Home / BERITA UTAMA / Kejati: Perintah Siapa Pencairan 100 Persen

Kejati: Perintah Siapa Pencairan 100 Persen

ASPIDSUS Hendri Nainggolan : Penyidik Tipikor Kejati Bengkulu terus menggeber pengusutan dugaan korupsi proyek jalan di Pulau Enggano senilai Rp 17,5 miliar.

BENGKULU – Penyidik Tipikor Kejati Bengkulu terus menggeber pengusutan dugaan korupsi proyek jalan di Pulau Enggano senilai Rp 17,5 miliar. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, jaksa penyidik mulai menemukan fakta-fakta yang ganjil. Salah satunya mengenai orang yang memberi perintah mencairkan dana proyek tersebut 100 persen. Padahal proyek tersebut bermasalah.

Untuk mengungkap hal tersebut, penyidik Kejati akan meminta keterangan mantan Kepala Biro (Karo) Keuangan Pemprov Bengkulu Taufik Adun, SE. Saat pencairan dana proyek 100 persen, Karo Keuangan dijabat Taufik Adun.

‘’Benar, dalam waktu dekat, akan dimintai keterangan mantan Kepala Biro Keuangan berinisial TA. Dia kita panggil untuk dimintai keterangan soal pencairan 100 persen,’’ ungkap Wakajati Bengkulu Adi Sutanto, SH, MH melalui Ketua Tim Penyidik kasus Jalan di Pulau Enggano TA 2016 Adi Nuryadi Sucipto, SH, MH kepada RB.

Penyidik, sambung Adi, akan melihat sejauh mana pertanggungjawabannya sebagai Karo saat itu. Karena informasi yang didapatkan penyidik, saat LHP dari BPK, yang bersangkutan sudah disampaikan oleh BPK bahwa sudah ada temuan dalam pelaksanaan proyek Jalan di Pulau Enggano tahun 2016. ‘’Tetapi ternyata itu sudah dinyatakan 100 persen dibayarkan kepada kontraktor pelaksana. Sehingga akan kita tanyakan sejauh mana pertanggungjawabannya terkait itu,’’ lanjut Adi.

Di sisi lain, terkait aliran dana proyek dari Lie End Jun yang merupakan Kuasa Direktur Utama PT. Gameli Alam Sari, jaksa telah memeriksa anggota Tim Pokja, Zulkifli Lubis. ‘’Untuk hari ini (kemarin, red), kita lakukan pemeriksaan terhadap Zulkifli Lubis. Yang saat ini ternyata sudah tidak aktif lagi alias sudah bukan anggota Pokja lagi,’’ sambung Adi.

Diungkapkan Adi, dari hasil pemeriksaan dan pengakuan Zulkifli, dirinya datang ke Pulau Enggano bukan kapasitas sebagai anggota Tim Pokja melainkan sebagai wartawan. ‘’Tapi dalam hal ini kita melihat saat itu dia masih berstatus sebagai anggota Tim Pokja. Karena bersama-sama berangkat dengan Kabid Bina Marga dinas PU saat itu, dengan yang lainnya, termasuk wartawan dan LSM,’’ ungkap Adi.

Hasil klarifikasi dengan Zulkifli, sambung Adi, dia mengakui menerima uang senilai Rp 140 juta dan diterima melalui rekening pribadi. Versi Lie End Jun, uang tersebut diberikan karena sepengetahuannya, Zulkifli Lubis adalah anggota Tim Pokja. ‘’Dan kita memeriksa Zulkifli Lubis ini dalam kapasitas dia sebagai anggota Tim Pokja dan sepengetahuan LEJ dia transfer uang karena Zulkifli Lubis itu anggota tim pokja. Uang dikirim melalui rekening pribadi yang bersangkutan (Zulkifli Lubis, red) dan kita sudah sita bukti transferan uang pada 5 Januari 2017 di salah satu Bank beserta SK Pokja yang memang tertera ada nama Zulkifli Lubis. Yang bersangkutan juga sudah berjanji beritikad baik segera mengembalikan uang tersebut,’’ kata Adi.

Sementara itu, soal hasil penggeledahan, penyidik sudah mendapatkan apa yang memang dicari untuk kepentingan penyidikan. Diantara soal laporan fisik di lapangan, dokumen SK yang asli maupun dokumen yang lain termasuk pengawasan. ‘’Termasuk dari biro Pengelolaan keuangan soal dokumen-dokumen pencairan dalam proyek jalan di Pulau Enggano,’’ ungkap Adi.

Zulkifli: Itu Hutang Pribadi Saya

Sementara itu, Zulkifli Lubis yang dikonfirmasi selesai diperiksa penyidik Kejati Bengkulu membantah kalau uang tersebut ada kaitannya dengan pekerjaan jalan di Pulau Enggano. Uang tersebut diakuinya merupakan hutang pribadinya terhadap Lie End Jun. Dirinya memang sudah berjanji akan secepatnya mengembalikan uang tersebut.

‘’Itu hutang, hutang sama dia (Lie End Jun). Kalau berapa nilainya itu ada sama pak Adi (penyidik, red). Saya juga tidak tahu itu dana korupsi dan itu jauh sebelum penyidikan. Jadi itu hutang kita dan pasti kita kembalikan nanti. Apalagi ini hutang saya secara pribadi, ya jelas harus dikembalikan,’’ singkat Zulkifli Lubis sembari berjalan keluar Kantor Kejati Bengkulu.(dtk)

Baca Juga ...

KEPAHIANG – Masko Aprianto (21), warga Desa Batu Kalung Kecamatan Muara Kemumu tewas mengenaskan dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *