Home / METROPOLIS / Bank Mandiri Sosialisasi Uang Pecahan Baru

Bank Mandiri Sosialisasi Uang Pecahan Baru

FOTO BERSAMA: Tampak Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra bersama Area Head Bank Mandiri Bengkulu, Bimo Raharjo dan Pegawai Bank Mandiri menyempatkan diri berfoto bersama seusai kegiatan.

BENGKULU – PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk berkomitmen meningkatkan akses masyarakat kepada alat pembayaran yang sah untuk kemudahan dalam bertransaksi.  Serta mencegah peredaran uang palsu. Terkait hal itu, Bank Mandiri melakukan sosialisasi dan pendistribusian uang rupiah emisi 2016 di 200 titik yang terdiri dari 51 kota dan 56 kabupaten di seluruh Indonesia pada 16-17 Juni 2017.

Di Bengkulu sendiri kegiatan dilaksanakan di lokasi pusat penukaran uang rupiah yakni di Lapangan View Tower, Kampung Kota Bengkulu. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra, Area Head Bank Mandiri Bengkulu, Bimo Raharjo, Area Operational Manager Bank Mandiri Area Bengkulu, Kurniawan, Area Transaction Funding Manager Bank Mandiri Bengkulu, Arief Budiman, Pegawai Bank Mandiri dan Masyarakat Kota Bengkulu.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Operations Bank Mandiri Ogi Prastomiyono melalui Area Head Bank Mandiri Bengkulu, Bimo Raharjo menyampaikan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih belum meratanya peredaran uang rupiah emisi baru di Indonesia. Adapun sosialisasi ini difokuskan dilokasi-lokasi yang menjadi pusat ekonomi masyarakat seperti pusat perbelanjaan dan pasar-pasar tradisional. Untuk di Bengkulu sendiri kita pilih lokasi View Tower ini, karena disini juga menjadi lokasi pusat penukaran uang pecahan baru yang ditetapkan Bank Indonesia.

“Dalam kegiatan ini kami tidak hanya melakukan edukasi, namun juga menerima penukaran uang kecil emisi baru agar dapat langsung digunakan masyarakat.  Apalagi kami menyadari bahwa kebutuhan uang kecil meningkat tajam pada bulan Ramadhan dan menjelang Hari Idul Fitri 1438 H ini, sehingga masyarakat diharapkan tidak ragu menggunakan uang pecahan baru tersebut,” kata Bimo Raharjo saat peluncuran program Mandiri Cinta Rupiah di Bengkulu, Jumat (16/6).

Sosialisasi dan edukasi mengenai uang Rupiah emisi baru tersebut meliputi informasi tentang fitur keamanan, pengenalan variasi, dan sejarah singkat pemilihan tokoh pada uang rupiah emisi 2016. Hingga praktik pendeteksian manual keaslian uang serta edukasi penyimpanan dan pemeliharaan uang rupiah.

“Sedangkan untuk layanan penukaran uang emisi baru Mandiri Cinta Rupiah di seluruh titik di Indonesia, Bank Mandiri telah menyiapkan sebanyak 71 Unit Mandiri Mobile (MaMo) dan 16 unit Mobil Mitra Usaha (MobilMU) dengan jumlah 200 titik lokasi layanan  serta uang Rupiah baru senilai total Rp 34 miliar dalam pecahan Rp. 10.000, Rp. 5.000, dan Rp. 2.000. Dan secara total Bank Mandiri menyipakan uang kartal senilai total Rp 23,5 triliun atau Rp 1,1 triliun/ hari untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan uang tunai pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Dana tunai tersebut meningkat sekitar 10 persen dari nilai yang disiapkan secara harian pada kondisi normal. Dan dari nilai tersebut, Bank Mandiri mengalokasikan rata-rata Rp 1 triliun per hari untuk memenuhi kebutuhan uang tunai di mesin-mesin ATM Mandiri, naik dari Rp 900 miliar pada periode normal. Saat ini, masyarakat dapat melakukan transaksi keuangan melalui 17.694 Mandiri ATM. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan lebih dari 60.000 jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima, dan Visa/Plus. Dan untuk di Bengkulu sendiri terdapat 1 unit Mandiri Mobile (Mamo) dan 1 unit Mobil Mitra Usaha (Mobilmu) yang siap melayani masyarakatBengkulu”, papar Bimo.

Ditambahkan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra bahwa, “Bank Indonesia sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Mandiri yang telah melaksanakan Sosialisasi Mandiri Cinta Rupiah, karena dengan pelaksanaan sosialiasi tersebut telah membantu tugas Bank Indonesia dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait uang rupiah pecahan baru dengan mengenali ciri-ciri fisik uang baru sehingga dapat menangkal peredaran uang palsu. Bank Indonesia menargetkan pada akhir Agustus nanti seluruh stock uang emisi baru sudah 100 persen teredarkan, saat ini di Bengkulu baru 86 persen yang teredarkan,”(dri/prw)

Baca Juga ...

Gorong-gorong Ambruk Tanggung Jawab Provinsi

  BENGKULU – Ambruknya gorong-gorong di Jalan Raden Fatah, RT 26 RW 05, Pagar Dewa, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *