Tersangka Korupsi GOR Lebong, Massal

korupsi111TUBEI – Sejumlah pejabat, mantan penjabat hingga manta Bupati Lebong terancam terseret sebagai tersangka korupsi massal proyek pembangunan GOR Terpusat Lebong tahun anggaran 2008/2009.

Saat ini saja, penyidik Polres Lebong yang semula menetapkan 3 orang tersangka, telah bertambah menjadi 7 tersangka. Cukup berpeluang total tersangka menjadi 18 orang karena ada 11 saksi lainnya yang berpotensi jadi tersangka.

 Penegasan ini disampaikan Kapolres Lebong AKBP Roh Hadi, S.IK didampingi Kabag OPS AKP Ruri Roberto, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Abdu dan Kanit Tipikor Bripka Tri Cahyoko. Ditegaskan Kapolres, pihaknya terus mendalami dan melakukan pengembangan penyidikan kasus ini. Siapapun yang terindikasi terlibat dipastikan diproses secara hokum. Pihaknya tak pandang bulu, tak akan tebang pilih.

 Kemarin (2/5) untuk kepentingan melengkapi bukti-bukti, penyidik melakukan pemeriksaan rekanan atau kontraktor proyek dari PT. Pembangunan Perumahan. Pemeriksaan berlangsung di Kota Bengkulu. ‘’Hari ini (kemarin.red) penyidik kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap pihak rekanan,’’ ujar Kasat Reskrim AKP Abdu.

 Dijelaskan Abdu, rencananya pemeriksaan dilakukan terhadap dua orang saksi. Disamping pimpinan PT. Pembangunan Perumahan (PP), satu lagi yang bertanggung jawab dalam pelaksana pekerjaan GOR Terpusat. Hanya saja yang sudah diperiksa, baru dari pelaksana pekerjaan. Sedangkan pimpinan PT. PP sedang ada urusan ke Jakarta sehingga pemeriksaan ditunda.

 ‘’Secepatnya pimpinan PT. PP dijadwal ulang pemanggilan dan pemeriksaannya,’’ ucap Abdu. Pemeriksaan tersebut, lanjut Abdu, dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara di Polda Bengkulu pada Selasa (30/4) lalu.

 Sedangkan untuk dokumen yang disita penyidik beberapa waktu lalu, sudah dipelajari. ‘’Kalau untuk dokumen yang kita cari di Dinas Diknaspora Lebong dan tidak ditemukan, juga belum diserahkan oleh Mantan Bendahara Barang. Kita usahakan meminta dari pihak PT. PP,’’ lanjut Abdu.

 Untuk tersangka berjumlah 7 orang, disampaikan Abdu yang semula 3 orang masing-masing Mantan Kadis Diknaspora Lebong, Drs.DH, M.Pd, PPTK Kegiatan Su, Am.Pd dan Ketua Panitia PHO Drs. Norman Marzuki, BE. Kemudian dalam perkembangan penyidikan didapati 4 tsk lainnya, masing-masing SW, ST yang merupakan Sekretaris Panitia Serah Terima Pekerjaan Fisik atau PHO TA 2009 sekaligus anggota tim peneliti kontrak. Kemudian IH, ST anggota serah terima Pekerjaan fisik tahun 2009 sekaligus Ketua Tim Peneliti Kontrak. Dua orang lagi sebagai anggota serah terima pekerjaan fisik (PHO) tahun 2009 yaitu Ma, ST dan Ar.

‘’Berkas kita split (dibuat terpisah) menjadi tiga berkas. Masing-masing satu berkas untuk tersangka KPA, satu berkas untuk tersangka PPTK dan satu berkas lagi untuk Tim PHO yang berjumlah 5 orang. Setelah pemeriksaan pihak rekanan tuntas dilaksanakan, secepatnya kita jadwalkan pemanggilan tersangka untuk diperiksa. Soal nanti ditahan atau tidak, itu kita lihat saja nanti perkembangannya,’’ demikian Abdu.

 Sekadar diketahui, selain 7 orang tersebut, penyidik juga masih mengantongi 11 nama lagi calon atau yang berpotensi menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Masing-masing AM, SE, Ir. AI, Drs. DU, B.Sc, M.Si, Ir. AR, TW, ST dan ES, S.Pd. Serta FS, ST, NS, SH, Ir. SK, GY, ST. Mereka masing-masing memiliki jabatan dan peranan yang berbeda-beda. Mulai dari mantan bupati, mantan anggota DPRD Lebong serta PNS yang terlibat dari mulai proses pelelangan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan GOR Terpusat.(dtk)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. bravo…!!
    masih banyak oknum2 lain yang harus diselidiki pak…!!
    dari mulai kadus..kades..kelurahan…kecamatan…semua punya andil dalam pembebasan tanah di sana..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*
*