Senin , 20 November 2017
Home / BERITA UTAMA / KTP Palsu untuk Nikah Siri

KTP Palsu untuk Nikah Siri

BARANG BUKTI : Kapolsek Selebar , Kompol Amsaludin, S.sos memperliatkan barang bukti KTP palsu yang disita dari tersangka pembuatan E-KTP palsu

BENGKULU-  Kasus E-KTP palsu menguak banyak fakta mengejutkan. Info teranyar, pembuatan KTP palsu selain dimanfaatkan untuk kejahatan, juga dipakai oknum untuk berpoligami (menikah siri). Caranya? Dengan mengelabui petugas KUA (Kantor Urusan Agama).

“Ya, biasanya KTP Palsu yang digunakan itu juga untuk mengurus NA. Tidak pernah dilihatkan KTP, melainkan dalam map berkas NA itu identitas KK dan KTP yang sudah difotocopy,” terang  RA, salahsatu penghulu pernikahan.

Sebenarnya kata RA, yang mengurus segala persyaratan administrasi kependudukan yang rata-rata palsu itu adalah calo yang mau mengurus nikah. Mereka sebagai penghulu hanya memberikan jalan dan membantu memberikan solusi. “Kadang yang salah tetap kami juga. Padahal kesalahan itu terjadi karena ada yang mengurus dokumen fiktif. Kami tidak tahu dan KUA juga tidak tahu. Setelah dilaporkan baru ketahuan  dokumen KTP dan KK itu palsu,” imbuh Ra kemarin.

Sementara itu, pascaterbongkarnya bisnis pembuatan E-KTP palsu oleh Polsek Selebar, pihak leasing dan perbankan mulai melalukan evaluasi, karena disinyalir ada beberapa buku tabungan nasabah yang dibuat dengan menggunakan syarat E-KTP palsu. Terutama buku tabungan yang digunakan untuk syarat pinjaman di Bank, buku rekening penipuan dan buku rekening games online, yang dijadikan sebagai buku penampung kiriman uang bila menang Games.

Seperti yang diungkapkan Hirman , salah satu rekan dari An yang ikut terlibat di jaringan cetak E-KTP palsu di wilayah Unib. Terbaru informasi yang dihimpun dari Hirman, E-KTP palsu digunakan untuk membuat rekening palsu dan digunakan untuk rekening penampung uang penipuan.  “Sewaktu saya kerja dengan An, ada oknum karyawan Bank bagian marketing. Dia urus KTP palsu untuk syarat buka rekening baru di bank tempatnya kerja,” kata Hirman.

Ia menambahkan, nama-nama yang memesan KTP itu bekerja sebagai pedagang di Panorama, pemilik usaha kecil menengah dan pemilik warung gerobak. Dengan keterangan profesi wiraswasta. “Saya paham betul membuat KTP yang dipesan oknum karyawan perbankan. Selain membawa nama dan alamat palsu, rata-rata yang mau membuat KTP palsu itu menyertakan KTP asli mereka. KTP alsi itulah yang discan dan dijadikan syarat datang ke bank untuk buat tabungan,” imbuh Hirman.

Sekarang Hirman membuat percetakan sendiri di Unib Belakang. Diakui Hirman, bisnis KTP palsu itu sendiri tercipta, karena permintaan dari masyarakat. “Tanpa ditawarkan kepada masyarakat, malah masyarakat itu sendiri yang datang meminta diterbitkan KTP palsu. Saya sudah cukup lama terima cetakan di sini. Sejak lepas dari An, malah saya didatangi masyarakat yang memalsukan KTP, alasan mereka beragam dan masuk akal. Untuk membuat tabungan atau kepentingan yang lain, rata-rata bukan KTP palsu yang ditampakkan melainkan hanya fotocopynya saja,” papar Hirman.

Bahkan sebagai contoh kata Hirman, ada oknum yang terjerat kasus pembobolan ATM di sebuah Bank. Oknum karyawan bank tersebut ketahuan memiliki ATM dan buku tabungan dengan nama lain dan KTP atas nama lain. “Saya tidak sebutkan orangnya. Tapi ini fakta, ada oknum karyawan Bank yang membuat KTP dengan An. KTP itu digunakan membuat buku tabungan, lalu buku itu jadi tampungan pembobolan. Bahkan buku tabungan itu nama nasabah yang lain,” imbuh Hirman.

Terkait pernyataan Hirman, Kepala Bank Indonesia Bengkulu, Endang Kurni  Saputra  mengatakan biasanya tindakan oknum karyawan tersebut, ketahuan saat terjadinya kredit macet hingga 3 bulan. “Harusnya ini menjadi masukan untuk perbankan di Bengkulu. Selama ini ada yang ketahuan, oknum karyawan itu langsung disanksi. Karena sudah melanggar SOP perbankan. Biasanya yang gituan langsung diblacklist,” tutur Endang Kurnia.

Untuk saat ini kata Endang Kurnia, perbankan ditekankan untuk lebih teliti. Harus memerika syarat pembuatan rekening yang sesuai Sistem Prosedur Perbankan. “Kalau ada orang dalam atau oknum yang nakal, pasti cepat ketahuan. Apalagi yang tidak layak dilayak-layakin, lebih gampang jika mau disanksi. Untuk kedepannya, kita minta di perbankan, jangan hanya melihat fotocpy, tetapi cek Nomor Induk kependudukan (NIK), yang jadi syarat buka rekening baru,” tegas Endang.

 INZET : E-KTP PALSU

Untuk Lamar Pekerjaan

Terpisah Siti, mertua An, kembali menegaskan KTP palsu dicetak melalui menantunya An juga digunakan untuk mencari pekerjaan. Khusus pendatang dari luar yang tidak memiliki keterangan domisili dan KTP yang dekat dengan tempat yang akan dilamar. “An juga membuat KTP untuk yang mau cari kerja. Memalsukan domisili dan keterangan. Ini fakta,” jelasnya.

Hanya saja An yang sempat diwawancarai RB pada hari pertama, sekarang sudah menghilang. Dia disinyalir menghilang karena takur dikejar polisi dan dia juga dilaporkan terkait penggelapan motor di sebuah leasing. “Kami keluarga sudah melihat ada keanehan dari An. Sejak kawannya Ro ditangkap di Selebar dia menghilang. Dia dicari polisi,” demikian Siti.

Terpisah Kepala Dukcapil Kota Bengkulu Sudarto Widyo Seputro tidak menampik E-KTP palsu digunakan untuk kejatahan dan kriminalitas. Tujuannya mengelabuhi sasaran, seperti membuat rekening palsu, untuk Menikah Lebih dari 1 kali, pinjaman Uang di Bank, kredit Unit Barang baru di Leasing, syarat bantuan sosial, dukungan Independen di Pilkada, penipuan Rental Mobil dan untuk judi online.

“Cukup banyak kita dapatkan laporan. Sejak adanya pengungkapan di pihak kepolisian, saya juga mengingatkan masyarakat, supaya bisa lebih cepat untuk melapor. Kita juga sudah bisa melayani masyarakat dengan baik. Jangan sampai masyarakat jadi korban. Apalagi sudah ad apenegasan, pemilik KTP palsu dan pembuat KTP palsu dapat dipidana,” cetus Sudarto.

Ombudsman Sorot E-KTP

Sementara itu, Ketua Ombudsman RI Prof. Amzulian Rifai, SH, LLM, Ph.D dalam jumpa pers di Kantor Perwakilan Ombudsman Bengkulu kemarin (17/3), menyampaikan pandangannya terhadap pelayanan publik di Kota Bengkulu berdasarkan survei selama dua hari kunjungan kerja di kota Bengkulu.

Menurutnya, pelayanan publik di Kota Bengkulu belum memiliki inovasi yang beragam. Masih ditemukan pelayanan publik yang diskriminatif. Serta indikasi pungli dan waktu pelayanan yang cukup lama.

Amzulian juga menyoroti pelayanan pembuatan E-KTP yang banyak dikeluhkan. Masih banyak masyrakat Kota Bengkulu belum merekam dan memiliki E-KTP.

“Saat ini banyak pelayanan publik yang membutuhkan e-KTP. Jika masyarakat yang sudah punya bisa tenang-tenang saja. Namun sebaliknya bagi masyarakat yang belum punya akan kerepotan. Disamping itu porses pembuatan e-KTP juga memakan waktu,” terang Amzulian.

Akar dari permasalahan pembuatan e-KTP yang memakan waktu berlarut tersebut, lanjut Amzulian, ternyata karena ada korupsi di baliknya. Korupsi mengakibatkan blangko kosong dan sebagainya. “Banyak laporan yang sudah sudah masuk ke Ombudsman mengenai pembuatan e-KTP. Ombudsman lalu mengadakan investigasi ternyata di baliknya ada korupsi. Maka kami ajak duduk satu meja Menteri Dalam Negeri beserta Direktorat Dukcapil pusat,” papar Amzulian.

Investivigasi e-KTP sudah dilakukan Ombudsman RI semenjak enam bulan lalu. Berdasarkan data yang diperoleh, tercatat 4 persen masyarakat seluruh Indonesia yang baru menerima e-KTP. Namun, kenyataanya masih banyak juga yang belum merekam dan jumlahnya lebih banyak dari masyarakat yang sudah menerima. “Kisaran 70 ribu yang belum mendaftar. Itu jumlah yang banyak,” kata Amzulian.

Mengenai pelayanan publik di Kota Bengkulu, dinilai belum menganut birokrasi beradab. Maksudnya keberadaban birokrasi yaitu bagaimana penyelesaian masalah yang dikeluarkan tidak menyinggung atau mempermalukan orang lain.

“Saya rasa birokrasi yang beradab harus dibangun sesegara mungkin. Sebab tingkat peradaban patuh dengan birokrasi. Birokrasi jangan berbelit-belit. Berikan pelayanan pasti kepada masyarakat dan jangan berlarut – larut,” jelas Amzulian. (rif/nok)

Baca Juga ...

Bertaruh Nyawa, Digulung Ombak Sudah Biasa

Kita sering melihat batu kecil indah dijajakan di pinggir jalan, khususnya di daerah pesisir pantai. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *