Polda Kantongi Nama Penerima Uang “Haram” RSMY

RSMY M Yunus Bengkulu-Masri (4)BENGKULU – Kasus dugaan korupsi di lingkungan RSUD  M Yunus (RSUD) M Yunus terus digeber penyidik Polda Bengkulu. Dari data yang diperoleh RB, penyidik  jika saat ini penyidik sudah mengantongi nama-nama dewan pembina yang turut serta menikmati uang “haram” dari RSMY.

Meski belum diketahui persis sejumlah penerima, namun hampir dipastikan tak beda dengan jumlah pejabat dan anggota DPRD yang tercatat sebagai Dewan Pembina RSMY.

 Sebelum terseret dalam pusaran kasus ini dan berujung jadi tersangka korupsi, penyidik Polda Bengkulu tampaknya berupaya agar para Dewan Pembina RSMY yang telah menerima honor tersebut agar dapat mengembalikannya. Diketahui dalam kasus ini kerugian negara mencapai Rp 5,6 miliar, uang sejumlah itu yang diupayakan penyidik bisa kembali ke kas negara.

 Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Drs. SM. Mahendra Jaya didampingi Kasubdit Tipikor Polda Bengkulu AKBP. Budi Samekto, S.IK mengungkapkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap saksi. “Dalam perkara korupsi itu tidak hanya menetapkan tersangka, tetapi juga bagaiman agar uang negara dapat dikembalikan,” ujar Mahendra.

Dua Saksi Diperika

Sementara itu, kemarin (4/4) siang penyidik Dit Reskrimsus Polda Bengkulu kembali melakukan pemeriksaan saksi-saksi RSMY, kali ini mantan Kasubbag Verifikasi dan Akuntansi RSMY, Komarudin dan mantan Kasubag Perencanaan RSMY, Joni. Keduanya diperiksa sekitar 3 jam di ruang Subdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Bengkulu.

 Dari informasi yang diperoleh, pemeriksaan tersebut untuk mengetahui siapa-siapa saja yang menerima honor tersebut. Nanti siapa-siapa saja yang disebutkan menerima tentu akan dikonfrontir untuk dimintai keterangannya juga. Tidak terkecuali pejabat yang ada di lingkungan RSMY maupun Pemda Provinsi serta anggota DPRD Provinsi.

 Saat dikonfirmasi, saksi Joni mengungkapkan dirinya diperiksa penyidik dalam kapasitas mantan  pejabat RSMY. Diketahui saat itu ia juga sebagai pengelola manajemen di RSMY. “Yang menerima baik yang lama maupun yang baru nantinya akan diperiksa, semua pejabat di RSMY semuanya menerima honor tersebut,” ungkap Joni kepada RB kemarin.

 Sebelumnya penyidik sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Dua mantan Direktur RSMY, dr. Zulman Zuhri Amran dan dr. Yusdi Zahrias Tazar, serta satu staf keuangan yang ikut terlibat, Darmawi alias Dw. Direncanakan pemeriksaan terhadap ketiganya sebagai tersangka akan dilakukan, Senin (8/4) dan Selasa (9/4) mendatang.(zie)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: