Selasa , 19 September 2017
Home / PROMOSI & BISNIS / Pertumbuhan Pendapatan Indosat

Pertumbuhan Pendapatan Indosat

JAKARTA – Mengakhiri kinerja perusahaan 2016, Indosat Ooredoo berhasil mencatat laba bersih positif sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 184,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Keberhasilan membukukan laba bersih positif sebagai akibat dari peningkatan operasional, pergerakan mata uang yang stabil dan utang dalam mata uang asing lebih rendah.

Perusahaan mencatat pertumbuhan untuk pendapatan sebesar 9,0 persen terhadap tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 29,2 triliun untuk tahun 2016. EBITDA tumbuh 12,1 persen menjadi Rp 12,9 triliun (2015: Rp 11,5 triliun), dengan marjin EBITDA sebesar 44,1 persen.

Beban biaya mengalami peningkatan sebesar 3,4 persen menjadi Rp 25,2 triliun (2015: Rp 24,4 triliun). Pendapatan selular, MIDI dan telekomunikasi tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83 persen, 14 persen, dan 3 persen terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan. Pendapatan selular meningkat sebesar 10,0 persen pada tahun 2016, utamanya disebabkan peningkatan pendapatan data, telepon, SMS dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi.

Jumlah pelanggan selular pada akhir tahun 2016 mencapai 85,7 juta pelanggan. Sementara itu pendapatan MIDI meningkat sebesar 10,0 persen dibandingkan tahun 2015, utamanya disebabkan pertumbuhan bisnis layanan IT yang dikontribusi dari Lintasarta, salah satu anak perusahaan Indosat Ooredoo. Untuk pendapatan Telekomunikasi Tetap turun sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun 2015 yang disebabkan turunnya trafik dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

Perusahaan terus mengembangkan jaringan telekomunikasinya secara nasional dengan menambah 5.796 BTS dimana 57 persen di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data. Jumlah pelanggan selular pada tahun 2016 meningkat sebesar 16 juta pelanggan dibandingkan dengan tahun 2015 dimana ini merupakan hasil dari penawaran paket-paket menarik yang sesuai dengan gaya hidup pelanggan. Perusahaan juga melihat pertumbuhan jumlah pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 147,1 persen dan pertumbuhan pendapatan data sebesar 46,7 persen dibanding tahun sebelumnya. (rls)

Baca Juga ...

Neraca Dagang Kembali Surplus

JAKARTA – Neraca perdagangan Juli lalu tercatat defisit USD 270 juta. Defisit tersebut kali pertama ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *