Tes CPNS Pemprov di Unib

BENGKULU - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu  terus melakukan persiapan guna mensukseskan pelaksanaan seleksi CPNS yang digelar 29 September mendatang. Rencananya tes dengan menggunakan sistem Camputer Asisted Test (CAT) akan dipusatkan di Universitas Bengkulu (Unib).

Meski demikian, pelaksanaanya tetap dilakukan oleh Penitia Pengadaan CPNS Nasional bersama Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri. “Sejauh ini, kami masih fokus di Unib. Mengingat peralatan di sana sudah cukup memadai,” kata Kepala BKD Provinsi Bengkulu,  kemarin (19/8).

Dia menjelaskan, besar kemungkinan hanya menggunakan satu gedung saja dengan sejumlah ruangan. Pelaksanaan dapat dilaksanakan secara bergelombang dalam tempo waktu 2 sampai 3 hari, tergantung dengan jumlah peserta yang mendaftar.

“Nanti pengawas dari pusat. Hanya mereka yang boleh masuk ke dalam ruangan. Dari daerah sifatnya hanya memfasilitasi agar berjalan lancar. Kalau ada CCTv, akan kita gunakan juga untuk pengawasan,” terang Tarmizi.

Dia menjelaskan, pendaftaran akan dilakukan secara online. Sehingga bukan hanya calon peserta dari luar Bengkulu yang ikut berkompetisi di Bumi Rafflesia ini. Sebaliknya calon peserta asal Bengkulu juga dapat mendaftar ke provinsi lain.

“Namun jangan mendaftar di dua tempat berbeda. Bisa dicoret. Nanti akan ketahuan berdasarkan nomor KTP yang telah teregister secara online,” tandas Tarmizi mengingatkan.

Dibagian lain dia menegaskan, akan menjemput rincian formasi CPNS ke Kementerian Aparatur Pendayagunaan Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) hari ini (20/8).

Meski rincian formasi sempat tertunda diterima, Tarmizi kembali menegaskan tahapan dan pelaksanaan seleksi CPNS tidak akan terganggu. Seperti diketahui, pelaksanaan tes CPNS akan diselenggarakan 29 September tahun ini. Sebelumnya juga menuturkan, setelah mendapat rincian formasi di KemenPAN-RB, rencananya BKD Provinsi Bengkulu akan langsung ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Guna meminta petunjuk spesifikasi pendidikan dari setiap formasi yang dikeluarkan oleh KemenPAN-RB.

“Jangan sampai tidak sesuai, sehingga tidak diproses oleh BKN. Misalnya formasinya analisis potensi pariwisata, jurusan yang akan diseleksi nanti apa ?,” terang Tarmizi.  Seperti diketahui, secara global terdapat 7 tenaga kesehatan dan 9 tenaga teknis dari 144 kuota formasi. Dari 7 tenaga kesehatan yang akan direkrut yakni dokter spesialis, dokter spesialis gigi, perawat, perawat jiwa, apoteker,  asisten apoteker  dan teknik elektromedis. Sedangkan 9 tenaga teknis yakni analisis potensi pariwisata, penyuluh kehutanan, pengendali ekosistem hutan, penatalaksana konservasi kawasan lindung terumbu karang, surveyor geologi pertambangan, pengamat gunung api, penyelidik bumi, pengawas lingkungan hidup  dan perekayasa alat tepat guna. (ble) 

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: