Putra Kermin Tewas Balapan Motor

Pembalap saling susul di lintasan. RAHMAN JASIN/RB

Pembalap saling susul di lintasan. RAHMAN JASIN/RB

KEPAHIANG – Balapan di sirkuit non permanen Komplek Perkantoran Pemdam Kepahiang di Kelobak, Minggu (30/6), menjadi arena balapan terakhir bagi Giovani Harber (17), racer BRS Satelit Kota Bengkulu. Putra Kermin yang tinggal di Kelurahan Sawah Lebar, Kota Bengkulu itu tewas dengan kondisi kepala pecah saat mengalami insiden saat balapan. Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukl 15.32 WIB kemarin (30/6).

Sebelum tewas,  sepeda motor yang dipacu Giovani bergerak lurus dan langsung menabrak pegangan tangga Kantor Bappeda Kepahiang yang terbuat dari pipa stainless steel di di sisi  kiri lintasan. Saat itu, Giovani berusaha mendahului racer lainnya saat memasuki tikungan landai menurun.

Ternyata, sepeda motor yang dipacunya lepas kendali dan akhirnya melaju lurus dan keluar dari sisi kiri lintasan dan menabrak pegangan tangga stainless steel serta badan tangga yang terbuat dari beton. Brakkk!!!! Benturan keras tak terhindarkan. Akibatnya, bagian wajah sebelah kanan Giovani remuk, kepala belakang pecah, tangan kiri patah, serta paha dan betis kanan Giovani patah. Termasuk, leher Giovani juga patah. Darah segar menyembur dari bagian kepala dan telinga Giovani.

Melihat kecelakaan itu, panitia, penonton dan personel Polres yang berada di lokasi langsung berhamburan menghampiri. Putaran final seri matic 150 CC tune up open itu pun dihentikan. Para pembalap lainpun langsung mengemasi kendaraan dan bergegas pulang meninggalkan sirkuit.  Giovani yang terkapar berdarah-darah dievakuasi dan dilarikan ke IGD RSUD Kepahiang di Desa Tebat Monok.

“Tiba di IGD, pasien sudah meninggal,” kata dokter jaga IGD dr. Astroida. Menjelang pukul 17.40 WIB, mayat Giovani dilarikan ke rumah duka di Sawah Lebar Kota Bengkulu dengan ambulance RSUD.

Matic Race Championship 2013 yang digelar Marvel Mobilindo itu baru saja menyelesaikan beberapa race final.  Diantaranya, kelas matic standar pabrik lokal Provinsi Bengkulu dan kelas MP7 130 standar. Sedangkan kelas yang dipertandingkan terdiri dari 10 kelas.

“Sepuluh kelas itu terdiri kelas matic standar pabrik lokal Bengkulu, matic 130 CC standar, matic 150 CC tune up, matic FFA 350 CC tune up, bebek 110 CC tune up open, bebek 110 tune up open, bebek 110 pemula lokal, bebek 115 standar open dan kelas 115 standar showroom,” tegas Aswan Able, panitia Matic Race Championship 2013. (rhy)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

3 Responses

  1. semoga disisi allah ya kak geovani albert

  2. selamat jalan.

  3. Sirkuit dadakan yg sangat tidak layak…

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: