Home / BERITA UTAMA / Ibu Kandung Dibacok Hingga Nyaris Tewas

Ibu Kandung Dibacok Hingga Nyaris Tewas

NYARIS TEWAS : Korban saat menjalani perawatan di RS Manna, tadi malam setelah dibacok oleh anak kandungnya sendiri.

SELUMA – Ansidi (20) pemuda warga Desa Gelombang Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) kemarin sore sekitar pukul 17.30 WIB membuat geger warga setempat. Bagaimana tidak, pemuda yang diketahui sudah 2 tahun mengalami gangguan jiwa (gila,red) tiba-tiba menyerang ibu kandungnya sendiri, Suhai (40) menggunakan parang secara membabi-buta. Korban terkena 4 kali bacokan masing-masing di kepala sebelah kiri, di punggung, dan 2 luka di tangan kiri. Beruntung nyawa korban masih sempat diselematkan.

Kades Gelombang, Hamdan R mengatakan bahwa Ansidi menyerang ibunya tanpa alasan yang jelas. Serangan itu dilakukannya secara tiba-tiba saat korban sedang memasak di dapur. “Kami terkejut mendengar teriakan korban, kemudian warga langsung ramai-ramai masuk ke rumah korban dan ternyata korban sudah berlumuran darah sedangkan anaknya (pelaku) memegang parang. Oleh warga, pelaku langsung ditangkap dan korban dilarikan ke RS di Manna,” cerita Hamdan.

Berdasarkan keterangan Hamdan, dulu pelaku sudah pernah dipasung menggunakan kayu karena sudah sangat meresahkan masyarakat desa. Namun oleh keluarganya dilepas. “Dullu pernah dipasung tapi dilepas lagi sama keluarganya. Dia itu sudah 2 kali keluar masuk rumah sakit jiwa. Karena warga tahu dia gila, makanya warga tidak menyerahkannya ke kantor polisi tapi langsung dipasung di rumahnya itu agar tidak kabur,” kata Hamdan.

Sementara korban tiba di RSUD Hasanudin Damrah Manna, Bengkulu Selatan pukul 18.30 WIB untuk mendapatkan ertolongan medis karena sudah banyak mengeluarkan darah. Kapolres Seluma AKBP. Raden Tri Wahyu Budiyanto, S.IK, MM melalui Kapolsek SAM, Iptu.Sukari, SH membenarkan telah menerima laporan kasus penganiayaan tersebut. “Begitu mendapat informasi dari masyarakat, anggota langsung meluncur ke sana dan sebagian menyusul ke RS Manna, diduga pelakunya tidak waras,” demikian Sukari.

Kasus IRT nyaris dibunuh anak kandung ini sudah 2 kali terjadi di Kabupaten Seluma. Sebulan yang lalu kasus serupa terjadi di Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Talo. Seorang pemuda, Satria Herman Jaya (19) nekat menikam ibu kandungnya sendiri, Surai (40) yang telah mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkannya. Korban mengalami luka tusuk di bagian perut, namun masih sempat diselamatkan.

Satria nekat menikam ibu kandungnya sendiri yang telah mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkannya itu. Berdasarkan pengakuan Satria dirinya tidak sengaja menikam ibu kandungnya itu karena saat bangun dari tidur dirinya tiba-tiba melihat ada bayangan putih yang menakutkan yang sebenarnya itu adalah ibunya. Karena takut, ia mengambil pisau dan menikam bayangan putih itu. Diduga, tersangka mengigau atau mengalami gangguan jiwa.(tew)

Baca Juga ...

Tuntutan Angkutan BB Sulit Dipenuhi

  BENGKULU – Tuntutan ratusan angkutan batu bara (BB) agar jumlah muatan maksimal 10 ton ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *