Takut Disanksi, PNS Akbid Manna “Nyerah”

KOTA MANNA – Puluhan PNS Akedemi Kebidanan (Akbid) Manna kemarin (9/10) dipangil Sekda Bengkulu Selatan (BS) Rudi Zahrial, SE. Dalam pertemuan diruang Sekda yang berlangsung hampir 2,5 jam itu, dilakukan tertutup. Hasilnya, aksi mogok belajar yang sudah digelar sejak Selasa (8/10) lalu dihentikan. Dan mulai hari ini Kamis (10/10) kegiatan belajar mengajar akan berjalan seperti biasa. Karena sebelumnya Sekda mengancam akan memberi sanksi kepada PNS Akbid Manna jika tidak mengakhiri mogok belajar di kampus Akbid.
Ketua Aksi Yarul Novian, S.KM, M.Kes sebelum digelar pertemuan mengecam pengurus yayasan yang bukan mencari dana untuk kembangkan kampus. Tapi malah menggerogoti uang mahasiswa untuk kepentingan pribadi.
‘’Aksi yang kita lakukan yakni misi institusi demi kemajuan Akbid Manna. Yayasan Sekundang itu misi sosial yang bergerak bidang pendidikan hanya bisanya menjajah dan menguasai,” ujar Yarul.
Lanjut Yarul, uang mahawasiswa yang diambil tanpa sepengetahuan manajemen Akbid. Tapi masalah tersebut tidak menjadi masalah kalau uang yang ada di yayasan bukan uang mahasiswa. ‘’Mestinya yayasan mencari uang. Tapi yang ada yayasan mengambil uang tanpa pemberitahuan yang jelas. Terkait ancaman sanksi kita tidak takut,’’ pungkas Yarul.
Namun pernyataan yang dikeluarkan Yarul tersebut sebelum bertemu dengan Sekda BS Rudi Zahrial usai pertemuan sikap Yarul berubah 180 derajat dan menarik statemen yang titujukan pada pengurus yayasan. Tak hanya itu, pihaknya juga akan hentikan aksi mogok belajar di kampus Akbid Manna mulai hari ini (Kamis).
‘’Kisruh antara pengurus dan manajemen Akbid Manna dalam proses penyelesaian. Asisten I Supran bersama dari bagian hukum hari ini (kemarin-red.) akan berangkat ke Jakarta untuk mendatangi Kemendagri untuk meminta kejelasan terkait surat dari Mendagri tentang pengelolaan pendidikan bidang kesehatan dan mengunjungi Dikti terkait alih status. Sedangkan Asisten II Yurdan Nil akan berangkat ke Palembang menemui Kopertis,” papar Yarul.
Terkait otonomi kampus yang menjadi tuntutan awal mereka, Yarul berkata otonomi belum bisa dilakukan selama alihstatus belum selesai. ‘’Mereka (Pemda dan yayasan) sudah memiliki niat baik untuk menyelesaikannya dan mengumpulkan kita.  Untuk itu aksi mogok akan kita hentikan mulai besok (hari ini-red.),’’ jelas Yarul.
Sementara itu Rudi Zahrial, mengatakan terkait alihstatus yang dituntut dalam aksi kemarin masih dalam proses pengkajian kembali dengan mendatangi Kemendagri, Dikti dan Kopertis. ‘’Jangan sampai kita salah dan melanggar peraturan yang ada dengan alihstatus ini. Maka kita putuskan untuk meninjaunya kembali. Hasilnya akan kita bawa dalam rapat dewan Pembina yang akan digelar Senin ini (14/10),” kata Rudi.

Bukan Milik Yayasan
Disisi lain, Wakil Bupati BS Dr. drh. Rohidin Mersyah, MMA minta terkait kisruh pengurus yayasan dan manajemen Akbid agar masing-masing pihak menahan diri. Terkait alih status Akbid Manna, menurut Rohidin mesti mengikuti perkembangan yang ada sejauh mana SE dari Mendagri tersebut. Terkait yayasan yang mengelola keuangan Akbid Manna, kata Rohidin, secara peraturan memang yayasan berhak mengelola.
“Saya enam tahun jadi pengurus yayasan dan tidak pernah menggunakan sepeserpun uang Akbid. Karena uang akbid sepenuhnya digunakan untuk pengembangan. Kalaupun untuk operasional pengurus, kita gunakan uang bantuan dari Pemda. Memang komitmen kita untuk tidak menggunakan uang mahasiswa karena diserahkan secara sepenuhnya pada manajemen Akbid,” beber Rohidin.(key)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: