Tes CPNS 29 September

cpns 2013BENGKULU – Pemda Provinsi Bengkulu memastikan akan menggunakan sistem Computer Asisted Test (CAT) pada penyelenggaraan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), 29 September 2013. Lima Pemda Kabupaten lain yang juga diminta menyelenggarakan tes CPNS dengan sistem yang sama.

“Sebaiknya semua menggunakan sistem CAT. Itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecurangan pada seleksi CPNS ini. Seperti kita ketahui dengan sistem CAT, peserta yang mengikuti tes akan langsung mengetahui hasilnya. Soal ujian secara online dan jawaban langsung diterima di server pusat. Apalagi katanya Konsorsium Perguruan Tinggi bersama Panitia Pengadaan CPNS Nasional, tengah menyiapkan 60.000 soal untuk tes dengan sistem online ini,” kata Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bengkulu, Parial, SH, Senin (5/8) siang.

Selain itu, dengan sistem CAT, penyelenggaraan tes CPNS tentu akan jauh lebih efektif dan efesien. Karena tidak perlu pengadaan Lembar Jawaban Komputer (LJK), karena langsung diisi di sistem komputer saat ujian. Selain itu, tidak perlu repot alias menguras waktu untuk mengawasi pencetakan soal di pusat. Pelaksanaanya juga lebih mudah. Terlebih lagi, kuota CPNS untuk di lima kabupaten tidaklah banyak, seperti Pemda Seluma 30 orang, Pemda Rejang Lebong 35 orang, Pemda Bengkulu Tengah 50 orang, Pemda Kepahiang 30 orang dan Pemda Lebong juga 30 orang.

“Bukannya saya meragukan atau menuding. Bila kita belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, peluang terjadinya kecurangan tes CPNS dengan LJK, oleh orang yang tidak bertanggungjawab lebih riskan,” tambah Politisi PAN dapil Bengkulu Selatan-Kaur itu.

Namun dia berharap kepada Badan Kepegawaian (BKD) Provinsi Bengkulu dapat menyampaikan kepada Panitia Pengadaan CPNS Nasional, pada saat pengumuman kelulusan bukan hanya menulis nama. Tetapi juga nilai yang diperoleh oleh masing-masing peserta tes CPNS. “Agar bisa dicocokkan dengan hasil saat tes. Siapa tahu ada error,” terang Parial.

Dibagian lain, Parial juga meminta kepada BKD tidak hanya melaksanakan Tes Kompetensi Dasar (TKD), tetapi juga menggunakan Tes Kompetensi Bidang (TKB) sebagai seleksi penentuan kelususan CPNS. Meskipun dari KemenPAN-RB, tidak memberi kewajiban kepada pemerintah daerah melaksanakan TKB itu. Menurutnya TKB itu penting, mengingat formasi yang akan diadakan terbilang langka. Terutama di Pemda Provinsi, seperti dokter spesialis, perawat jiwa, apoteker,  asisten apoteker  dan teknik elektromedis, analisis potensi pariwisata, penyuluh kehutanan, pengendali ekosistem hutan, penatalaksana konservasi kawasan lindung terumbu karang, surveyor geologi pertambangan, pengamat gunung api,  penyelidik bumi, pengawas lingkungan hidup  dan perekayasa alat tepat guna. “Bagaimana kita tahu kemampuan bidangnya, kalau tidak dilaksanakan TKB. Kita kan tahu TKD hanya untuk mengukur kemampuan dasar, bukan bidang,” ujar Parial.

Kepala BKD Provinsi Bengkulu, Tarmizi, B.Ss, S.Sos sebelumnya mengakui sejumlah Pemda Kabupaten di Bengkulu memberi sinyal ada yang tidak menggunakan sistem CAT. Melainkan dengan sistem LJK seperti tahun lalu. Namun demikian, dia juga berkeyakinan pelaksanaan tes CPNS dengan sistem LJK juga akan berlangsung secara transparan dan bersih, mendapat pengawasan ekstra ketat.

Bagi pemerintah daerah yang melaksanakan tes CPNS dengan LJK, maka pembuatannya tetap dilakukan oleh Panitia Pengadaan CPNS Nasional bersama Konsorsium Perguruan Tinggi.

“Setelah selesai akan diprotek oleh Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), lalu disampaikan kepada koordinator provinsi dalam hal ini gubernur. Saat dicetak di pusat, nanti mendapat pengawasan dari KPK, BIN, Kepolisian, ICW dan media massa. Setelah dicetak, baru diserahkan ke kabupaten. Jadi peluang terjadi permainan sangat kecil sekali. Apalagi pemerintah daerah hanya memfasilitasi,” ungkapnya. (ble) 

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: