Sabtu , 23 September 2017
Home / METROPOLIS / Refleksi 4 Tahun Helmi-Linda

Refleksi 4 Tahun Helmi-Linda

Ir.Patriana Sosialinda di Hotel Samudra Dwinka, Minggu (19/3). Asisten III Pemerintah Kota Bengkulu, M. Husni, M.Si membeberkan capaian keberhasilan Helmi-Linda.

BENGKULU – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Bengkulu menggelar diskusi mengenai kinerja empat tahun kepemimpinan Walikota H. Helmi Hasan,SE dan Wawali, Ir.Patriana Sosialinda di Hotel Samudra Dwinka, Minggu (19/3).  Asisten III Pemerintah Kota Bengkulu, M. Husni, M.Si membeberkan capaian keberhasilan Helmi-Linda.

Di bidang insfrastruktur, pembangunan jalan kota ditargetkan sepanjang 129,42 km. Sekarang sudah berhasil dibangun 126,83 km dengan persentasenya 98 persen. Untuk jalan lingkungan dibangun 592,05 km dari target sepanjang 768,9 km. Pembangunan drainase 111,456 kilometer dengan target sepanjang 160,197 km.

“Masing-masing persentase untuk jalan lingkugan yang sudah terealisasi yaitu 77 persen. Sedangkan untuk pembangunan drasinase sebesar 69,66 persen,” kata Husni dengan bangga.

Bukan hanya infrastruktur jalan dan drainase, Pemkot juga mengklaim telah berhasil menambah lampu jalan menyala. Pada tahun 2012 sampai 2013 ada 2.500 unit lampu jalan dengan lampu yang menayala sebanyak 1.200 unit saja. Lalu pada tahun berikutnya yaitu 2014 sampai 2015 terjadi penambahan unit lampu jalan menjadi 5.700 unit dengan jumlah unit yang menyala sebanyak 3.250 unit. Pada tahun 2016 lampu yang menyala meningkat dengan jumlah unit 3.600 unit.

Pada sektor kesehatan, program unggulan Helmi-Linda yaitu Jemput Sakit Pulang Sehat mempersiapkan armada ambulance sebanyak 20 Ambulance. Jumlah pasien yang terlayani dari tahun 2013-2016 sebanyak 1.990 orang. Jumlah Pasien yang dirujuk ke RS Luar daerah dari tahun 2013-2016 sebanyak 45 orang.

Husni juga memaparkan kemajuan capaian dari pembaungan ekonomi. Dari tahun ke tahunnya pertumbuhan ekonomi kota Bengkulu menghalami turun naik. Pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Kota Bengkulu mencapai persentase sebsar 6,06 persen. Tahun 2014 meningkat menjadi 6,12 persen. Namun pada tahun 2015 turun menjadi 6,05 persen. Pada tahun berikutnya kembali naik drastis dengan jumlah persentase sebesar 6,2 persen. Angka kemiskinan pun semakin ditekan alias menurun dari tiap tahunnya. Pada tahun 2013 angka kemiskinan di Kota Bengkulu sebesar 21,51 persen, tahun 2014 dan 2015 sebesar 20,16 persen, tahun 2016 menurun menjadi 19,3 persen.

Ketua DPD IMM Kota Bengkulu Doni Pahlepi dalam diskusi itu sempat mengomentari  pembangunan Kota Bengkulu. Seperti kasus taman Smart City yang memakan biaya sampai Rp 3,4 miliar tidak sebanding dengan hasil yang ada. Termasuk beberapa ruas jalan yang belum diperbaiki.

IMM menilai beberapa pembangunan yang direaliasasikan cederung mengarah di akhir masa jabatan kepemimpinan. “Seperti program seribu jalan mulus saat ini sedang digencarkan. Kami juga tidak tahu mengapa di akhir kepemimpinan. Daerah saya yaitu di Kampung Melayu mendapatkan giliran akhir untuk program seribu jalan mulus ini. namun, dampak seribu jalan mulus ini sudah kami rasakan,” ungkap Doni.

Menanggapi hal itu Husni mengatakan aspirasi yang disampaikan akan disalurkan kepada Walikota Helmi Hasan. Sehingga dari aspirasi tersebut dapat dikoreksi mana saja yang belum direalisasikan dari beberapa program yang diusung. “Walikota sangat membuka diri kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya. Melalui forum diskusi ini kami apresiasi dengan baik. Hasil diskusi langsung kami sampaikan kepada walikota,” terang Husni.

Husni menambahkan, Pemkot Bengkulu akan menyaring kembali beberapa program yang belum terealisasi kemudian akan dipubliskasi kepada masyarakat sebagai bentu pengawasan. “Program yang akan dipublikasi yaitu mengenai perbaikan jalan-jalan. Banyak yang salah paham mengenai jalan yang di bawah kewenangan Pemkot Bengkulu. Ada jalan provinsi yang berada di dalam kota. Pemkot Bengkulu telah menyusun wacana untuk perbaikan 22 titik jalan di Kota Bengkulu. Perawatan dan perbaikan akan mengandeng pihak Pemprov Bengkulu. Saat ini masih menggali bagaimana sumber pendanaanya,” terang Husni.

Sementara itu, Waka II DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain mengatakan kritikan dalam suatu kepemimpinan memang wajar. Ia sangat mengapresiasi diskusi yang dilakukan bersama mahasisma IMM. “Kritikan dari semua kalangan pasti ada. Namun berujung pada hal yang baik serta menjadi dorongan. Ini merupakan hal yang positif,” ucap Teuku.(nok)

Baca Juga ...

TPP Tidak Mungkin Ditiadakan – Riduan: Aset dan TPP Beda Konteknya

BENGKULU – Polemik DPRD Kota Bengkulu meminta evaluasi terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) lantaran ada ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *