Mitos Padang Penaek

f9-fenomena

Jembatan menuju Padang Penaek.ADE/RB

DI KOTA Mukomuko terdapat sebuah pulau yang berada di pinggir pantai. Pulau tersebut dipisahkan dari daratan oleh sungai Air Manjuto.

Selain itu juga terdapat dua muara yakni muara lama dan muara baru. Ada kisah menarik sehingga lokasi seluas kurang lebih 285 hektare di Desa Pasar Sebelah Kecamatan Kota Mukomuko tersebut dinamakan Padang Penaek. Dalam arti bahasa Indonesa tempat naik.

Kepala Desa Pasar Sebelah Tabrani mengatakan, lokasi itu mempunyai cerita rakyat secara turun temurun. Pada saat penjajahan Belanda, lokasi itu dijadikan tempat pendaratan kapal-kapal penjajah baik itu dari laut maupun dari muara sungai.

 Konon, saat itu penjajah bersiap untuk menindas masyarakat setelah naik ke pulau itu tidak lagi bisa kemana-mana. Mereka kehilangan arah untuk menuju daerah-daerah pemukiman warga. Sehingga akhirnya mereka gagal untuk menindas warga yang berada di sekitar Desa Pasar Sebelah. “Itu sejarah sehingga lokasi itu dinamakan Padang Penaek,” kata Tabrani.

 Tabrani mengatakan bukan hanya penjajah saja. Dulunya ada juga sekolompok orang jahat yang juga tersesat saat menginjakkan kaki di Padang Penaek. Mereka akhirnya gagal untuk berbuat jahat di desa. Termasuk saat sekarang selalu saja pencurian ternak di lokasi Padang Penaek itu selalu gagal dan pasti berhasil ditangkap oleh aparat keamanan.

 ”Namun itu hanya kepercayaan masyarakat secara turun menurun, sulit dibuktikan kebenarannya. Malahan saat ini hanya jadi bahan obrolan saja,” ujar Tabrani.

 Dulu, kata Tabrani, sebelum ada jalan darat dari Mukomuko ke Kota Bengkulu atau ke Kota Padang Sumatera Barat,  lokasi itu dijadikan tempat menaikkan ternak ke kapal menuju ke Padang Sumatera Barat untuk dijual. “Ini juga ada sejarah ceritanya dengan kawasan Semungo Sumbar,” katanya.

 Saat ini menuju lokasi itu satu-satunya penghubung adalah jembatan gantung permanen yang dibangun pemerintah tahun 2011 silam.  Lokasi yang eksotis dan alami itu akan dijadikan pemerintah sebagai pusat wisata, olah raga dan belanja. Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum mengadakan peningkatan kelas jalan di lokasi Padang Penaek untuk kepentingan wisata. Pohon-pohon cemara yang masih rindang dan alami menjadi daya tarik wisatawan ke wilayah itu.(del)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: