Tangga Seribu Palak Siring

f9-FENOMENATANGGA Seribu di lokasi air terjun Palak Siring, Kemumu, Kecamatan Arma Jaya Bengkulu Utara (BU) sudah cukup tenar di telinga masyarakat BU bahkan Provinsi Bengkulu. Tangga ini pasti akan dilintasi pengunjung begitu masuk ke lokasi wisata tersebut.

Tangga dengan lebar 1 meter ini diapit dengan hutan lokasi Hutan Kemumu yang merupakan lokasi wisata alam kebanggaan masyarakat BU. Tangga Seribu juga menjadi salah satu icon wisata BU yang ternama selain air terjun sendiri.

Konon, tak ada yang bisa memastikan berapa jumlah tangga yang dibuat pada masa penjajahan Belanda itu. Setiap warga yang mencoba menghitung anak tangga ini disebut selalu menemukan angka yang berbeda satu sama lain. Bahkan perbincangan yang keluar dari warga, ada kepercayaan jika pasangan melintasi anak tangga dan menghitung jumlah anak tangga di dalam hati hingga memunculkan jumlah yang sama, maka pasangan itu diyakini berjodoh.

Bahkan ada kepercayaan lain yang mengatakan jika kita menghitung jumlah anak tangga saat turun dan hasilnya sama ketika dihitung ulang saat naik tangga, maka anak tangga ini bisa mempermudah penghitungannya untuk mendapakan jodoh.

Belum jelas apakah isu yang berkembang tentang perbedaan penghitungan itu memang benar adanya, atau selisih penghitungan itu hanya dikarenakan si penghitung terlalu capek ketika melintasi tangga yang diperkirakan sekitar satu kilometer ini.

Ngatijo salah satu tokoh masyarakat setempat mengaku tidak bisa memastikan kebenaran mengenai kepercayaan non ilmiah yang menjadi perbincangan masyarakat itu. Maklum, hingga saat ini tidak ada warga yang mengaku mendapatkan “Khasiat” langsung berupa jodoh karena menghtung anak tangga tersebut.

“Kepercayaan masyarakat sih boleh saja, tapi benar atau tidaknya saya tidak tahu. Yang jelas itu memang tangga buatan zaman Belanda dulu. Gunanya memang untuk lalu lintas menuju lokasi siring induk irigasi yang berupa gorong-gorong besar,” kata Ngatijo. Namun, diakuinya jika banyak wisatawan yang berkunjung ke lokasi air terjun secara kelompok kerap menghitung jumlah anak tangga. Tak pernah ada dari mereka yang mengakui jika hasil penghitungan mereka sama. “Bagi kami itu ya hanya aset wisata saja, boleh dipercaya boleh juga tidak,” ujarnya.

Meski terus menjadi perhatian masyarakat terutama wisatawan yang berkunjung ke BU, lokasi tangga seribu tak terawat. Beberapa titik pagar tangga yang juga terbuat dari beton sudah runtuh akibat tertimpa batang yang roboh.

Bagian lantai anak tangga juga nampak mulai berlumut meskipun tak ada yang jebol menunjukan kualitas pembangunan tempo dulu. Lebar masing-masing anak tangga bervariasi, mulai dari dengan 1 meter hingga kurang dari 50 meter, hal ini yang membuat pengunjung harus mengeluarkan tenaga ektra melintasi lokasi tersebut.

Dari pusat Kota Arga Makmur, hanya membutuhkan warga sekitar 20 Menit menuju lokasi Tangga Seribu. Pengunjung hanya perlu memberikan retribusi Rp 1000 dan bisa melintasi tangga serta menuju ke lokasi pemandian Air Terjun Kemumu. “Harapan kami ada pelestarian, pagar-pagar tangga yang rusak bisa diperbaiki sehingga nampak lebih bagus lagi. Tapi tidak menghilangkan nuasa sejah yang ada,” pungkasnya.(qia)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: