Tiga Kepala KUA Baru di Benteng Dilantik

kemenagTABA PENANJUNG – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten  Bengkulu Tengah (Benteng) H. Ajamalus melantik tiga pejabat eselon IV di Lingkungan Kantor Kemenag Benteng untuk menjabat Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kemarin (23/7) di aula kantor Kemenag Benteng. Turut hadir Kepala Kemenag Provinsi Bengkulu H. Suardi Abbas.

Juga tampak hadir seluruh Kepala KUA Kecamatan, Kepala Madrasah, Kepala Subbag TU, Kepala seksi, serta seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Benteng.

Sesuai Surat Keputusan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Nomor : Kw.07.1/2/Kp.07.6/698/2013 tanggal 17 Juli 2013 memutuskan tiga pejabat eselon IV di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Benteng.

Tiga pejabat eselon IV itu, Sanari menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Taba Penanjung mengganti H. Dimyati pindah tugas menjadi Kepala KUA Kecamatan Muara Bangkahulu Bengkulu.

Terus Mikratul Aswad ditunjuk sebagai Kepala KUA Karang Tinggi menggantikan H. Mulyani pindah tugas ke Kantor Kemenag Bengkulu Utara.

Heri Kusnmawan, S.HI dilantik sebagai Kepala KUA Kecamatan Pematang Tiga menggantikan Muhammad yang juga pindah tugas ke Kantor Kemenag Kabupaten Bengkulu Utara.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Benteng Ajamalus mengatakan, mutasi dan pelantikan adalah hal yang penting dan biasa dilakukan untuk kepentingan organisasi. Selain itu, Kepala Kemenag Benteng juga meminta kepada pejabat yang baru dilantik untuk dapat melaksanakan amanah jabatan dengan baik dan sungguh-sungguh serta dapat bekerja secara profesional.

“Laksanakan tupoksi dengan profesional, dedikasi dan inovatif selama menjadi kepala KUA. Karena kepala KUA ditunggu masyarakat dalam pembinaan kehidupan agama di masyarakat. Sebagai garda terdepan Kementerian agama yang sangat menentukan baik buruknya citra Kemenag,” terang Ajamalus.

Ditambahkan, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bengkulu H. Suardi Abbas dalam pengarahannya menjelaskan bahwa seluruh Pejabat di lingkungan Kemenag, wajib menjaga nama baik dan citra Kementerian Agama. Diibaratkan kertas putih, mudah sekali ternoda oleh hal-hal yang membuat rusaknya Kemenag.

“Hendaklah semua pegawai dan pejabat menjaga moralitas sebagai aparatur Kemenag. Hindarilah perbuatan-perbuatan yang merusak moralitas kita, seperti perjudian, minuman keras, dan perbuatan-perbuatan amoral lainnya, karena itu bisa menimbulkan penilaian buruk,” tutup Suardi Abbas.(rif)

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: