Home / BENGKULU UTARA / Tolak Larangan Letakkan Barang di Lantai Kapal

Tolak Larangan Letakkan Barang di Lantai Kapal

ARGA MAKMUR – Tokoh masyarakat Kecamatan Enggano Bengkulu Utara (BU) Rafli Zen Kaitora menentang kebijakan Angkutan Sungai Danau dan Pelabuhan (ASDP). Kebijakan tersebut mengenai larangan bagi penumpang Kapal Pullo Tello meletakkan barang di lantai kapal kecuali tas jinjing biasa. Sedangkan barang seperti kardus dan karung harus dinaikkan ke atas mobil.

Rafli menilai larangan itu menyulitkan masyarakat Enggano. Sebab, masyarakat Enggano yang datang ke Bengkulu rata-rata membeli perlengkapan dan sembako yang dimuat ke dalam karung dan kardus. Sedangkan mereka tidak memiliki mobil untuk mengangkutnya.

“Bayangkan saja, mana mungkin masyarakat hanya belanja Rp 1 juta tapi pengeluaran sewa mobil sampai Rp 4 juta. Ini menyulitkan masyarakat,” kata Rafli.

Ia menerangkan selama ini tidak ada larangan bagi masyarakat untuk mengangkut barang dan ditempatkan di lantai kapal selama penyeberangan. Ini lantaran masyarakat yang menyeberang tidak semuanya memiliki mobil. “Kami berharap jangan membuat kebijakan yang justru meresahkan dan menyulitkan masyarakat. Kami masyarakat Enggano menolak hal itu. Bahkan akan kami laporkan ke DPRD Provinsi Bengkulu,” tegas Rafli.

Sementara Kadis Perhubungan BU, Eka Hendriyadi, SH, MH berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut pada ASDP. Dishub hanya menerima informasi mengenai larangan tersebut. “Jadi keterangannya bahwa  Kapal Pulo Tello adalah kapal penyeberangan, bukan kapal angkutan. Jadi tidak boleh ada barang di lantai kapal,” ujar Eka.(qia) 

Baca Juga ...

Dua Hari Tak Keluar, Kakek Membusuk dalam Kamar

ARGA MAKMUR – Warga Desa Lubuk Sahung, Kecamatan Arga Makmur pukul 10.30 WIB kemarin (28/4) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *