Massa Ngamuk di Rumah Anggota Dewan

Rumah kos milik anggota DPRD Provinsi yang digerebek semalam.MASRI/RB

Rumah kos milik anggota DPRD Provinsi yang digerebek semalam.MASRI/RB

BENGKULU – Kerusuhan besar nyaris pecah di Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu kemarin malam. Itu setelah puluhan warga melakukan penggerebekan di kediaman milik anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Puspa Juwita di Jalan Seruni 3 RT 9/ 2 Kelurahan Nusa Indah digerebek warga.

Pemicunya, salah seorang mahasiswa kesehatan, Eg (23) yang ngekos di rumah tersebut, kedapatan bekurungan dengan pacarnya, Je (20) rekan sekampus yang tinggal di Jalan Museum Kelurahan Jembatan Kecil.

Kedua pasangan ini digerebek sekitar pukul 23.00 WIB. Saat digerebek, kondisi Je tidak mengenakan pakaian. Gilanya lagi, aksi mesum tersebut terjadi, saat warga tengah melakukan takziah di salah satu rumah warga.

          Keributan terjadi setelah penggerebekan berlangsung. Di tengah kerumunan massa, tiba-tiba muncul 2 orang pria rekan Eg di TKP. Dua orang ini datang karena sebelumnya di-SMS oleh Eg agar datang karena butuh pertolongan. Keduanya tidak tahu kalau saat itu, Eg digerebek karena kasus mesum.

          Entah siapa yang memulai, terjadi cekcok mulut antara kedua pria tadi dengan warga yang berkumpul, termasuk putra pak RT, Dayat. Saat keributan tersebut, salah seorang pria teman Eg mencabut keris di belakang pinggang.

          Namun hal tersebut justru menyulut emosi warga yang memang sedang panas. Tanpa ada yang mengomando, secara spontan warga beramai-ramai menghajar kedua pria ini. Pukulan dan tendangan tangan kosong pun mendarat di tubuh keduanya. Untuk menyelamatkan nyawa keduanya, aparat yang berada di lokasi setelah dihubungi warga, melepaskan tembakan peringatan ke udara. Akhirnya, kedua teman Eg tersebut berhasil diselamatkan dengan dibawa ke rumah Ketua RT 9 Nusa Indah dalam kondisi babak belur.

          “Saya sempat terkena pukulan saat menyelamatkan keduanya. Bahkan darahnya masih ada di depan rumah saya. Memang mereka mereka yang salah, datang-datang langsung bawa pisau dan mau melukai warga. Tapi keduanya sudah dilepaskan,” ujar Ketua RT 9 Nusa Indah, Usman.

          Setelah keduanya diamankan di rumah Ketua RT, datang lagi 2 orang pria menggunakan motor ke dekat TKP. Keduanya juga masih teman Eg. Tapi sebelum keduanya mendekati kerumunan massa, sudah dicegah lebih dulu oleh beberapa warga lain. Beruntung kedua pria yang datang belakangan tersebut menurut dan langsung pergi dari lokasi, sehingga terhindar dari amukan massa.(fiz/zie)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. wah….. terus aja kejadian seperti ini yang masalah narkoba juga terjadi dirumah anggota dewan cuma beda tempat satu di curup satu dibengkulu……cak mano mau benar daerah kito ko.yang menjadi wakil dilingkungan rumah saja gak bisa dikontrol cak mano mau ngontrol daerah….?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*
*