Selasa , 19 September 2017
Home / PROMOSI & BISNIS / BI Dorong Transaksi Non Tunai – Manfaatkan EDC

BI Dorong Transaksi Non Tunai – Manfaatkan EDC

TRANSAKSI: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra menggunakan kartu debit saat membayar makanan dan minuman di Bioskop XXI Bencoolen Mall, sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat agar memanfaatkan sistem transaksi non tunai.

BENGKULU – Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu terus fokus mengajak pelaku usaha dan masyarakat agar menggunakan cara transaksi non tunai dengan menggunakan kartu elektronik. Saat ini dimasyarakat telah dikenal tiga jenis kartu elektronik yang dinamakan kartu debit, kartu kredit dan e-money.

Kartu debit secara mudah bisa dikatakan nasabah lebih dulu menaruh sejumlah uang ke rekening bank yang mengeluarkan kartu debit. Sedangkan, kartu kredit pihak bank yang menyediakan dana lebih dulu kepada nasabah yang memegang kartu. Selanjutkan akan dibayar pemegang kartu. Sedangkan e-money persis seperti uang hanya dalam bentuk kartu.

Khusus e-money sedikit berbeda dengan kartu debit, perbedaan terletak pada jumlah saldo yang dimiliki. “Kalau e-money, jumlah saldonya terbatas paling tinggi biasanya hanya Rp 1 juta. Biasanya dipergunakan untuk transaksi-transaksi yang kecil-kecil seperti membayar parkir, itu salah satu contohnya,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra, kepada RB, kemarin (19/3).

Menurut dia, BI intens mendorong masyarakat agar lebih memilih transaksi non tunai, lantaran banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Antara lain rendah tertipu dari uang palsu, lebih aman karena tak perlu membawa uang tunai kemana-kemana,  terhindar dari bahaya perampokan, serta bisa meningkatkan nilai transaksi.

“Alasannya bisa saja, transaksi batal, karena uang tunai yang dibawa tak cukup, tetapi lewat cara gesek di mesin EDC (Electronic Data Capture), dengan kartu debit transaksi jadi bisa dilanjutkan,” paparnya.

Tak itu saja, dengan cara transaksi non tunai dapat menimbulkan multiplier effect, terutama bisa berdampak kepada keuntungan bisnis yang diperoleh perbankan. Termasuk keuntungan dari si pemegang kartu jika bank bersangkutan sedang menawarkan program-program diskon.

Penggunaan transaksi non tunai ini, kata Endang, bisa dipergunakan di toko-toko, di hotel, di pusat-pusat perbelanjaan, atau di kios-kios makanan, minuman, pakaian yang dikelola masyarakat dengan cara menggunakan fasilitas mesin EDC atau yang lebih dikenal dengan ATM Mini.

Mesin yang berfungsi sebagai sarana penyedia transaksi dan alat pembayaran yang penggunaannya dengan cara memasukkan atau menggesek kartu ATM, kartu debit maupun kartu kredit dalam suatu bank maupun antar bank. “Biasanya bank-bank sudah menyediakan secara gratis bagi pelaku usaha yang mau menggunakan mesin EDC-nya, sebab mesin ini dapat pula menjadi sarana promosi bank bersangkutan,” paparnya. (iks)

Baca Juga ...

Neraca Dagang Kembali Surplus

JAKARTA – Neraca perdagangan Juli lalu tercatat defisit USD 270 juta. Defisit tersebut kali pertama ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *