MUI Fatwakan Haram Memindahkan Kuburan

MUIBENGKULU – Ini informasi penting bagi masyarakat. Sebagian masyarakat menganggap kegiatan membongkar kuburan adalah hal yang biasa. Namun menurut Ketua bidang fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Drs. Sufardi Mursalin, sebenarnya hukum menggali dan memindahkan makam adalah haram.

Berdasarkan penjelasan Sufardi, di Kota Bengkulu sudah ada 2 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang telah dikeluarkan fatwanya yakni TPU Kelurahan Bajak dan TPU Kelurahan Berkas.

“Fatwanya sudah ada. Memindahkan kuburan itu jelas haram. Di Kelurahan Berkas dan Bajak sudah kita keluarkan fatwanya. Intinya tidak boleh kecuali ada kepentingan atau pertimbangan hal-hal lain. Yang jelas itu haram dan sudah kita bicarakan secara intens,” ujar Sufardi.

Dikatakan Sufardi, dalam Buku Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dijelaskan bahwa hukum memindahkan jenazah diperbolehkan jika memang sekiranya ada pertimbangan lain. Pertimbangan yang dimaksud tersebut tentunya ialah perkara yang diperbolehkan dalam syariat. Hal ini mengingat hukum memindahkan jenazah yang telah dimakamkan menurut sebagian besar ulama ialah diharamkan.

“Semua ulama mazhab sepakat bahwa membongkar kuburan itu adalah haram, baik mayat tersebut masih anak kecil ataupun orang dewasa, gila maupun berakal, kecuali untuk mengetahui ada tidaknya, dan telah jadi tanah, atau penggalian ulang itu bertujuan untuk kemaslahatan mayat,” ujar Sufardi.

Kemenag Minta Tak Dilarang

Terpisah, Kasubbag Humas Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu H.Novian Gustari M.Pd didampingi Kepala Kanwil Kemenang H. Suardi Abbas SH, MH justru mengatakan sebaliknya bahwa membongkar dan memindahkan kuburan diperbolehkan alias tidak dilarang.

“Boleh, tapi tentu dengan alasan-alasan yang tepat. Mungkin suatu tempat pemakaman itu harus dipindahklan karena tanah berada di pinggir jalan,” ujar Novian.

Menurut Suardi, yang paling penting bila ingin melakukan pemindahan makam adalah yang terutama sekali pamit kepada keluarga makam dan berkoordinasi terlebih dahulu dengan ahli waris.

“Kalau pihak keluarga korban tidak diberitahu bagaimana mereka mau melakukan ziarah. Dari pandangan sosial, memindahkan kuburan itu boleh-boleh saja. Sedangkan dari segi agama, itu tidak haram dengan garis bawah untuk kepentingan umum,” ujar Novian.(tew)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. harus ada dalil saheh baru bisa dikatakan haram…………………….jangan asbun

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*
*