KPU Provinsi Siap Digugat

Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra bersama dua anggota, Eko Sugianto dan Zainan Sagiman, saat ditemui wartawan usai rapat pleno penetapan 5 anggota KPU Kota dan Kabupaten. IRPANADI/RB

Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra bersama dua anggota, Eko Sugianto dan Zainan Sagiman, saat ditemui wartawan usai rapat pleno penetapan 5 anggota KPU Kota dan Kabupaten. IRPANADI/RB

BENGKULU – Usai melakukan rapat pleno tersembunyi di Hotel Santika, kelima Komisoner KPU Provinsi Bengkulu menetapkan anggota KPU terpilih di delapan Kabupaten dan Kota Bengkulu. Rencananya hari ini, anggota KPU Kota/Kabupaten terpilih dilantik dan langsung mengikuti bimbingan teknis oleh dua tutor dari Universitas Indonesia (UI), selama tiga hari.

 Sempat didera kabar miring soal pleno penetapan anggota KPU Kota/Kabupaten terpilih yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di luar Sekretariat KPU, dengan tegas Ketua KPU Provinsi Irwan Saputra, S.Ag, MM menyatakan pihaknya siap digugat. Bila ternyata ada kesalahan dalam penetapan anggota KPU terpilih yang didukung bukti dan fakta. Dia juga mengatakan, bila ada diantara anggota KPU yang ditetapkan itu bermasalah sesuai bukti-bukti yang ada, pihaknya akan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) sesuai dengan nomor urut perangkingan.

 Dari informasi diterima RB, ada beberapa anggota KPU terpilih diketahui bermasalah, namun masih diluluskan. Yakni dua anggota KPU terpilih di Kabupaten Bengkulu Utara yang keluarga dekatnya mencalonkan sebagai caleg. Kemudian di KPU Kota, ada anggota terpilih yang suaminya bekerja di Sekretariat KPU. Selain itu umumnya di setiap Kabupaten/Kota anggota KPU terpilih diduga merupakan titipan pihak-pihak yang sangat berkepentingan dalam Pemilu Legislatif dan Pilkada mendatang.

 Kecurigaan adanya lobi-lobi tertentu dari pihak berkepentingan ke KPU Provinsi, menguat karena alotnya penetapan 5 anggota KPU terpilih masing-masing kabupaten dan kota. Pleno dilakukan sembunyi-sembunyi di tempat yang dirahasiakan dari akses dan pantauan media.

 Terkait adanya anggapan tersebut, Irwan Saputra menegaskan hal itu tak benar. Pihak juga tak berniat mengulur-ulur waktu penetapan 5 anggota KPU terpilih karena ada kepentingan pihak tertentu. Dia beralasan baru mengumumkan anggota KPU terpilih (lengkapnya lihat grafis) karena proses plenonya memang baru selesai.

 Dikatakan Irwan, pleno mulai digelar Jumat (20/6) pukul 15.00 WIB dan berakhir Sabtu(22/6) pukul 00.05 WIB dini hari. Dilakukan tersembunyi, dimaksudkan menghindar dari kemungkinan adanya interpensi atau lobi-lobi dari pihak tertentu. Pleno dibuat betul-betul steril dari pihak luar, sehingga penetapan anggota KPU terpilih memag murni sesuai penilaian dan mekanisme yang ada. Pleno tak hanya menetapkan calon terpilih saja, tetapi juga mengkaji dari semua proses tahapan.

 Termasuk pihaknya kembali membuka rekaman dan gambar serta dokumen terkait proses fit and proper test. Dalam penentuan lima besar anggota KPU itu menurut Irwan berdasarkan 11 kretria. Diantaranya soal integritas, kepemimpinan, keperibadian, sistem politik, kepemiluan, serta beberapa kretria lainnya. Termasuk mempertimbangkan bagi yang pernah menjadi anggota KPU alias incumbent.  ‘’Kami dalam menentukan rapat pleno itu tidak berseberangan satu sama lain, semuanya satu suara, sejalan. Jadi keputusan dari hasil pleno ini tidak bisa diganggu gugat lagi. Mengenai adanya putusan sela PTUN soal gugatan seleksi calon KPU di Kabupaten Lebong, tidak akan mempengaruhi hasil pleno penetapan anggota KPU terpilih. Sebab kami belum menerima putusan tersebut. Kemudian yang digugat juga adalah timsel bukan KPU provinsi,’’ terang Irwan didampingi Devisi Hukum dan Pengawasan Zainan Sagiman, SH.

 Dikatakan Irwan, dengan telah ditetapkannya anggota KPU Kabupaten/Kota tersebut maka pihaknya langsung memberikan surat undangan untuk proses pelantikan. Rencananya pelantikan dilakukan di Hotel Santika, hari ini pukul 15.00 WIB. Pihaknya meminta agar seluruh anggota KPU terpilih untuk dapat hadir.

‘’Jadi sampai saat ini mengenai adanya calon terpilih yang diduga masih ada hubungan dengan caleg sebagai peserta pemilu dan suaminya berkerja di KPU itu belum didapati dengan jelas. Namun bila ada bukti dan data itu bisa diproses untuk dilakukan PAW. Artinya jika memang benar terjadi pergantian, maka calon dengan nomor urut berikutnya sesuai perangkingan yang akan ditunjuk,’’ ujar Irwan.

 Lanjut Irwan, para anggota KPU terpilih itu nantinya wajib mengikuti proses orientasi. Pelaksanaannya dilakukan di salah satu hotel di kawasan Pantai Panjang. Tentunya tujuan orientasi itu bukanlah pembekalan melainkan untuk pematangan serta melihat kedisiplinan serta hal-hal yang berkaitan dengan tupoksi anggota KPU.

 Tak hanya anggota KPU tetapi Sekretaris di masing-masing KPU juga akan mengikuti orientasi .Kemudian juga anggota KPU terpilih juga nantinya diharapkan dapat melaksanakan tugas berat pertamanya yakni melakukan verifikasi faktual seluruh calon peserta pemilu. Selain itu pihaknya juga akan meminta selama proses orientasi masing-masing KPU segera menentukan strukturnya atau penentuan susunan organisasi mulai dari ketua, devisi serta bagian-bagian lainnya.

‘’Pokoknya setelah orientasi masing-masing KPU di delapan Kabupaten Kota itu sudah ada ketua dan susunan strukturnya. Sehingga tahapan pemilu bisa cepat dan benar. Kemudian jika ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan tidak dilakukan keputusan secara gegabah. Melainkan harus berdasarkan aturan yang sudah ada,’’ demikian Irwan.(che)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*
*