Tak Dapat Jatah CPNS, BU Masih Kekurangan Guru

cpnsARGA MAKMUR – Bengkulu Utara (BU) dilarang menerima CPNS formasi umum, lantaran beban APBD sudah diberatkan oleh belanja pegawai yang mencapai 60 persen, namun BU masih tetap kekurangan PNS. Terutama tenaga PNS di bidang pendidikan dan kesehatan.

Bupati Bu Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, MM, M.Si mengakui beban belanja pegawai yang hampir 60 persen dari APBD BU atau senilai Rp 400 juta lebih atau lebih besar dibanding belanja pembangunan per tahun. “Memang kondisinya jika dilihat dari beban APBD seperti itu. Tapi apa berarti kita kelebihan PNS? Itu juga tidak benar,” kata Imron.

Menurutnya, saat ini jumlah PNS BU mencapai 6.409 orang. Dari jumlah tersebut 4.000 lebih diantaranya adalah guru yang bertugas di seluruh wilayah BU. Sayangnya, meski jumlah guru sudah ribuan, nyatanya BU tetap kekurangan guru. “Memang wilayah kita luas. Sekolah kita banyak dan muridnya juga banyak. Apakah karena beban APBD kita kurangi gurunya? Sehingga anak-anak di sekolah harus kekurangan guru. Sampai sekarang kita masih kekurangan guru. Untuk PAUD saja sudah lebih banyak dari jumlah desa kita. Sedangkan jumlah desa kita ada 220 desa,” tambah Imron.

Mulanya ia berharap keberadaan tes CPNS jalur umum akan dijadikan ajang pemerataan penempatan guru dan tenaga medis di BU. Bahkan ia sudah merencanakan saat mendaftar, masing-masing peserta tes menandatangani surat pernyataan bersedia ditempatkan di tempat terpencil. “Kita sudah mengangkut Guru Bantu Daerah (GBD) 500 orang. Kita satu-satunya di BU, tapi belum bisa menutupi kekurangan guru,” terang Imron.(qia)

 

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: