Rekonstruksi Tubuh Hasan-Husein di Ritual Duduk Penja

Pertunjukan seni di arena Festival Tabot.MASRIYADI/RB

Pertunjukan seni di arena Festival Tabot.MASRIYADI/RB

ANUGRAH WAHYU
Kota Bengkulu

Ketua Kerukunan Tabot (KKT), Ir. Syiafril Syahbuddin menjelaskan ritual duduk penja atau mencuci jari-jari adalah penghormatan kepada kebesaran Hasan Husein. Pesan moral yang ingin disampaikan adalah bahwa dalam setiap kesempatan umat muslim untuk selalu menyucikan diri dan ingat kepada Allah SWT.
“Acara ritual duduk penja ini dilakukan selama dua hari. Acaranya ini sebagai rekonstruksi dan penyucian bagian tubuh cucu Nabi Muhammad bernama Husein yang gugur di Padang Karabela. Biasanya acara duduk penja dilakukan sesudah salat Ashar yang didahului dengan doa bersama dirumah tokoh KKT,” terang Syiafril.
Dikatakan, setelah melaksanakan doa bersama, ritual dilakukan di Gerga Tuo Tabot di Kelurahan Berkas Kota Bengkulu. Ritual duduk penja dimulai dengan berdoa, lalu mencuci replika jari-jari yang terbuat mulai terdiri dari tembaga, logam, emas, ataupun seng yang diibaratkan sebagai bagian tubuh cucu Nabi Muhammad Husein.
“Dalam prosesi dimulai, replika jari-jari dicuci dalam ember yang berisikan air jeruk nipis, lalu dicuci kembali dengan air kopi pahit, air jahe, air cendana, air selasih. Kemudian replika jari-jari dibilas dengan air bersih. Selanjutnya replika jari-jari selanjutnya disambungkan dengan sepotong kayu lalu disusun, dibungkus dan ditata dengan kain putih,” tambahnya.
Setelah itu kemudian susunan jari-jari tersebut, diarak bersama nasi kebuli, dan nasi kunyit, anakan pohon pisang, dan bendera mengelilingi Gerga Imam sebanyak 7 kali. Setelah arak-arakan selesai, nasi kebuli dan nasi kunyit tersebut menjadi rebutan sejumlah warga yang menyaksikan ritual duduk penja. Karena akan dipercaya akan mendatangkan rezeki yang memakannya. “Dan saat menjelang 10 Muharam, nantinya duduk penja atau jari jari tadi diarak-arak sampai ke karabela (tabot tebuang),” ujarnya.

Lomba Dol
Sementara itu tadi malam, digelar lomba seni musik dol kreasi. Ribuan penonton memadati arena depan panggung utama pergelaran lomba. Dari pantuan RB, terlihat penonton mulai dari anak-anak hingga dewasa berdesak-desakan ingin melihat langsung sanggar favorit mereka melakukan atraksi lomba dol. Bahkan panitia acara sempat berulang kali memperingati para penonton untuk tidak diposisi dekat atas panggung utama.
“Tolong panggung ini sudah mau goyang, jangan terlalu dekat dengan panggung utama. Nantinya takut roboh adik sanak sekalian. Nonton tapi jangan berdesak-desakan,” celetuk pembawa acara lomba Dang Leman.
Dalam perlombaan pagelaran lomba seni musik dol kreasi yang digelar mulai Rabu (6/11) dan Kamis (7/11), diikuti peserta yang berjumlah 37 peserta dari seluruh sanggar yang ada di Bengkulu. Pelaksanaan lomba kemarin (6/11) mulai dilaksanakan Pukul 16.00 WIB hingga tadi malam menampilkan sebanyak 18 sanggar. Diantaranya. Sanggar KSK, Gentar Alam, Fadhillah, Nisa Cantika, Wattasi B, Jessica, MPOC, Seni Flower Indah, Sungai Serut B,Gang Santa Lanta, Rana Zafa, Rentak Gading Junior, Anggrek Bulan, Paradiya Percusuar, Putri Ranah Gading, Salsabila dan Pelangi. Aksi memukau mendapat sambutan tepuk tangan riuh saat penampilan sanggar Sungai Serut B dari Kelurahan Tengah Padang. Penonton terpukau dengan aksi anak remaja yang menampilkan musik dol dengan insterumen yang berebda dengan aksi koreogerafer membawa dol dengan berkeliling diatas panggung.
“Perlombaan musik dol ini akan berlangsung selama dua hari. Dikarenakan pesertanya lumayan banyak, sebanyak 37 peserta. Kali ini peserta sangat antusias sekali mengikuti perlombaan,”kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ir. Kemas Zaini.

Menurut Kemas, selain perlombaan musik dol, setiap tahunnya juga akan ada perlombaan ikan-ikan, lomba tari kreasi tabot, lomba telong-telong, dan lomba tabot. Dalam setiap perlombaan panitia sudah menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan dan tropi.
“Selain acara sacral ritual tabot. Sama seperti tahun sebelumnya, panitia menyiapkan perlombaan musik dol, tari kreasi, telong-telong dan lomba tabot. Pelaksanaan tabot kali ini memang cukup ketat pengaturan pedagang standnya. Agar suasana penonton yang ingin berkunjung tetap tertib dan aman,”terang Kemas. (*)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: