Jumat , 24 November 2017
Home / BERITA UTAMA / Para The Best Speaker Lomba Debat Bahasa Inggris 2017

Para The Best Speaker Lomba Debat Bahasa Inggris 2017

JAGO DEBAT: Para juara Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Provinsi Bengkulu 2017. Ki-ka; Jihan Saniyyah (SMAN 1 RL), Hario Giras Bramate (SMAN 5 Kota) dan Galih Cahyo Prambudi (SMAN 1 BS)

Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2017 telah berakhir 19 April lalu. Para juara berasal dari kabupaten berbeda. Juara 1, Jihan Saniyyah dari SMAN 1 Rejang Lebong, juara 2 diraih M. Hario Giras Bramate dari SMAN 5 Kota Bengkulu dan juara 3 diraih Galih Cahyo Prambudi dari SMAN 1 Bengkulu Selatan (BS). Ketiganya akan mewakili Provinsi Bengkulu untuk tampil pada National School Debate Championship (NSDC). Berikut laporannya.
LAPORAN TEDDY, RAHMAN dan YUNIKE

SEJAK Duduk di kelas II SD, Jihan Saniyyah aktif mengikuti kursus Bahasa Inggris di Kota Curup. Bahkan, hingga kelas XI SMAN 1 Rejang Lebong, Jihan tetap melanjutkan kursusnya. Sehingga, saat mengikuti debat Bahasa Inggris yang digelar Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu 2017, Jihan berhasil merebut juara I.

Untuk menjadi juara tentu bukanlah hal yang gampang. Apalagi pesaingnya para jago debat bahasa Inggris yang dating dari seluruh penjuru Provinsi Bengkulu. Dituturkan Jihan kepada RB persiapan utama yang ia lakukan selain mempasihkan bahasa Inggris yang ia kuasai, juga lebih banyak membaca buku serta mengikuti isu lokal, nasional dan internasional.

‘’Untuk debat Bahasa Inggris, saya dibimbing Bu Nining Warnida, M.Pd, guru Bahasa Inggris. Latihan debat dilaksanakan selepas jam sekolah. Ada 8 siswa yang mengikuti latihan ini,’’ ujar sulung dari 2 bersaudara putri pasangan Bambang Irawan – Ruminah Rumiyati ini.

Topik yang dibahas dalam latihan debat disesuaikan dengan isu yang berkembang. Mulai dari isu lokal, nasional hingga internasional.  ‘’Untuk mendapatkan topik yang lagi hits tentunya kita harus mengikuti perkembangan informasi. Dalam English Club sekolah kita saling bertukar informasi. Lalu, topik itu dibahas bersama. Sehingga kita bisa menguasainya,’’ kata gadis yang mengaku tidak suka berolahraga karena takut berkeringat.

Misalnya, Jihan menyorot prilaku remaja yang cenderung melakukan pelanggaran norma adat, norma agama dan norma hukum. Seperti, melakukan penyalahgunaan narkoba, kebut-kebutan di jalan raya, dan tawuran. Termasuk tindak asusila, seks bebas.

‘’Kita tidak bisa langsung menyudutkan remaja yang melakukan perbuatan itu. Tapi, kita juga perlu mengetahui latarbelakang mengapa remaja itu melakukannya. Apakah perbuatan itu dilakukannya karena pengaruh lingkungan, kondisi rumah yang tidak nyaman. Atau karena rasa keingintahuan remaja, yang awalnya coba-coba hingga akhirnya terjerumus.  Jika kondisi remaja ini bisa dipahami, tentunya, kita akan dapat mencarikan solusi tepat agar si remaja tidak mengulangi perbuatanya,’’  tutur Jihan yang suka bernyanyi dan bermain gitar.

Siswa SMAN 5 Juara 2

Sementara itu, M. Hario Giras Bramate merupakan putra ketiga dari pasangan Suzi Kiswondo (50) dan Rohawida (49) warga Jl. Merpati 5 RT 7 RW 3 benar-benar tidak menyangka dapat meraih juara 2 lomba debat Bahasa Inggris. Menurut pengakuannya, Hario sendiri tidak suka bahasa Inggris sejak masih SD. “Dari sejak dulu saya tidak suka bahasa Inggris,” ungkap Hario kepada RB ketika di temui di sekolahnya kemarin (20/4).

Namun siapa sangka, ketidaksukaanya terhadap bahasa Inggris ini justru membuatnya mampu menempati posisi 2 lomba debat tersebut. Bahasa Inggris sendiri sudah menjadi bahasa ketiganya setelah bahasa ibu dan bahasa daerah diamana ia sekarang tinggal.

Awalnya, Hario mendengarkan saran kakak keduanya yang mengatakan bahwa bahasa Inggris itu penting di dalam dunia kerja serta bahasa Inggris merupakan suatu kebutuhan global dalam menghadapi persaingan era modernisasi seperti saat ini. Atas saran tersebut, Hario perlahan mempelajari dan memperdalam bahasa Inggris. Hario mulai mengikuti kurus bahasa Inggirs dan mulai banyak menguasai kosa kata bahasa Inggris.     “Saya mulai ikut kursus. Lalu mulai melatih kosa kata bahasa Inggris yang saya dapat dengan mempratekkan langsung,” kata Hario.

Melalui film-film yang menggunakan bahasa negara Ratu Elizabeth tersebut, Hario melatih kosa kata serta arti arti kosa kata tersebut. Selain itu, Hario juga melatih berbicara bahasa Inggris bersama teman-temannya yang juga menguasai bahasa Internasional tersebut.

“Bahasa Inggris sifatnya jika tidak diulang maka kita akan lupa. Jika dilatih secara terus menerus maka kita akan lancar dengan sendirinya. Lewat film tersebut kita bisa melatihnya. Saya biasanya menggunakan cara seperti itu,” papar Hario.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, remaja kelahiran Bengkulu 16 Juni 2000 ini memutuskan untuk tidak bermain sosmed maupun game online yang merupakan hobinya sejak kecil. “Sejak SMP saya offline dari sosmed dan game online. Selain itu saya juga belum mempunyai teman dari negara asing. Sebab untuk sosmed sendiri sudah lama saya tinggalkan. Tapi seru dapat meninggalkan sosmed dan game online,” terang Hario.

Remaja yang berlesung pipi ini mengakui, untuk tidak ada persiapan khusus yang dilakukan sebelum lomba debat beberapa waktu lalu. Hario hanya mengulang serta mempraktekan secara rutin kosa kata serta berbicara dalam bahasa Inggris.

Hario juga mengakui, ketika bertanding dirinya sempat gugup. Pasalnya lawan yang dihadapi rata-rata sudah memiliki pegalaman tingkat regional Bnegkulu maupun tingkat nasional. “Semuanya bagus-bagus dan memiliki keteranpilan lebih. Lawan terberat bagi saya yaitu dari Kabupaten Rejang Lebong. Mereka sudah sering ikut lomba debat seperti ini. jadi pengalaman mereka berbicara lebih ketika lomba berlangsung,” jelas Hario.

Meski tergolong sudah menguasai bahasa Inggris dengan baik. Namun remaja yang hobi bermain game ini tidka ingin menjadi duta besar negara maupun guru bahasa Inggirs. Hario lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan memilih jurusan teknik. “Jurusan teknik lebih menjanjikan. Saya juga akan pilih universitas yang ada di dalam negeri saja,” tutup Hario.

Galih: Tirukan, Ucapkan, Ingat

Di sisi lain, Galih sapaan akrab pelajar kelas 11 MIPA 5 SMAN 1 BS menjadi best speaker ke-3 dalam ajang NSDC tingkat provinsi membuat putra bungsu dari 2 bersaudara pasangan Siswanto Cahyono dan Ellys Oktaviani terpilih mengikuti lomba debat NSDC tingkat nasional di Jakarta  Mei mendatang. “Kaget, tidak menyangka terpilih, karena saingan kita saat itu semuanya jago-jago berbicara bahasa Inggris,” ungkap remaja kelahiran Manna 27 Februari 2000 ditemui di sela aktivitas belajarnya di SMAN 1 BS kemarin.

Semangat dan berkemauan keras, menjadikan Galih saat ini fasih berbahasa Inggris. Menurutnya tidaklah sulit untuk bisa berbicara bahasa Inggris. Tidak perlu menghapal kamus besar, namun cukup dengan memanfaatkan teknologi untuk belajar. Mulai dari menonton televisi, nonton film dan bermain game khususnya yang menggunakan bahasa Inggris akan lebih cepat dan mudah untuk dipahami. “Tirukan, tirukan, ucapkan, dan ingat, itu saja tipsnya,” beber Galih berbagi tips.

Galih sendiri fasih berbahasa Inggris sejak duduk di kelas 10. Berawal dari bergabung dengan ektrakulikuler English Club di sekolahnya, Galih semakin menyukai dan tertarik untuk belajar bahasa Inggris. “Sering ngobrol dengan teman menggunakan bahasa Inggris juga akan membuat kita fasih berbicara inggris ,” kata Galih yang bercita-cita kuliah mengambil jurusan Teknik Sipil ini. (**)

Baca Juga ...

Lobi BUMN Untuk Majukan Provinsi Bengkulu

BENGKULU – Rapat Koordinasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) se Indonesia di Grage Bengkulu Hotel ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *