Selasa , 21 November 2017
Home / BERITA UTAMA / Penembak 6 Warga Bengkulu, Tunggal=

Penembak 6 Warga Bengkulu, Tunggal=

REKONSTRUKSI : Petugas Dari Polres Lubuk Linggau dan Kapolsek melakukan olah TKP razia berdarah yang memeinta korban satu keluarga warga Bengkulu, 1 tewas dan 5 lainnya menderita luka tembak.

CURUP – Tiga dari 4 warga Desa Belitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong korban penembakan dalam razia berdarah di Lubuk Linggau, akhirnya dirawat di RS Bhayangkara Palembang setelah sebelumnya dirawat di RS Sobirin Lubuk Linggau.

Ketiga warga Provinsi Bengkulu tersebut adalah Dewi Erlina (40), Novianti (30) dan putranya, Genta (2). Sekitar pukul 09.00 WIB Kamis (20/4), ketiganya dibezuk oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto.  Mereka dirawat di ruang VIP B, C, dan E. Sedangkan 2 warga Bengkulu lainnya masih dirawat di RS Sobirin Lubuk Linggau yaitu Diki (30) dan Indra (33).

Pantauan RB Grup, depan pintu ruang perawatan ketiganya dijaga ketat pihak TNI. Awak media pun dilarang masuk.  Setelah 30 menit, Agung keluar dan langsung memberikan keterangan pers. “Sudah saya perintahkan Bid Dokkes agar korban dirawat oleh dokter terbaik. Lakukan tindakan medis sebaik mungkin. Saya selaku Kapolda Sumsel, dengan tulus minta maaf dan siap bertanggung jawab,” kata pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 19 Februari 1965 ini.

Dia pun lalu menceritakan pertemuannya dengan Genta. Menurutnya, sudah terjalin komunikasi yang baik berkat trauma healing Polda Sumsel kepada Genta. Ini salah satu tindakan membantu orang lain mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis akibat shock atau trauma.

“Tadi dia (Genta) sudah tertawa-tawa dan minta belikan mobil-mobilan,” ujarnya. Kapolda pun mengaku langsung membelikannya dua mobil racing remote control warna merah dan kuning. Genta pun bahagia. “Semoga cepat recovery-nya. Psikologinya harus pulih,” ujarnya.

Ibunya Genta, Novianti juga demikian. Komunikasinya lancar, meski dia masih terbaring karena luka tembak di bahu kanannya. “Ibu Novianti mengatakan yang penting cepat pulih. Ini memang jadi fokus kami agar para korban segera pulih. Kita juga berikan spirit,” lanjutnya.

Untuk korban Indrayani di RSMH, kata dia, juga akan dipindahkan dan dirawat di RS Bhayangkara. “Usai operasi di RSMH nanti,” ujarnya.

Agung memastikan bakal serius menangani kasus ini. “Brigadir K sebagai pelaku tunggal. Kita akan proses sesuai aturan kepolisian,” lanjut suami Winny Charita itu. Mantan Kakorlantas ini menerangkan, sebenarnya tidak ada yang salah selama razia berlangsung. Hanya saja Brigadir K melakukan diskresi berlebihan.

Dari olah TKP dan pra-rekonstruksi di Lubuklinggau, ada kesalahan Brigadir K dalam pengambilan keputusan atau diskresi yang langsung menggunakan senjata api. Diketahui, diskresi kepolisian pada dasarnya kewenangan Kepolisian yang bersumber pada asas Kewajiban umum Kepolisian (plichtmatigheids beginsel).

“Yaitu suatu asas memberikan kewenangan kepada pejabat kepolisian bertindak atau tidak bertindak menurut penilaiannya sendiri. Dalam rangka kewajiban umumnya menjaga, memelihara ketertiban, dan menjamin keamanan umum,” tuturnya.

Tapi yang dilakukan Brigadir K itu salah. Makanya pihaknya juga akan melakukan tes kesehatan psikologi bagi Brigadir K apakah ada gangguan psikologis atau tidak.

Sopir Honda City Diperiksa

Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan pada sopir mobil Honda City Hitam BG 1488 ON (Diki, red). “Kondisinya harus sehat dulu. Baru bisa ditanya-tanya,” ujarnya.

Supaya kejadian tak terulang, Agung sudah melakukan video conference dengan seluruh Kapolres-Kapolsek se-Sumsel. Di sana dia meminta kejadian serupa tak terulang lagi. “Setiap anggota harus memperhatikan betul Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian,” ujarnya.

Penggunaan senjata diperbolehkan, tapi dengan ancaman berimbang. “Saya ingin seluruh anggota Polda Sumsel lebih memahami Peraturan Kapolri ini. Harus ada evaluasi, anggota Polri harus lebih banyak dilatih atau coaching clinic,” pungkas jebolan Lemhanas 2013 ini. Terkait informasi Komisi III mau melakukan pemanggilan, Agung akan membeberkan semuanya tanpa ada yang ditutupi. “Saya siap untuk dipanggil,” ucapnya.

Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga mengatakan kemarin telah dilakukan tindakan-tindakan untuk proses penyidikan terkait peristiwa razia berdarah yang dialami satu keluarga didalam mobil sedan Honda City hingga menewaskan satu orang diduga tertembak. “Tadi dilakukan tindakan-tindakan untuk proses penyidikan. Tadi olah TKP,” kata Hajat.

Sedangkan untuk pelaku, ditambahkannya, sudah diamankan ke Palembang. “Saya rasa itu,” jelas Hajat usai mendampingi Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menjenguk salah satu korban yakni Diki yang masih dirawat di RS Sobirin Kabupaten Mura di Lubuklinggau.

Lebih lanjut ketika ditanya mengenai status Brigadir K apakah sudah menjadi tersangka atau belum yang diduga sebagai pelaku penembakan, Hajat menjawab singkat bahwa hal itu masih dalam pemeriksaan. “Dalam pemeriksaan,” ungkapnya.

Terkait dengan olah TKP yang dilakukan pihaknya kemarin yang berlangsung cukup singkat, Hajat mengaku bahwa secara tekhnis ada aturan-aturan, prosedural yang berlaku. “Nanti secara tekhnis ada aturan-aturan, prosedural yang berlaku. Rekonnya di Polda,” bebernya.

Sebelumnya, kemarin siang berdasarkan pantauan dilapangan pelaksanaan olah TKP berlangsung cukup singkat. Sekitar pukul 11.00 WIB sejumlah anggota Polres Lubuklinggau dan Polda langsung bergerak dengan membawa satu orang keluar dari ruang Satreskrim diduga pelaku yakni Brigadir K.

Direktur RS Sobirin Kabupaten Mura di Lubuklinggau, dr Harun menjelaskan pasca dilakukan operasi terhadap Diki sehari sebelumnya yang merupakan sopir mobil sedan Honda City, kondisinya kemarin mulai membaik.

“Bagus ya, sudah dilakukan operasi yang namanya Diki, yang lainnya sudah dikirim ke Palembang, tinggal satu. Diki alami luka pada perut,” jelasnya.

Pihak RS mengaku sudah melakukan operasi terhadap Diki pada Rabu kemarin. “Proyektil sudah diangkat, ada satu proyektil. Kondisinya di ICU,” pungkasnya.

 

Olah TKP Kasus Penembakan

Kasus dugaan penembakan dilakukan Brigpol MG Polres Lubuklinggau terhadap satu keluarga didalam mobil sedan Honda City,  hingga menewaskan satu orang masih diusut Propam Polres Lubuklinggau. Serta anggota Polda Sumsel.

Kamis (20/4) sekitar pukul 11.00 WIB, Brigpol MG  mengenakan sebo, baju kaos olahraga warna biru garis hitam celana jeans memakai sendal jepit dibawa keluar dengan dikawal sejumlah anggota Polisi berpakaian preman menuju kedalam mobil Pajero Sport warna putih dengan Nopol BG 99 HQ.

Serta dikawal mobil Propam dan Sat Reskrim Polres Lubuklinggau untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuju lokasi melintasi Jalan Yos Sudarso. Tepat sekitar pukul 11.20 WIB oknum polisi tersebut dibawa ke Mapolsek Lubuk Linggau Timur ditempatnya bertugas Jalan Lapter, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I.

Selang sekitar 3,80 menit tepatnya pukul 14.00 WIB, kemudian, rombongan langsung menuju TKP I yakni saat dilakukan razia anggota Polres Lubuk Linggau dan sopir sedan menerobos dengan diiringi sejumlah wartawan menggunakan sepeda motor di Jalan Fatmawati Soekarno tepatnya di pertigaan, Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II.

Namun saat tiba di lokasi hanya dalam hitungan menit dan tidak sempat turun dari mobil hanya menujukan lokasi razia dan penerobosan dari dalam mobil, kemudian rombongan langsung menuju ke TKP II yakni di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, Kelurahan Tanah Periuk, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II tepatnya sekitar 10 meter dari Bank Mandiri.

Sekitar pukul 14.30 WIB rombongan tiba di TKP II dimana terjadinya penembakan, tetapi lagi-lagi oknum tidak keluar dari mobil hanya pintu mobil sebelah yang terbuka dan oknum tersebut masih didalam mobil kembali menunjukan letak terjadinya aksi penembakan dalam hitungan menit.

Selanjutnya, kembali langsung menuju Mapolres Lubuk Linggau melintasi Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II hingga Jalan Yos Sudarso tiba sekitar pukul 14.40 WIB dan oknum bersama dengan rombongan langsung menuju ruangan Reksrim.

Tepat pukul 15.00 WIB oknum beserta rombongan masuk ke mobil Patwal Polda Sumsel kemudian diikuti Mobil Avanza warna Silver Nopol BG 1745 GG milik anggota kepolisian hingga terakhir diiringi mobil Honda City Nopol BG 1488 ON yang dikemudikan oleh Gatot Sugalih alias Diki, keluar dari Mapolres Lubuklinggau menuju Mapolda Sumsel guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sekitar pukul 15.30 WIB, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin didampingi Walikota Lubuk Linggau, H SN Prana Putra Sohe, Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan serta Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga membesuk korban, Gatot Sugalih alias Diki yang dirawat di ruangan ICU RSUD Dr Sobirin.

Gubernur dan rombongan diringi awak media masuk dari ruangan UGD  RSUD Dr Sobirin menuju ruangan ICU dimana, Gatot Sugalih alias Diki dirawat selang sekitar 20 menit langsung menuju kedepan RSUD Dr Sobirin dan Gubernur langsung diwawancara awak media sekitar 15 menit hingga dilanjutkan Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga.

“Tadi telah dilakukan tindakan-tindakan untuk proses penyidikan. Tadi olah TKP, sementara pelaku sudah diamankan di Palembang, statusnya dalam pemeriksaan, ” kata Hajat Mabrur Bujangga.

Disinggung mengapa olaH TKP hanya beberapa menit? “Nanti secara teknis ada aturan-aturan, prosedural yang berlaku, dan rekonnya di Polda,” singkatnya. (jpg)

Baca Juga ...

Proyek “Dikawal” Kaki Tangan Andi

BENGKULU– Sidang perkara korupsi Pembangunan Jalan Pemukiman Kumuh tahun 2016 kembali digelar di Pengadilan Negeri ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *