Proyek Breakwater Tidak Sesuai Spek

korupsiBENGKULU – Setelah menaikan status penyelidikan (lid) kasus proyek penahan gelombang (breakwater) ke penyidikan (dik), penyidik Subdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Bengkulu makin PD (percaya diri) mengungkap penyimpangan yang diduga terjadi dalam proyek milik Administrator Pelabuhan (Adpel) Pulau Baai Bengkulu ini.
Perkembangan terbaru, penyidik yakin proyek ini tidak sesuai spek.

Demikian dibeberkan Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol SM Mahendra Jaya didampingi Kabid Humas AKBP Hery Wiyanto. Diungkapnya, kejanggalan lain dalam proyek ini, penyidik menemukan indikasi ada perubahan atau pergeseran terhadap titik lokasi awal pekerjaan.

Ini dimaksudkan, jika titik awal perencanaan pembangunan proyek yang menghabiskan dana APBN tahun 2012 sebesar Rp 14,2 miliar itu, berubah dari perencanaan sebelumnya.

“Atau dengan kata lain, titik lokasi pembangunan seharusnya bukan pada titik lokasi sekarang. Indikasi itu makin kuat karena perubahan tersebut dilakukan tanpa adanya kontrak atau addendum. Selain itu, penyidik juga menemukan spesifikasi teknis serta kontruksi bangunan proyek bangunan tidak sesuai peruntukan,” terang Mahendra yang dikenal ramah dengan awak media ini.

Maksudnya, pada awal perencanaan proyek tersebut diperuntukkan untuk menahan abrasi pantai. Namun pada pelaksanaan dibangunkan penahan gelombang. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan hal ini mengindikasikan terjadi tindak pidana korupsi dana nominal yang cukup besar. Sayangnya permintaan audit pihak BPKP oleh penyidik untuk menghitung kerugian negara, hingga saat ini belum keluar.

Di sisi lain, kedepan penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi mulai dari pihak Adpel serta pihak-pihak lain yang bersangkutan dengan kegiatan pembangunan proyel yang dikerjakan oleh PT. Sass Kencana Engineering sejak 25 April 2012 dan selesai diserahterimakan pada 17 Desember 2012. Permasalahan muncul, belum lama diserahterimakan, bangunan proyek ini rusak berat.(zie)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: