Pilwagub 14 Juni, Dewan Tolak Voting Terbuka

PelantikanxxxxBENGKULU – Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi Bengkulu telah menetapkan Pemilihan Wakil Gubernur (Pilwagub) Bengkulu digelar Jumat, 14 Juni 2013. Pemilihan diselenggarakan dalam rapat paripurna istimewa melalui voting (pemungutan suara, red) tertutup dengan cara melingkari salah satu nomor cawagub.

“Musyawarah mufakat dulu. Kalau tidak tercapai baru voting. Berdasarkan tata tertib DPRD, kalau menyangkut kebijakan, boleh voting terbuka. Tapi kalau pemilihan seseorang, tidak diperbolehkan (terbuka). Karena secara psikologis kurang baik. Jadi Pilwagub akan dilakukan dengan voting tertutup,” kata Anggota Panitia Pilwagub, Burhandari, SP, Kamis (6/6) siang.

Selain tatib DPRD Provinsi, secara teknis Panitia Pilwagub juga menyiapkan draf tatib pemilihan. Berdasarkan draf tata tertib Pilwagub itu, teknis memberikan suara dengan cara melingkari salah satu cawagub. Siapa yang memperoleh suara terbanyak, maka dia akan ditetapkan sebagai wagub terpilih. Apakah dia Dian A Syakhroza atau Sultan B Najamudin. “Kita tunggu saja hasil rapat dari Banmus DPRD, kapan Panitia Pilwagub dijadwalkan akan menyampaikan laporan,” tambah Politisi PKS daerah pemilihan Mukomuko itu.

Dibagian lain, Panitia Pilwagub juga telah meminta kepada kedua kandidat untuk melengkapi persyaratan cawagub. Persyaratan cawagub diatur dalam Undang-Undang 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 Tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Selain sehat jasmani dan rohani, dalam Pasal 38 disebutkan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah warga negara Republik Indonesia yang memenuhi syarat berpendidikan sekurang-kurangnya sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat, berusia sekurang-kurangnya 30 tahun pada saat pendaftaran dan tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau lebih.

Lalu, tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat di daerahnya, tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan, atau secara badan hukum yang menjadi tanggungjawabnya yang merugikan keuangan negara, tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Kami berharap kedua kandidat untuk segera menyampaikan semua persyaratan administrasi secepatnya,” kata Burhandari mengimbau.

Sebelumnya, Rabu (5/6) Badan Musyawarah DPRD Provinsi telah menggelar rapat membahas soal Pilwagub. Hasilnya ditetapkan, Jumat, 14 Juni sebagai hari penyelenggaraan rapat paripurna istimewa Pilwagub.

“Rencananya hasil rapat Banmus tentang jadwal Pilwagub kami laporkan dalam rapat paripurna, Senin (10/6),” kata Anggota Banmus DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. Inzani Muhammad.

Selain jadwal Pilwagub, Banmus juga telah menetapkan jadwal laporan Panitia Pilwagub pada 13 Juni, atau satu hari sebelum pemilihan dilakukan.

“Pilwagub rencananya digelar jam 3 sore. Pada hari yang sama, sekitar jam 10 siang, akan digelar pidato dari kedua kandidat. Jadi pidota itu dapat menjadi salah satu referensi dewan untuk memilih salah satu calon,” tambah Inzani Muhammad.

Hingga kemarin, berdasarkan peta politik di DPRD Provinsi, Sultan B Najamudin diprediksi unggul dari pesaingnya, Dian A Syakhroza.  Mayoritas kader partai yang duduk di DPRD Provinsi sudah memberikan sinyal mendukung Sultan pada Pilwagub yang dirancang pada 14 Juni 2013. Bahkan diantaranya sudah menyatakan terang-terangan mendukung senator asal Bengkulu itu. Informasi yang diperoleh RB, bila tidak terjadi ekskalasi politik kembali di DPRD Provinsi, akan ada 4 fraksi yang bakal bulat mendukung Sultan B Najamudin.

Keempatnya adalah, Fraksi PAN dengan 7 kursi, Fraksi PKS 6 kursi, Fraksi Rafflesia Bersatu 7 kursi dan Fraksi Perjuangan Rakyat 8 kursi. Bila keempat fraksi itu bulat, maka sedikitnya 28 suara yang diraup Sultan. Atau setengah plus satu dari 45 suara yang ada di DPRD Provinsi.

Sedangkan 2 fraksi lainnya, yakni Fraksi Golkar 9 kursi dan Fraksi Demokrat 8 kursi, suaranya dikabarkan terbelah. Dengan demikian, akan ada buah dari kedua fraksi tersebut mengalir ke Sultan maupun ke Dian. (ble)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: