Home / METROPOLIS / Keutamaan Salat Oleh : H. Fuad Muzakkar Siregar, LC, M.HI Di Masjid Al-Bayyinah Panorama

Keutamaan Salat Oleh : H. Fuad Muzakkar Siregar, LC, M.HI Di Masjid Al-Bayyinah Panorama

H. Fuad Muzakkar Siregar, LC, M.HI
Di Masjid Al-Bayyinah Panorama

Allah swt berfirman : Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-Isra: 1)

Peristiwa Isra Mi’raj yang agung, yang dialami Nabi SAW, yaitu  berangkat dari Masjidil Haram Makkah, ke Masjidil Aqsa Palestina, kemudian naik sampai ke langit yang ketujuh, naik lagi ke Sidratul Muntaha, kemudian naik ke ‘Arsy, dan naik lagi ke atasnya sampai bertemu dengan Allah SWT. Dan Allah mewajibkan kepada Nabi SAW dan umat salat lima puluh waktu. Lalu Nabi turun, dan bertemu dengan Nabi Musa, dan Nabi Musa mengusulkan supaya Nabi Muhammad kembali kepada Allah minta keringan. Nabi Muhammad saw menerima usulan itu, dan Nabi bolak balik sembilan kali antara langit keenam dan hadirat Allah SWT untuk meminta keringan tersebut. Sehingga salat yang awalnya lima puluh waktu menjadi lima waktu.

Kenapa kita mesti salat? suatu pertanyaan yang layak untuk dijawab, demi memperkokoh keimanan bagi yang sudah sadar melaksanakan salat, dan memeberi motifasi bagi yang belum sadar melaksanakannya. Pertama, karena salat merupakan tiang Agama. Rasul bersabda:” Salat adalah tiang agama, siapa yang melaksanakannya sesungguhnya ia telah menegakkan agama, barangsiapa yang meninggalkannya, sesungguhnya ia telah mengahancurkan agama” ( HR. Al-Dailami) dalam hadis lain,” Perumpamaan salat dalam agama adalah seperti ibadarat kepala dalam tubuh” artinya bahwa orang yang beragama tapi tidak melaksanakan salat, tidak bedanya, dengan sebuah tubuh yang tidak memiliki kepala”.

Kedua, karena salat merupakan amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat. Dalam hadis”Amal yang pertama dihisab pada hari kiamat adalah salat, apabila salat beres, maka sungguh beruntung ia dan lolos. Apabila salat tidak beres, maka sungguh merugi ia dan menyesal. Apabil shalat wajib kurang hitungannya, maka Allah berfirman: lihat sholat sunatnya, dan tambahkan kepada yang wajib, begilah semua amal-amal lain” ( HR. Bukhari)

Ketiga, salat merupakan pembeda antara muslim dan non muslim. Rasul bersabda” Salah satu perbedaan antara muslim dengan kafir adalah melaksanakan salat. Sepakat ulama mengatakan, bahwa seorang muslim yang salatnya bolong-bolong, dalam arti kadang-kadang mengerjakan salat, kadang-kadang tidak, dia itu masih dianggap sebagai seorang muslim. Namun apabila sama sekali tidak mengerjakan salat, maka sesungguhnya dia itu sudah keluar dari Islam ( kafir).

Keempat, karena shalat merupakan sarana untuk minta tolong kepada Allah, dalam Al-Quran Allah berfirman: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, ( QS. Al-Baqarah: 45)

Kelima, melaksanakan salat merupakan sebab terhindar dari neraka, dan dimasukkan ke dalam surga. Allah berfirman:”Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” ( QS. Al-Muddatsir: 42-43)

Semoga dengan memperingati Isra’ Mi’raj Tahun 1438 H ini, kita semua semakin giat menjaga salat, melaksanakannya berjamaah di masjid, tidak ketinggalan salat Subuh berjamaah, karena barometer kesejahteraan suatu umat, mana kala subuhnya itu sudah seperti jumat. Semoga hal itu bisa tercapai. Amin. (iks)

Baca Juga ...

UMP Tahun Depan Minimal Rp 1,8 Juta

BENGKULU – Tingginya kebutuhan hidup layak di Bengkulu berdampak terhadap banyaknya tuntutan untuk kenaikan upah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *