Mengenang Giovani Harber; Putra Kermin yang Tewas Saat Balapan

Gio (anak kermin) meninggal kecelakaan roadrace dikepahing..Duka masih menyelimuti dunia otomotif Bengkulu. Pembalap muda berbakat asal Tim Bima Racing Sport (BRS) Kota Bengkulu, Giovani Harber (17), tewas secara tragis saat sedang berlomba di sirkuit non permanen, Komplek Perkantoran Pemda Kepahiang di Kelobak, Minggu (30/6). Berikut sosok Giovani di mata guru dan teman-teman.

ARIE SAPUTRA WIJAYA, Kota Bengkulu

Sirkuit Kelobak menghadirkan dua kenyataan berbeda bagi Giovani. Desember tahun lalu, Gio —sapaan akrabnya— berjaya di sirkuit tersebut dan menjadi juara pertama. Tapi siapa sangka, enam bulan kemudian, di sirkuit itu pula dia menemui kematian. Ini betul-betul rahasia Tuhan.

Gio dikenal sebagai sosok siswa yang baik dan tidak banyak ulah di sekolah. Hal ini dituturkan oleh wali kelasnya di kelas XI IPA Unggul II SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu, Lisdawati Khaironisa, S.Pd. Terbukti, Gio bisa masuk dalam kelas unggulan yang mana salah satu persyaratan untuk bisa duduk di kelas unggulan selain memiliki nilai akademik yang tinggi adalah harus pintar mengaji dan memiliki pengetahuan ibadah yang baik.

“Gio anaknya cerdas dalam setiap pelajaran, dia juga merupakan siswa yang pendiam serta sikapnya yang sopan dan selama bersekolah disini Gio tidak pernah terlibat permasalahan atau pun berkelahi dengan siswa lainnya,” terang Lisda.

Terakhir kali Lisda bertemu dengan Gio yaitu pada saat pembagian rapor. Saat itu, ia sempat mengingatkan Gio agar berhenti dulu balapan dan fokus dulu untuk belajar karena saat ini sudah kelas XII. Saat ditanya seperti itu, seolah sudah ada tanda-tanda pada Gio. Sebab, dia sempat berucap bahwa balapan di Kelobak 30 Juni itu adalah balapan terakhirnya.

“Iya, buk. Minggu depan terakhir kalinya Gio ikut balapan. Setelah itu Gio fokus pada pelajaran,” ungkap Lisda menirukan kalimat yang diucapkan Gio saat pembagian rapor lalu.

Selain sopan, Gio juga memiliki sifat yang setia kawan dan dikenal royal di kalangan teman-teman sekelasnya, Gio juga sosok siswa yang sportif. Tak heran jika banyak pihak yang terpukul dengan kematiannya. “Banyak orang yang beranggapan bahwa Gio adalah anak bandel dan suka hura-hura karena melihat kejadian Ayahnya ditangkap polisi karena kasus narkoba. Namun Gio tidak seperti itu, 180 derajat Gio adalah sosok anak yang baik dan berbeda dari yang difikirkan orang banyal,” jelas Lisda.

Keluarga Giovani memang sedang dalam cobaan. Ayahnya, Kermin ditangkap polisi terkait kasus Narkoba. Begitu juga ibu dan seorang kakaknya juga ditangkap terkait kasus yang membelit ayahnya. Saat jenazah Gio akan dimakmkan, sang ayah tidak bisa mengantar sampai ke pemakaman karena tidak mendapat izin dari pengadilan.

Hal serupa juga disampaikan oleh teman sekelas Gio, Alan Triansyah. Ia menjelaskan bahwa Gio adalah sahabat yang supel dan tidak pernah memilih teman dalam pergaulannya, selain itu Gio juga sosok yang enak diajak bercerita dan curhat, karena memang Gio tidak pernah mau melihat teman-temannya ada masalah.

 Alan mengatakan, terakhir kalinya ia bertemu Gio yakni pada hari Jumat (29/6) lalu, dimana sebelumnya Gio sempat mengajak Alan untuk ikut menyaksikannya balapan di Kepahiang, namun entah mengapa tiba-tiba melalui telepon Gio melarang Alan untuk ikut karena alasannya bahwa Kepahiang panas pada hari tersebut. “Dak usah lah kau pai, Lan. Paneh di siko,” (Tidak usahlah kamu pergi, Lan. Panas di sini,) ujar Alan meniru kalimat Gio.

Akhirnya Alan pun mengurungkan niatnya untuk menyaksikan sahabatnya tersebut balapan. Namun sebelum menutup teleponya, Gio sempat meminta maaf kepada Alan. Namun apa yang dimaksudkan dengan kata ‘maaf’ tersebut pun Alan tidak tahu.

Sama halnya dengan Alan, salah satu teman sekelas Gio, Gita Ayu Soraya, mengatakan bahwa Gio adalah teman yang paling takut kalau diajak bolos sekolah dan juga tidak pernah segan untuk memabantu teman jikalau ada kesulitan. “Terakhir kalinya bertemu Gio, saat pembagian rapor. Saat itu Gio ngajak foto bareng, namun anehnya tidak seperti biasa, saat foto bareng tersebut Gio merangkul saya,” cerita Ayu (sapaan Gita, red).

Terkait apakah ada sikap yang aneh dari Gio sebelum meninggal, Ayu mengatakan bahwa seminggu sebelum Gio meninggal di arena balap, Gio sempat minta kepada Ayu agar membangunkannya pagi hari saat salat subuh. “Tolong banguni kakak salat subuh yo, dek. Kakak sering nian telat salat subuh,” (Tolong bangunkan kakak salat subuh ya, dek. Kakak sering telat salat subuh) ujar Gio seperti yang ditirukan Ayu.

Gio juga sempat mengatakan kepada Ayu bahwa dirinya akan mulai fokus belajar pada kelas XII nantinya, dan Gio juga mengatakan bahwa balapan tersebut merupakan balapan terakhirnya sebelum fokus belajar. “Status BBM terakhir Gio 5 jam sebelum kecelakaan tersebut mengatakan ‘Alhamdulillah semuanya masuk final’,” jelas Ayu. (**)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

10 Responses

  1. semoga kamu tenang di sana kawan.
    dan semoga surga tempat terbaik mu.

  2. selamat jalan pembalap bengkulu berbakat,saya sangat sedih meski saya tak mengenalmu,
    di mana saat kejadian tersebut di depan mata kepala saya,semoga kamu tenang di sisi yang kuasa (amien ya rabbal alamin)

  3. selamt jaln gio albert semoga dapt tempt?
    yang layak dan tarsenyum la di sanah

  4. slamat jalan kawan ,, kami semua mrindukan mu ..

  5. salam gass oll 1 aspal ,,,kami turut berduka
    wahyu mentosingin

  6. selamat jalan teman semoga kau tenang di alam sana

  7. we love you #15

  8. salam gaspoll #058
    saya turut berduka cita
    atas kepergiannya gio albert
    smoga amal perbuatanya diterima amiiinnn

    #ihsan_MJM

  9. selamat jalan #15

  10. Selamat jalan
    amb terus kn bakat kw

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: