Teguh Berpesan Jaga Binduriang

Danrem-Pres-Conference-Terkait-Keamanan-Jalan-Curup-Lubuklinggau-Masri-1-300x187BENGKULU – Komandan Korem (Danrem) 041 Gamas, Kolonel. Inf. Teguh Pambudi akan meninggalkan Bengkulu, untuk bertugas di jabatan barunya sebagai Inspektur Kodam (Irdam) II Sriwijaya Palembang. Sebelum serah terima jabatan kepada penggantinya, Kolonel. Inf. Achmad Sudarsono, S.IP pada 1 November 2013, Selasa (29/10) digelar acara pamitan sekaligus perkenalan di Balai Prajurit Korem 041 Gamas.
Acara dimulai pukul 10.00 WIB dihadiri oleh tokoh masyarakat seperti mantan Wakil Gubernur H.M Syamlan, Lc dan Brigjend TNI (Purn) Iskandar Ramis, keduanya diminta untuk menyampaikan pesan kesan kepada Teguh Pambudi dan Sudarsono. Hadir pula mantan Kapolda Bengkulu Brigjend Pol (Purn) Ruslan Riza, Wakil Bupati Seluma Mufran Imron. Pimpinan media massa diantaranya Pimpinan Redaksi (Pemred) RB Zacky Antony, SH, MH, GM RBTV Dedy Wahyudi, SE, GM Bengkulu Ekspress Sukatno, S.Pd.
Secara jujur Syamlan menilai Teguh Pambudi merupakan sosok yang saleh dan taat dalam menjalankan perintah Agama. Syamlan sering “mengintip” aktivitas yang dilakukan Teguh. “Bayangkan, beliau setiap subuh selalu salat di masjid. Bahkan saya tanya ke orang, ia sering sekali datang jam 3 pagi, untuk tahajud dan beritikaf. Subhanallah, sungguh apa yang dilakukannya memberikan kesan yang sangat luar biasa,” kata Syamlan haru.
Sosok Teguh harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat Bengkulu, terutama beragama Islam. Teguh sudah membuktikan dan merealisasikan program “Manunggal Subuh ke Masjid,”. “Satu lagi yang pernah terkenang, pernah kami diundang dalam acara coffe morning oleh Pak Teguh. Kami diajaknya makan, tapi dia tidak makan. Rupanya beliau lagi puasa. Ternyata beliau rajin puasa Senin – Kamisnya. Saya bilang, ustad saja kalah,” kata Syamlan mencairkan suasana, disambut tepuk tangan.
Cara pendekatan Teguh dengan masyarakat, menirukan kepribadian Rasulullah Muhammad SAW. Pernah dulu, ada masyarakat datang ke Teguh, minta izin dibiarkan untuk tetap berjudi di daerahnya. Teguh tidak langsung marah, tetapi memberi penjelasan secara persuasif. “Saya tidak tahu apakah Pak Teguh sudah membaca hadistnya atau belum. Yang jelas saya apa yang dilakukannya saya langsung teringat dengan kisah Rasulullah. Pernah ada kisah, Rasulullah didatangi seseorang, lalu orang itu bilang akan masuk Islam, asalkan tetap dibolehkan berzina. Saat itu sahabat marah, namun Rasulullah tetap sabar. Rasulullah menjelaskan kepada orang itu, bagaimana kalau yang dizinahi orang adalah istrimu sendiri, ibumu atau adikmu. Lalu orang itu menangis tersungkur. Sama apa yang dilakukan oleh Teguh, dia berdialog dengan hati,” kata Syamlan.
Saat datang ke masyarakat, menurut Syamlan, Teguh tidak memposisikan diri sebagai pejabat TNI tertinggi di Bengkulu. Tetapi datang sebagai sahabat. Sehingga tidak ada sekat. Termasuk saat datang menemui warga Binduriang. “Jadi beliau sangat low profile sekali. Kalau datang ke desa-desa, orang tidak tahu beliau adalah Danrem. Sesungguhnya kami sedih, karena harus berpisah dengan Pak Teguh. Dan kenapa kepindahan beliau diulur-ulur, itu karena doa kami yang tidak ingin beliau cepat menginggalkan Bengkulu. Tapi kita harus rela dan bangga, karena beliau juga harus meniti karir yang lebih tinggi,” ungkap Syamlan kembali disambut tepuk tangan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Iskandar Ramis. Jendral purnawirawan itu mengucapkan selamat kepada Teguh yang sudah dipromosi menjadi Irdam II Sriwijaya. Dapat berbangga diri karena jabatan itu merupakan jabatan orang tertinggi nomor 3 di Kodam, setelah Pangdam dan Kasdam. Menurut Iskandar Ramis, banyak hal yang telah dilakukan oleh Teguh selama bertugas di Bengkulu. “Seperti mengamankan kondisi di Binduriang,” kata Iskandar Ramis.
Teguh Pambudi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama yang telah membantunya dalam bertugas. Dia mengaku sudah lama mendapatkan surat perintah sebagai Irdam, namun ditunda Sertijabnya hingga 1 November mendatang. “Tolong perhatikan sanak kita terutama di Binduriang,” pesan Teguh kepada Sudarsono.
Sementara itu Sudarsono dalam kesempatan kemarin, menceritakan perjalanan karirnya hingga diamanahkan menjadi Danrem 041 Gamas. Seperti Danton Yonif Dam VII/Wrb tahun 1986, Danton II/B Yonif 725/Wrb tahun 1986, Danton Bant KI-C Yonif 726/Wrb tahun 1987, Danton Kijartuk Rindam VII/Wrb tahun 1987, Danton SMS Kibant Yonif Linud 700/BS tahun 1988, Dankibant Yonif Linud 700/BS tahun 1990, Kasi 4/Log Yonif 700/BS tahun 1990, Ps Pasiops Rem 074/WT Dam IV/DIP tahun 1996, Pasiops Rem 074/WT Dam VI/Dip tahun 1997, Kasdim 0726/SKH Dam IV/DIP tahun 1998, Danyonif 621/MTG Rem 101/Ant tahun 2001, Dandim 1002/BRB Rem 101/Ant tahun 2002, Dandim 1007/BJM Rem 101/Ant tahun 2004, Kabaglat Rindam IM tahun 2005, Wairdam IM tahun 2006, Aslog Kasdif – 2/Kostrad tahun 2009, Aslog Kasdam XII/TPR tahun 2010, Aslog Kas Kostrad tahun 2011, Wadirbinjianbang tahun 2012 dan Danrem 041/Gamas tahun 2013. (ble)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: