Passing Grade Nilai Tes CPNS di Atas 6

cpns 2013BENGKULU – Penentuan kelulusan tes CPNS di lingkungan pemerintah daerah (Pemda) tahun ini tidak lagi menggunakan sistem rangking, tetapi berdasarkan passing grade atau nilai standar. Itu berarti, belum tentu semua formasi akan terisi. Sebab, sangat tergantung nilai tes para peserta.
Berapa passing grade tes CPNS tahun ini? Menurut Kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu Tarmizi, S.Sos, B.Sc, MenPAN akan segera mengumumkan nilai passing grade dalam waktu dekat.  Namun diperkirakan nilai standar untuk bisa lulus di atas 6 untuk semua formasi. Passing grade untuk pelamar umum juga akan diumumkan di web site MenPaN dan BKN.
Tetapi untuk passing grade tes CPNS jalur honorer Kategori II belum ditentukan. ‘’Dari hasil koordinasi kami ke MenPAN mereka akan mengumumkan passing grade itu dalam waktu dekat ini. Mereka selain akan menyampaikan besaran nilainya, juga seluruh pelamar atau peserta calon tes CPNS itu bisa melihat di web site. Jadi peserta tes nanti bisa melihat dan dapat menjadikan cermin untuk bisa lulus,’’ kata Tarmizi kepada RB kemarin (18/10).
Dikatakan Tarmizi, penetapan besaran passing grade itu tidak ada perbedaan. Semua formasi disamakan. Baik formasi kesehatan, tenga teknis maupun guru. Termasuk juga baik sistem CAT (Computer Asisted Test) atau sistem LJK (Lembar Jawaban Komputer). Saat ini pihaknya masih menunggu proses pengiriman soal baik sistem CAT atau LJK dari pusat.  Mengingat saat ini masih dalam proses percetakan dan perbanyak di UI.

Teken Pakta Integritas
Lalu apa jaminan soal tes CPNS tidak bocor? Berdasarkan hasil koordinasi BKD Provinsi ke pihak UI, mereka telah melakukan penandatangan pakta intergritas untuk menjamin tidak ada kebocoran. Selain itu juga mereka diawasi 1 X 24 jam oleh jajaran Polda Bengkulu.  Sehingga mereka benar-benar akan yakin tidak ada kebocoran soal tes baik dalam proses percetakan atau perbanyakan soal.
‘’Nah untuk soal yang akan dikirimkan ke Kabupaten/kota baik untuk formasi umum dan honorer itu akan dibawa dari UI itu ke Bengkulu melalui jalur darat. Akan tetapi di sepanjang perjalanan akan dikawal aparat kepolisian. Soal itu juga akan langsung disampaikan ke Kabupaten masing-masing yang menyelanggarakan tes CPNS. Kami juga untuk sewaktu pelaksanaan tes itu sudah berkoordinasi ke Polda Bengkulu. Tentunya untuk mengamankan jalannya tes yang dilaksanakan di Unib dan beberapa Kabupaten lainnya. Untuk kesiapan juga sudah tidak ada kendala. Nah terkait jumlah soal itu belum bisa diketahui. Sebab itu rahasia,’’ ungkap Tarmizi.

Tiap Soal Miliki Poin Berbeda
Sementara itu, dari Bengkulu Utara dilaporkan, dalam menentukan total nilai, informasinya akan dilakukan penjumlahan nilai dari seluruh jawaban peserta yang dinilai benar.
Masing-masing soal yang akan dijawab nantinya memiliki bobot nilai berbeda. Nilai akan dijumlahkan saat pengoreksian dan mendapatkan jumlah akhir dengan standar nilai tertentu.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) BU Dulla, SE mengungkapkan hingga kemarin BU belum menerima penjelasan dari Kemen PAN-RB mengenai standar nilai minimal yang harus dicapai oleh masing-masing peserta tes.
Bahkan belum ada kejelasan dari panitia seleksi (Pansel) Kementerian dan Badan Kepegawaian Negera (BKN) apakah daerah akan diberi tahu mengenai passing grade atau standar nilai yang harus dicapai pelamar. “Sampai saat ini kita belum tahu, memang pada dasarnya kita tidak perlu mengetahui standar nilai tersbeut, karena pada saat penilaian pun dilakukan oleh Pansel itu sendiri tanpa panitia lokal daerah,” terang Dullah.
Iapun tak mengetahui mengenai bobot nilai yang tinggi yang harus dikerjakan peserta seecara hati-hati. Hanya saja informasi yang beradar bobot nilai yang tertinggi adalah soal yang menyangkut tentang pengetahuan umum  kepegawaian dan perundang-undangan.
“Mengenai soal dan distribusinya, itu sepertinya memang sangat dirahasiakan. Kita panitia daerah tidak banyak mengetahuinya,” uajr Dullah.

Dititipkan di Mapolres
Sementara itu, terkait persiapan penerimaan soal, ia menegaskan jika penempatan seluruh soal dan Lembar Jabatan Komputer (LJK) nantinya di Mapolres BU. Bahkan, jika harus menginap soal nantinya akan tetap berada di Mapolres dengan pengaman gembok yang juga dipegang oleh panitia lokal. Soal baru boleh keluar dari Mapolres dengan pengawalan dan dibuka di ruang tes.
“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Kapolisian  terkait pengamanan itu,” ujar Dullah.
Selain dikawal ketat polisi dan pansel dari Kementerian, Pemda BU sendiri tidak melakukan penggandaan soal sehingga dipastikan tidak akan terjadi kebocoran soal. Nantinya pengawas di masing-masing ruangan akan memastikan soal dan LJK masih tersegel sebelum dibagikan pada peserta.
“Tidak ada peluang kebocoran soal, pengamanan yang ketat dan berlapis mulai dari percetakan di Jakarta hingga dibuka di ruang tes nantinya,” tegasnya.

Jumlah Peserta Bisa Berkurang
Meskipun saat ini jumlah peserta tes CPNS di BU mencapai 7.783 peserta yang akan memperebutkan 150 kursi. Namun bukan tak mungkin peserta yang akan mengikuti tes 3 November mendatang akan berkurang.
Hal ini lantaran adanya kemungkinan jika pendaftar yang mendaftar di BU juga sudah terdaftar di kabupaten atau daerah lain. Terutama formasi guru dan Kesehatan, maklum, Pendafataran tes Pemda BU dilakukan menyusul setelah pendaftaran di Pemda lainnya sudah tuntas.
“Bukan tak mungkin mereka mendaftar dan belum memutuskan akan mengikuti tes dimana,” kata Dulah.

500 Pelamar dari Sumsel dan Padang
Tak hanya bertarung dengan peserta dari BU ataupun Provinsi Bengkulu, peserta nantinya juga akan bertarung memperebutkan kursi CPNS dengan warga Sumatera Selatan (Sumsel) terutama Lubuk Linggau dan Pagar Alam serta pendaftar dari Minang. Setidaknya ada 500 lebih pendaftar yang tercatat menggunakan KTP Sumsel dan Sumatera Barat (Sumbar). Terutama untuk formasi teknis dan kesehatan.
“Kita tidak bisa membedakan atau menggunakan cara prioritas dalam kelulusan. Nantinya mereka yang berkualitas dalam menjawab soal tentunya akan lulus, tidak tahu apakah itu masyarakat BU, luar BU atau luar Provinsi Bengkulu,” pungkasnya. (che/qia)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: