Sapi Bansos Dijual, Diskanak Dipanggil

LEBONG UTARA – Penyidik Unit Reskrim Polsek Lebong Utara terus menyelidiki kasus dugaan penggelapan sapi bantuan yang dilakukan oknum Ketua Kelompok Tani (Poktan) Nangai Telibok Desa Embong 1 Kecamatan Uram Jaya, berinisial Ja. Untuk mengusut tuntas kasus ini, Polsek Lebong Utara rencananya akan memanggil petinggi Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Lebong.

Menurut Kapolres Lebong AKBP Drs. Supriadi didampingi Kasat Reskrim AKP Abdu Arbain melalui Kapolsek Lebong Utara Iptu Emil Winarto, SH kemarin (27/10), polisi tidak akan percaya begitu saja dengan pengakuan tersangka, yang menyebutkan sapi tersebut dijual karena tidak produktif. Polisi berpegang pada aturan yang tidak boleh memperjualbelikan sapi bantuan.

‘’Silakan saja tersangka mengaku apa saja, tapi kita akan tetap mendalami dugaan penggelapan sapi bansos yang dijual untuk hewan kurban ini,’’ tegas Emil.

Setelah melakukan pemeriksaan tersangka, lanjut Emil, penyidik dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan kepada anggota kelompok tani Nangai Telibok Desa Embong 1 Kecamatan Uram Jaya. Serta memanggil pihak Diskanak Lebong untuk dimintai keterangan seputar sapi bantuan sosial tersebut.

‘’Kita akan panggil anggota kelompok tani dan Dinas Perikanan Dan Peternakan Kabupaten Lebong. Meskipun ini bansos dari provinsi, dinas terkait di lebong juga mengetahui perihal adanya sapi bansos tersebut. Sapi bansos tersebut juga tidak hanya satu ekor itu saja dan harus diketahui juga keberadaannya,’’ lanjut Emil.

Ditambahkan Emil, polisi mengingatkan kelompok tani lainnya yang menerima bantuan hewan ternak, jangan coba-coba diperjualbelikan. Karena hal tersebut jelas merupakan sebuah aksi melawan hukum. ‘’Kita lihat bagaimana perkembangan dari kasus dugaan penggelapan sapi bansos tersebut dilapangan,’’ demikian Emil.(dtk)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: