Penerapan Kurikulum 2013, Langgar Aturan

kurikulum 2013BENGKULU – Rencana pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memberlakukan kurikulum baru tahun 2013 pada 15 Juli 2013, menuai kritikan. Mengingat hanya sejumlah sekolah yang akan memberlakukannya pada  tahun ini. Penerapan secara terbatas tesebut bisa dinilai melanggar aturan.

            “Saya berharap jangan ada diskriminatif. Dalam peraturan perundang-undangan, negara menjamin bagi warganya untuk mendapatkan pendidikan yang sama. Kalau seperti ini ada kesan bahwa hanya sekolah elit saja. Sementara sekolah-sekolah di pelosok tidak. Kan kasihan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Syafrianto Daud, S.Sos.

            Syafrianto khawatir, bila ada perbedaan kurikulum di sejumlah sekolah dapat menimbulkan kesenjangan pendidikan. Terutama dalam menghadapi ujian akhir sekolah. Bahkan akan menimbulkan kesan, ada sekolah dianakemaskan dan dianaktirikan. “Kalau dunia pendidikan kita maju, ayo kita lakukan pemerataan. Soal kurikukum 2013, saya berharap berlaku untuk semua sekolah. Jangan sampai ada yang ketinggalan. Kalau belum siap, jangan dipaksakan semuanya,” ujar Syafrianto.

            Syafrianto berharap agar Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Bengkulu untuk menyikapi masalah tersebut. Kalaupun akan dipaksakan, Dispendik Provinsi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota harus mempersiapkannya dengan matang. “Yang kita inginkan, proses pendidikan berjalan dengan normal dan lancar. Tanpa ada pihak yang merasa dirugikan,” kata Syafrianto.

            Pernyataan Syafrianto Daud itu dikuatkan oleh Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta Sutanpri, S.Pd, MM. Dia juga berharap agar kurikulum 2013 dilakukan serentak di semua sekolah. “Kalau belum siap, jangan dulu. Seharusnya setiap sekolah diberlakukan sama. Saya khawatir, saat ujian akhir sekolah akan terjadi ketimpangan,” kata Sutanpri.

            Sutanpri juga yakin akan menimbulkan kesenjangan antara sekolah yang sudah menerapkan kurikulum baru dengan sekolah yang belum. Tidak tertutup kemungkinan, banyak orangtua akan memilih sekolah yang sudah memberlakukan kurikulum baru itu. Sementara sekolah yang belum dikhawatirkan akan ditinggalkan. “Kalau tidak diberlakukan sama, bisa menimbulkan kesenjangan,” kata  Sutanpri.

            Sebelumnya Mendikbud, M Nuh mengatakan pada 15 Juli 2013 sudah memulai penerapan kurikulum 2013. Hanya saya pelaksanaannya belum dilakukan di semua sekolah. Sayangnya, M Nuh belum membeberkan berapa jumlah sekolah yang akan melaksanakan kurikulum 2013 itu. “Insya Allah, 15 Juli memulai kurikulum 2013. Namun pelaksaannya terbatas dan bertahap. Tidak semua sekolah. Masih terbatas dulu. Tapi saya tidak hal sekolah-sekolah mana saja,” kata M Nuh.

            M Nuh hanya mengatakan, sekolah yang akan melaksanakan kurikulum 2013 itu yakni sekolah yang sudah dianggap siap. Diantaranya saja dengan kriteria RSBI dan sudah akreditasi A. “Sekolah lain nanti menyusul tahun depan,” tambah M Nuh.

            Kalaupun ada sekolah yang tidak masuk kuota mau melaksanakan kurikulum baru itu, dapat saja dapat menyampaikannya kepada Kemendikbud melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. “Kalau mau sekarang tidak apa. Artinya guru dilatih ikut sekarang. Tapi bukunya, bisa diadakan oleh kabupeten/kota. Buku mohon disiapkan sendiri karena kita terbatas dari sisi pengadaan yang dibiayai oleh pemerintah,” kata M Nuh. (ble)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: