluluskan calon yang bermasalah karena pernah dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) dari keanggotaan KPU. Penetapan 10 besar calon KPU Kepahiang dianggap cacat hukum karena salah satu anggota Timsel dilaporkan terlibat parpol dan tercatat sebagai anggota Panwascam.

Sedangkan penetapan 10 besar calon KPU Bengkulu Utara dilaporkan karena Timsel dianggap curang, tidak transparan dan ada keberpihakan dengan calon. Sedangkan Kaur karena Timsel tetap memasukkan calon yang tidak disarankan oleh RSJKO Soeprapto karena tidak lulus tes kesehatan dan kejiwaan. Namun sesuai Peraturan KPU Nomor 02 Tahun 2013 tentang Seleksi Anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, jika ada proses yang bermasalah maka prosesnya diulang.(sca)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*
*