Mengunjungi Pengrajin Batu Akik di Mukomuko

Pengrajin batu akik-1Demam batu akik melanda di mana-mana.Bengkulu termasuk salah satu daerah memiliki banyak pengrajin batu akik. Salah satunya di Kabupaten Mukomuko. Wartawan koran ini sempat mengunjungi beberapa pengrajin batu akik. Ternyata bisnis ini memiliki prospek menggiurkan. Berikut laporannya.

ADE HARYANTO
Mukomuko

A Bunyamin alias Amin tampak sedang fokus menghadap alat pengasah batu ketika koran ini datang berkunjung. Dia butuh fokus supaya bisa menghasilkan karya terbaik sehingga tidak mengecewakan konsumen. Maklum, dalam sehari Bunyamin bisa menerima 30 sampai 40 order pembuatan batu akik.
“Kalau saya setiap harinya duduk di depan alat pengasah batu akik ini. Dari pagi sampai menjelang malam terus bekerja melayani warga yang memesan batu akik,” tutur Bunyamin.
Hasil buatannya yang indah, membuat orang berdatangan. Tak hanya dari Mukomuko, pemesan juga datang dari berbagai daerah termasuk dari Bengkulu, Jambi dan Padang. Demam batu akik ternyata bukan hanya melanda warga Provinsi Bengkulu, tapi juga melanda warga dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatera Barat (Sumbar).
Bukan hanya melanda orang dewasa, penggemar batu akik juga dari berbagai kalangan dari pejabat hingga penegak hukum, dari pengusaha hingga remaja usia sekolah. Wajar bila para pengrajin batu akik kebanjiran order.
Dalam sehari, para pengrajin bisa meraup penghasilan Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Artinya, dalam tempo satu bulan mereka bisa meraup penghasilan sampai Rp 30 sampai Rp 60 juta.
Bunyamin yang membuka usaha di depan SPBU Air Punggur Kota Mukomuko mengatakan dalam sehari dia mendapatkan order pembuatan batu akik dari 30 – 40 buah. Dari hasil kerjanya mengasah batu, dia mendapat upah Rp 25 ribu. Itu jika bahan batu akiknya dari pemesan, lain halnya jika bahan batu akiknya itu berasal dari pengrajin seperti dirinya, bisa-bisa satu batu akik yang bagus seperti jenis Limau Manis Tapak Jalak di jual Rp 2,5 juta per buahnya.
Dia mengatakan batu-batu akik yang dipesan warga untuk dicetak padanya berasal dari kawasan pantai di sekitar Kota Mukomuko. Termasuk dia sendiri juga mencari batu di pantai itu. Ia mengakui jika batu-batu yang didapat itu berkualitas bagus. Namun ia mengatakan saat ini kalangan pembeli batu akik yang mereka asah itu dijual di sekitar Mukomuko saja. Mereka belum merambah ke wilayah luar karena belum memiliki agensi penjualan. “Kalau penjualan batu akik hanya di sini saja. Kalau pembelinya banyak, namanya saja kita tinggal di jalan lintas. Banyak warga dari Padang, Medan Jakarta yang kebetulan lewat singgah membeli batu akik di sini,” katanya.
Batu akik yang diasah akan berbentuk bagus bermotif terang dan tembus cahaya. Banyak batu akik yang sudah dia asah siap dijual, beragam warna, bahkan satu batu akik bisa memiliki 4-5 warna. Tentunya warna-warna itu yang membuat minat warga dalam membeli batu akik. “Lumayan kita dapat Rp 1 juta per hari lebih lah,” katanya.(del)

%d bloggers like this: