Sabtu , 23 September 2017
Home / BERITA UTAMA / Ajukan Praperadilan, Tersangka Wilson Tolak Pemeriksaan

Ajukan Praperadilan, Tersangka Wilson Tolak Pemeriksaan

kemarin (20/4) Wilson dijemput dari Rutan Kelas II Malabro Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan dengan status sebagai tersangka dalam kasus pengelolaan anggaran kegiatan rutin.

BENGKULU – Penyidik Tipikor Kejari Bengkulu sepertinya bergerak cepat paska melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu Wilson, SE dalam kasus dugaan penyelewengan dan korupsi pengelolaan anggaran kegiatan rutin Tahun Anggaran (TA) 2013 di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu (saat ini berubah BPKAD). Dimana Wilson saat itu menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam beberapa item kegiatan.

BahkanHanya saja, Wilson yang didampingi Penasehat Hukum (PH) nya Made Sukiade, SH menolak untuk diperiksa sebagai tersangka. Bahkan jam 08.00 WIB, Wilson melalui kuasa hukumnya atau PH, sudah mengajukan permohonan Pra Peradilan ke PN Bengkulu.

Mades Sukiade yang dikonfirmasi saat mendampingi Wilson membenarkan hal tersebut. Mereka sudah menyampaikan permohonan Pra Peradilan ke PN Bengkulu. ‘’Permohonan Pra Peradilan sudah kita sampaikan jam 8 pagi tadi (kemarin, red) ke PN Bengkulu. Karena sebagai PH atau loyer, kita merasa sangat keberatan dengan tindakan atau cara yang dilakukan, yang menurut kami in procedural alias tidak melalui prosedur yang benar,’’ tegas Made.

Diungkapan Made, kliennya Rabu (19/4) sore memang diperiksa sebagai saksi. Kemudian, dalam jedah waktu beberapa hitungan menit dari status sebagai saksi ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. ‘’Persoalannya apa, pertama klien kami Wilson ini belum diperiksa sebagai tersangka karena beliau menolak. Tapi ternyata selanjutnya dilakukan proses penahanan oleh penyidik Kejari Bengkulu. Atas hal tersebut, makanya kami sudah melakukan upaya hukum yaitu melalui permohonan praperadilan ke Pengadiulan Negeri Bengkulu,’’ ujar Made.

Selain itu, lanjut Made, kemarin saat akan dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, Wilson juga menolak untuk dilakukan pemeriksaan. ‘’Sekarang mau diperiksa sebagai tersangka, kami juga menolak. Karena justru yang dijadikan tersangka kemarin (Rabu, red) dan penahanan kemarin (Rabu, red) sudah jelas menolak,’’ lanjut Made.

Apalagi, sambung Made, kemarin kliennya akan diperiksa sebagai tersangka, jelas mereka juga menolak. ‘’Kepada penyidik sudah kita sampaikan dan kita siap menandatangani berita acara penolakan proses pemeriksaan sebagai tersangka, karena kami menganggap kalau klien kami statusnya belum tersangka,’’ imbuh Made.

Sementara itu, Kejari Bengkulu I Made Sudarmawan, SH, MH melalui Kasi Pidsus Irvon Desvi Putra, SH menegaskan, kemarin Wilson rencanya memang akan diperiksa sebagai tersangka dengan didampingi PH yang ditunjuk sendiri oleh tersangka. Soal penolakan tersangka untuk diperiksa, hal tersebut dianggap bukanlah masalah bagi penyidik. ‘’Itukan salah satu dan penyidik juga sudah punya alat bukti lain. Jadi itu terserah dia (tersangka, red) untuk menolak diperiksa,’’ singkat Irvon.

Terpisah, Kajati Bengkulu Sendjun Manullang, SH, MH menyampaikan secara tegas dukungannya kepada Kejari Bengkulu. Dirinya sudah menerima laporan dari Kejari Bengkulu terkait penetapan tersangka serta proses penahanan terhadap Plt. Kepala BPKAD Kota Bengkulu Wilson. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperlancar proses penyidikan yang sedang dilakukan Kejari Bengkulu.

Dari laporan Kajari Bengkulu, terang Sendjun, bahwa proses penetapan tersangka dan penahanan yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan. Serta ada dasar-dasar penahannannya, mengapa melakukan penahan dan ada surat perintah jelas dan dilaporkan ke Kejati Bengkulu. ‘’Dan kita tegaskan, bahwa Kejati Bengkulu membackup langkah dan tindakan yang dilakukanKejari Bengkulu. Bahkan sudah saya perintahkan untuk tidak berlama-lama memprosesnya. Agar segera melakukan penyidikan secara marathon dan bisa segera tuntas. Kalau sudah selesai, bisa segera dilimpahkan ke pengadilan. Soal ada yang merasa itu tidak berdasar, dan tidak beralasan, silahkan menempuh jalur hukum yang tersedia,’’ pungkas Sendjun.(dtk)

Baca Juga ...

Perkara Suap Menguat

BENGKULU– Perkara dugaan suap terhadap Gubernur Bengkulu (nonaktif), Dr. H Ridwan Mukti, MH menguat. Penegasan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *