Proyek Jalan Dua Jalur Bakal Terganjal

uangKOTA MANNA – Proyek pembangunan jalan dua jalur dalam Kota Manna Jalan Ahmad Yani Simpang Rukis-Simpang Kutau, bakal temui hambatan. Karena, antara Pemda Bengkulu Selatan (BS) dan warga yang tanahnya terkena imbas proyek tersebut, tak mencapai kata kesepakatan. Warga tolak membebaskan lahan untuk jalan dua jalur jika Pemda tidak memenuhi permintaan mereka.

Sosialisasi yang digelar Pemda kemarin (6/5) di Kantor Camat Kota Manna, terkait ganti rugi lahan, belum ada titik temu. Pasalnya, dari masing-masing pihak tetap mempertahankan kemauannya. Ganti rugi yang diajukan Pemda per meter lahan, hanya Rp 200 ribu. Sementara warga minta dengan harga Rp 500 ribu/meter. Ini termasuk ganti rugi bangunana atau tanaman.

Perwakilan Warga H. Hamdani Mulyadi (60), menegaskan warga yang lahannya terkena imbas pelebaran ,jalan menolak ganti rugi yang ditawarkan Pemda BS yang hanya Rp 200 ribu/meter. Dikatakan Hamdani yang mewakili warga lainnya yang ikut langsung dalam sosialisasi itu, antara warga dan Pemda BS belum mencapai kesepakatan. ‘’Anggarannya mencapai Rp 8,7 miliar. Kita meminta harga lahan dan bangunan atau tanaman dibedakan. Kalau untuk lahan– warga mingajukan harga Rp 500 ribu/meter. Besaran ini sama untuk bangunan dan tanaman tergantung nilai kerugiannya masing-masing,” jelas Hamdani warga Kelurahan Tanjung Mulya.

Hanya saja, kata Hamdani, dalam pembahasan kemarin (6/5) Pemda menolak keinginan yang disampaikan warga melalui perwakilannya. Yakni ganti rugi lahan Rp 500 ribu permeter. Sementara, harga pasaran lahan saat ini mencapai Rp 1,2 juta/meternya.

‘’Kalau harga yang kita tawarkan tak disetujui kita menolak untuk menjual tanah. Bukannya kita tidak mendukung pembangunan, kita mau ada jalan 2 jalur tapi ganti rugi yang disediakan Pemda jangan terlalu merugikan masayarakat,” tegas Hamdani.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan, dan Kesra Setkab BS Drs. Ahmad Saputro, MM, membenarkan antara warga dan Pemda belum mendapat kesepakatan mengenai ganti rugi lahan untuk pembuatan jalan dua jalur. Menurut Saputro, pihaknya sudah beli lahan warga di atas nilai NGOP yakni Rp 200 ribu. Sementara nilai NGOP tanah di Jalan Ahmad Yani Rp 103 ribu/meter.

‘’Harganya sudah kita naikkan mengikuti NGOP di Jalan Jenderal Sudirman yakni Rp 200 ribu/meter. Kita juga melihat anggaran pembebasan lahannya yang hanya Rp 8,7  miliar. Dan dana sebesar itu bukan hanya dialokasikan pembebasan lahan saja,’’  tegas Saputro.

Tetapi tambah Saputro, anggaran sebesar Rp 8,7 miliar itu digunakan untuk ganti rugi bangunan dan tanaman, penggantian serta perbaikan fasilitas Negara seperti PDAM dan listrik. ‘’Saol warga menolak kalau ganti rugi tidak sesuai keinginan mereka, kita akan merapatkannya dulu untuk mencari solusinya,” demikian Saputro. (key)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: